SMP di Jepang Meminta Maaf Karena Salah Menuduh Muridnya Yang Berujung Bunuh Diri

March 10, 2016 4:26 pm
SMP di Jepang Meminta Maaf Karena Salah Menuduh Muridnya Yang Berujung Bunuh Diri

Kepala sekolah dari sebuah SMP di Hiroshima meminta maaf pada hari Rabu lalu setelah menolak untuk mendukung salah seorang muridnya yang ingin mendaftar masuk SMA karena dipercaya memiliki catatan kelakuan buruk di sekolahnya. Hal ini menyebabkan sang anak harus meregang nyawanya sendiri.

Anak lelaki berusia 15 tahun tersebut melakukan aksi bunuh dirinya pada tanggal 8 Desember setelah sekolah menyatakan mereka tidak akan mengeluarkan surat pendukung anak tersebut masuk SMA yang dipilihnya karena diduga telah mencuri barang di tahun pertama sekolahnya. Catatan tersebut ternyata tidak benar.

Hiroshi Sakamoto, nama kepala sekolah tersebut mengekspresikan permintaan maafnya pada saat kumpul pagi kepada seluruh siswa karena telah lalai dalam tugasnya, dan juga berbohong mengenai alasan anak tersebut bunuh diri. Walaupun sudah mengetahui kalau anak tersebut mati karena bunuh diri, sekolah tersebut menutupi fakta dengan mengatakan sang anak meninggal karena serangan jantung.

JOI - student commit suicide falsely accused (3)

Investigasi lebih lanjut menguak bahwa guru mencatat kejadian tersebut mendapat informasi dari koleganya bahwa seorang murid telah melakukan tindak pencurian. Namun dia salah memasukkan nama anak malang tersebut ke catatan komputer. Kesalahan administrasi ini sebenarnya sudah diketahui sejak tahun 2013 saat rapat, dan para guru yang mengikuti rapat sudah membuat koreksi dalam dokumen mereka, sayang perubahan tersebut tidak dimasukkan ke dalam sistem komputer.

Sakamoto menjelaskan pada konferensi pers di hari Selasa kalau sekolah tidak memiliki orang yang bertanggung jawab atas data komputer mereka saat itu.

Sang anak menghilang di hari pertemuannya dan orang tua dengan pihak sekolah pada tanggal 8 Desember, dan kemudian melanjutkan dengan mengakhiri nyawanya sendiri. Setelah kematiannya, sekolah baru menyadari kesalahan mereka.

JOI - student commit suicide falsely accused (2)

Badan edukasi kota kemudian berpendapat, seorang guru seharusnya bisa mengumpulkan catatan-catatan penting mengenai kejadian tesebut, seperti siapa yang mengadukan sang anak atau pendapat walinya. Namun di kasus ini, mereka tidak memiliki data tersebut.

Anak kami tidak akan mengambil nyawanya sendiri bila manajemen data di sekolah tidak ceroboh dan sekolah tidak melakukan kesalahan,” menurut keluarga sang anak.

sumber: Japan Today