Sensor Kreatif Menjadi Daya Tarik Tersendiri Bagi Itasha ‘To Love-Ru’

March 15, 2016 12:42 pm
Sensor Kreatif Menjadi Daya Tarik Tersendiri Bagi Itasha ‘To Love-Ru’

Nama itasha pastinya sudah tersebar di seluruh dunia, dengan banyaknya pemilik kendaraan yang mendandani kendaraan mereka dengan karakter anime favorit mereka. Budaya ini pun juga mulai terkenal di Indonesia, dengan komunitas itasha yang begitu besar dan kuat, kemudahan untuk mendapatkan stiker dan decal yang diinginkan, masa depan itasha sepertinya cukup cerah.

Namun tentu ada batasan-batasan tersendiri saat kamu membuat itasha, berada di negara seperti Indonesia, sebaiknya kamu tidak membuat itasha yang aneh-aneh. Jauhi karakter-karakter anime dari seri Queens BladeSeikon no Qwaser, dan terutama, To Love-Ru Darkness. Saya cukup yakin saya tidak perlu menjelaskan kenapa seri-seri tersebut tidak pantas dijadikan itasha.

JOI - itabike rico Itabike waifu seperti milik Ricoricorii saja

Namun dengan sensor yang kreatif, mungkin kamu bisa menjadikan karakter To Love-Ru sebagai tema itasha, bahkan mungkin akan membuat pengemudi di sekitarmu nyengir. Kamu tahu kan kalau Yabuki-sensei senang menggambar pantsu dan isi dalamnya dengan sensor-sensor kreatif? Tangan Rito misalnya.

Dengan memutar otak sedikit, kamu juga bisa memanfaatkan bagian-bagian mobilmu sebagai sensor untuk itasha-mu, contohnya adalah dengan gambar-gambar Yami di bawah ini.

Mobil tersebut memiliki plat nomor polisi Kanagawa, dan salah seorang otaku juga mengkonfirmasi kalau dia melihat mobil tersebut di daerah Kanagawa. Kamu bisa melihat bagaimana sang pemilik itasha dengan pintar menggunakan plat nomor dan side skirt mobil sebagai sensor untuk pantsu Yami. Sungguh kreatif pemilik itasha ini, namun saya tidak yakin sensor ini dapat bekerja untuk pemandangan yang lebih frontal.

Berani menggunakan itasha seperti ini?