Shinzo Abe, “Jepang tidak bisa bertahan tanpa tenaga nuklir.”

March 16, 2016 12:30 pm
Shinzo Abe, “Jepang tidak bisa bertahan tanpa tenaga nuklir.”

Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan bahwa Jepang “tidak bisa bertahan” tanpa tenaga nuklir pada hari Kamis lalu, berbicara di malam sebelum peringatan lima tahunnya bencana Fukushima.

Pada tanggal 11 Maret 2011, gempa berkekuatan 9,0 SR terjadi di bawah laut Jepang dan menimbulkan tsunami besar yang menyapu kota pinggir pantai dan sekitar 18,500 orang dilaporkan hilang. Sapuan air tersebut juga menimbulkan bencana nuklir terbesar setelah Chernobyl yang inti reaktornya meleleh.

JOI - shinzo abe gak bisa tanpa nuklir (1)

Negara kita yang miskin sumber daya tidak bisa bertahan tanpa stabilitas tenaga dari pembangkit tenaga nuklir dengan memikirkan keuntungan dari sisi ekonomis dan isu perubahan iklim,” kata Abe dalam sebuah konferensi pers.

Reaktor Fukushima setelah itu sudah ditutup setelah bencana terjadi, namun Abe dan beberapa perusahaan telah mendorong supaya reaktor nuklir tersebut digunakan kembali.

Bencana tersebut memaksa Jepang yang tidak punya sumber daya untuk kembali menggunakan bahan bakar fosil seperti minyak dan batu bara untuk menutupi kekosongan yang disebabkan hilangnya reaktor nuklir tersebut.

Abe mengungkapkan hal ini setelah pengadilan Jepang memutuskan untuk menutup dua reaktor nuklir walaupun kedua reaktor tersebut dinyatakan aman setelah diperiksa dengan seksama. Abe berkata kalau pemerintah “tidak akan mengubah kebijakannya”, dimana reaktor dengan standar baru dapat kembali digunakan.

JOI - shinzo abe gak bisa tanpa nuklir (2)

Pengadilan memerintahkan untuk menutup reaktor Kansai Electric No. 3 dan No. 4 di Takahama, provinsi Fukui. Penutupan ini adalah sebuah pukulan terhadap kebijakan Abe yang berusaha untuk mengembalikan tenaga nuklir kembali ke Jepang.

Abe berargumen kalau melanjutkan penggunaan kekuatan nuklir adalah kunci untuk masa depan Jepang, namun memang ingatan mengenai Fukushima masih sangat menghantui banyak orang. Pendukung anti nuklir masih sangat banyak dan banyak orang yang tidak ingin Abe menggunakan kembali tenaga nulikrnya. Namun Abe juga bersikeras kalau keamanan akan menjadi prioritas utama pemerintah Jepang.

Sangat penting bagi kami untuk mengembalikan kepercayaan publik,” tambahnya.

Walaupun begitu, Abe juga mengatakan kalau pemerintah akan mengurangi ketergantungan mereka terhadap energi nuklir. Namun sepertinya mereka pun tidak selamanya bisa bergantung kepada tenaga fosil saja. Dua reaktor nuklir di Kagoshima baru saja dioperasikan kembali setelah berhenti bergerak selama 2 tahun.

Setelah bencana Fukushima, Jepang telah menetapkan badan baru, Nuclear Regulation Authority, menggantikan Kementerian Industri yang sebelumnya mengawasi dan mempromosikan energi nuklir.

sumber: Japan Today