Live-Action Ghost in the Shell Melakukan Tes CG Untuk Membuat Artisnya Tampak ‘Lebih Asia’

April 16, 2016 3:00 pm
Live-Action Ghost in the Shell Melakukan Tes CG Untuk Membuat Artisnya Tampak ‘Lebih Asia’

Menurut situs Screen Crush, sebuah tes dilakukan oleh Paramount Pictures untuk membuat adaptasi live-action Ghost in the Shell lebih mirip anime. Mereka dikabarkan akan menggunakan efek visual untuk mengubah ras dari Scarlett Johansson yang akan memerankan Motoko Kusanagi dalam film tersebut. Hal ini dilakukan supaya sang aktris, yang jelas-jelas bukan orang Asia terlihat ‘lebih Asia’.

Lola VFX, studio yang mengerjakan film-film yang berat efeknya seperti Captain America: The First Avenger dan The Wolf of Wall Street dikabarkan akan mengerjakan CG yang digunakan untuk eksperimen tersebut. Dikomisikan oleh Paramount Pictures dan dibantu oleh DreamWorks, tim tersebut akan menggunakan teknologi untuk membuat aktor-aktor kulit putih yang tampil dalam film tersebut menjadi lebih mirip dengan karakter Asia mereka yang seharusnya. Namun dilaporkan kalau Paramount sendiri menolak untuk mengakui klaim tersebut. “Sebuah tes memang dilakukan dalam salah satu adegan menyangkut karakter latar yang sudah kami hilangkan. Kami yakinkan tidak ada tes efek visual kepada karakter Scarlett dan tidak ada rencana di masa depan untuk melakukan hal tersebut.

Protes memang sudah dilayangkan oleh para penggemar mengenai pemilihan karakter Scarlett Johansson sebagai Motoko Kusanagi. Menurut mereka, lebih banyak artis yang lebih pantas untuk memerankan sang mayor tersebut. Kandidat terkuat adalah Rinko Kikuchi yang sempat bermain di film Pacific Rim. Namun situs THR menyatakan walaupun banyak artis Asia yang cocok sebagai Motoko Kusanagi, nama mereka semua kalah dibandingkan Scarlett sendiri; walau digabungkan sekalipun.

Sumber: Polygon