[Review] Saijaku Muhai no Bahamut

April 17, 2016 3:00 pm
[Review] Saijaku Muhai no Bahamut

Saya bersyukur, selain harem, satu-satunya yang diturunkan Infinite Stratos terhadap para penerusnya hanyalah aspek mecha battle suit mereka saja. Untung pemeran utamanya, si sayur setengah matang yang butuh waktu 100 tahun sendiri untuk mengambil keputusan, tidak diadaptasi ke anime lain… for now. Tentu banyak protagonis dalam seri harem yang masih cukup dense, tapi tidak ada yang separah sayur satu itu.

JOI - sayur why u exists

Why do you exists, sayur.

Anime yang akan saya bahas kali ini, Saijaku Muhai no Bahamut, memang sekilas sangat mirip dengan Infinite Stratos, terutama karena mereka juga menggunakan semacam mecha battle suit yang disebut dengan Drag-Ride. Para penunggangnya disebut dengan Drag-Knight dan mereka bertarung melawan para Abyss, makhluk misterius yang muncul dari dalam reruntuhan masa lalu, Ruin.

Protagonis kita kali ini, Lux Arcadia adalah seorang mantan pangeran kerajaan lama yang secara tidak sengaja terjatuh ke pemandian air panas wanita, typical, dan secara tidak sengaja menemukan rahasia besar yang disimpan Lishesharte AtismataThen they gone your usual harem light novel episode one game where the protagonist gets challenged, win, and exposing a dere side of the heroine. Saya rasa aman bila kita semua tidak perlu menonton episode pertama anime harem, toh semuanya juga sama-sama aja.

JOI - Saijaku Muhai no Bahamut Review (11)

Namun ada sesuatu yang menarik, other than the perfect heroines of course, yang membuat saya menikmati menonton anime ini sampai ke episode 12.

Unique story and setting

Salah satu yang menarik saya untuk mengikuti seri ini sampai akhir adalah karena setting ceritanya yang unik. Karena setting-nya yang seperti campuran antara dunia medieval dengan dengan dunia modern, rasanya unik melihat kemajuan teknologi di sekeliling bangunan tua. Walaupun komposisi ini bukanlah yang pertama, rasanya Gintama sudah duluan, tapi itu bukan anime harem.

JOI - Saijaku Muhai no Bahamut Review (8)

Para heroine dalam anime ini juga bukan orang biasa, masing-masing memiliki posisi yang berbeda-beda di kerajaannya masing-masing, sehingga protagonis kita tidak bisa seenaknya pilih-pilih gadis seperti si sayur yang sudah disuguhi pacar tapi masih juga bego. Kedudukan politis dan pandangan rakyat terhadap masing-masing karakter menjadi sebuah twist yang cukup menyegarkan, tapi ujung-ujungnya kalau heroine-nya sudah pada cinta, apalah artinya posisi masing-masing.

Cerita yang disuguhkan pun terasa berbeda, surprisingly, cerita dari film ini menjadi gelap seiring berjalannya film. Setiap karakter memiliki cerita kelam sendiri-sendiri, dan juga penuh darah sehingga membuat saya mempertanyakan apakah benar saya menonton anime harem?

Cerita dari film ini juga cukup relevan antara satu sama lain, dan build up dari episode 1 sampai ke 12 terasa cukup dinamis. Walaupun di akhir-akhir cerita, saya merasa ada bagian yang pace-nya terlampau cepat, jadi kurang bisa dinikmati sedikit.

JOI - Saijaku Muhai no Bahamut Review (7)

Mereka juga sepertinya malas membuat monster/musuh, mungkin bujetnya habis untuk menganimasikan Drag-Ride dan fan service. Walaupun harus saya akui fan service di dalam seri ini cukup sedikit untuk sebuah seri harem. Sedikit disayangkan, namun fakta bahwa sebuah seri harem dapat membuat saya tertarik dengan sedikit fan service itu ‘sesuatu’.

Likeable characters

Like reallyevery each one of them is likeableAlthough it’s probably different for everyone. Secara karakter dan penceritaan, memang tidak jauh berbeda dengan anime harem pada umumnya. Kamu punya protagonis yang care banget sama semua orang dan harem bait yang punya masa lalu kelam, dan si protagonis menerima masa lalu mereka dengan tangan terbuka. Leading them to the feeling of love.

JOI - Saijaku Muhai no Bahamut Review (9)

Lucunya, bahkan saya bisa menyukai si pemeran utama, padahal biasanya saya selalu mencaci-maki pemeran utama dalam anime harem seperti yang sedang tayang di season ini, Hundred.

Dalam anime ini kita punya Lishe-sama yang tsundere tapi gak terlalu over sampai annoyingKrulcifer yang super dewasa dan menggoda, she’s flat though, best flat. Ada Phillufyour gluttonous airhead ‘airbag’, if you know what I meanCeles, yang seperti Bismarck kw dan menjadi nomor 1 dalam hal gap moe goodnessAiri yang juga adik dari Lux, biasanya saya geli kalau melihat incest, masih geli juga di sini tapi setidaknya sangat bearable tidak seperti imouto di beberapa anime lain. Bahkan 3 orang wanita yang menjadi pemeran pembantu, Shalice, Tilfarr, dan Noct, memiliki pesona tersendiri despite their short appearances.

JOI - Saijaku Muhai no Bahamut Review (10)

Kita juga punya waifu saya Yoruka yang walaupun muncul di akhir-akhir, dapat langsung ‘nyempil’ di antara harem sang pemeran utama.

Jujur, saya nyaris tidak bisa memilih mana best girl dari seri ini, it’s not the first but it certainly is the hardest one. Mungkin karena desain karakternya, mungkin juga karena semuanya lovable. Mungkin saya ingin membangun kerajaan harem saya sendiri.

It excels above other harem animes

Well yesit’s your typical harem anime with a protagonist that falls from the sky onto the heroines and subconsciously grabbing their breasts all right. Namun ada beberapa hal yang bisa membuat saya cukup tahan untuk menontonnya dan tidak mengutuk-ngutuk karakternya. Beberapa hal tersebut antara lain adalah:

They behave like a human being

Setiap karakter tidak bertindak berlebihan seperti di beberapa anime harem lain. It’s safe to say this anime is a harem with moderation. Para karakter wanitanya tidak judes-judes amat dan semuanya jujur kepada perasaannya sendiri, bahkan yang tsundere sekalipun. Segar rasanya kita tidak dihadapkan dengan stereotype yang itu-itu lagi.

JOI - Saijaku Muhai no Bahamut Review (5)

Politics conflict

Kehidupan dengan banyak kerajaan berarti sang pangeran tidak bisa seenaknya pilih-pilih waifualthough the waifus do choose him themselves in the end. Konflik antar kerajaan dan posisi yang mereka miliki membuat susahnya masing-masing dari mereka untuk menjalin hubungan. Tapi ya, cinta itu buta sih.

Their story execution

Anime ini dieksekusi dengan sangat baik, mulai dari karakternya yang likeablefan service-nya yang tidak banyak tapi tetap membuat penontonnya tertarik dengan filmnya, sampai ke ceritanya yang tidak terasa shallow. Mereka berada 1 tingkat di atas anime harem lain. Ceritanya berjalan dengan baik – even with the same generic harem light novel plot. Saijaku Muhai no Bahamut tetap memberi pengalaman menonton anime yang santai dan membuatnya jadi enjoyable.

JOI - Saijaku Muhai no Bahamut Review (4)

But I guess it’s not as deep as I might’ve described though, it’s still a harem anime in the end. Akan ada yang suka, dan mungkin akan ada yang tidak.

Verdict: Yoruka/Be my waifu

Secara pribadi, anime ini adalah angin segar bagi genre harem karena cerita dan fan service-nya yang sedikit moderat. Kombinasi dari cerita yang cukup oke, dengan konflik yang mumpuni, karakter yang likeable, dan minimnya intended fan service membuat saya menikmati anime ini dengan ikhlas.

JOI - Saijaku Muhai no Bahamut Review (2)

Lux imut ya?

It’s a good harem, setidaknya pemeran utamanya masih bisa disukai, walau he’s still that typical-light-novel-protagonist. Jangan lupa kalau dia juga trap.

Saijaku Muhai no Bahamut definitely hits all the right notes sebagai sebuah anime harem. They’re a step above average, bukan yang terbaik memang, tapi anime harem adaptasi light novel mana yang bisa kamu bilang sebagai yang terbaik? Saat sebuah anime mengeksekusi semua elemennya dengan baik, it becomes enjoyable, and that is definitely what this anime is.

JOI - Saijaku Muhai no Bahamut Review (6)

Damn you lucky bastard.

Di akhir episode juga mereka menggoda para penonton kalau semua belum selesai, there WILL be S2Please let there be S2I want to see more of them.