[3 Eps Rule] Kuromukuro

April 26, 2016 5:00 pm
[3 Eps Rule] Kuromukuro

Pada awalnya, saya selalu menganggap studio P.A. Works sebagai satu studio dengan satu spesialisasi: gambar background yang indah. Sayangnya saya juga selalu merasa satu kekurangan yang juga khas di studionya, yaitu setiap anime garapannya selalu menjadi kurang menarik di pertengahan akhirnya.

Saya merasakan hal tersebut di Canaan, Angel Beats!, dan Hanasaku Iroha sebelum akhirnya saya berhenti menonton anime-anime buatan P.A. Works untuk waktu yang cukup lama, sampai akhirnya Shirobako tiba dan langsung menjadi anime favorit saya di tahun 2015. Begitu P.A. Works dikabarkan akan membuat anime dengan genre Mecha (genre yang saya sukai tapi juga sangat picky) sebagai anime perayaan 15 tahun studio mereka, tentunya saya sangat tertarik.

Kuromukuro menceritakan Jepang di waktu modern yang menemukan sebuah artifak kotak raksasa dan juga robot raksasa. Setelah PBB menelitinya, mereka menggunakan hasil risetnya untuk membuat teknologi baru seperti pembuatan robot. Suatu hari, beberapa meteor mendarat di bumi dan dari dalamnya muncul segerombolan robot yang menyerang manusia. Salah satu gerombolan ini menyerang institusi riset Kurobe yang meneliti artifak di atas. Sang heroine, Yukina (yang juga adalah anak dari pemimpin institut riset Kurobe) secara tidak sengaja mengaktifkan artifak kotak raksasa. Dari dalam kotak tersebut, muncul seorang pria yang kemudian melawan pasukan robot dengan menggunakan pedang. Pria itu kemudian memanggil Yukina sebagai “tuan putri” dan juga dapat menggerakkan artifak robot raksasa.

Great character interaction

Tidak hanya ciri khas gambar background yang indah yang kembali dibawakan oleh P.A. Works, nampaknya mereka juga telah mempelajari cara membuat interaksi karakter yang lebih menarik dan enjoyable dari Shirobako. Sifat tiap karakter dan relasi di antara mereka tidak ditunjukkan melalui narasi atau dieja mentah-mentah, tapi melalui gerak-gerik dan interaksi antar karakternya.

3erkrmkr1a

Contohnya, hubungan antara Yukina dengan temannya, Mika, tidak pernah disebut sama sekali. Namun, hanya dengan obrolan biasa tanpa satupun penggunaan monolog ataupun eksposisi, kita bisa menangkap bahwa Mika adalah salah satu teman akrab Yukina yang kagum dengan orang-orang PBB/yang bekerja di institut riset Kurobe, dan juga nilai sekolahnya tidak begitu bagus.

Contoh lainnya adalah ibu Yukina yang digambarkan sering melupakan barang-barangnya bukan dengan disebut langsung oleh karakternya, tetapi karena ia memang ditampilkan berkali-kali melupakan barang bawaannya.

Badly designed & badly animated mechs

Jujur saja, saya banyak memuji berbagai aspek yang ada di anime ini. Tapi ada satu aspek yang menurut saya kurang, dan justru malah salah satu aspek terpentingnya yaitu aspek mecha. Biasanya (saya tekankan ya, BIASANYA, bukan selalu), salah satu tujuan anime mecha adalah memamerkan robot yang keren dengan aksi-aksinya yang keren supaya terus bisa jual mainannya (lain kalau tujuan jualnya bukan mecha. Contoh: Daimidaler yang menjual ecchi & komedi, Gargantia yang menjual slice of life, Bokurano yang menjual drama, dll).

Namun sayangnya, mecha yang ditampilkan memiliki desain yang menurut saya pribadi sangat tidak menarik (atau kasarnya, JELEGH). Bentuk, proporsi, warna, dan yang terutama joint-nya (sendi) memiliki desain yang sangat tidak mengenakkan. Joint-nya terlihat sangat rapuh dan tidak bisa menahan beban, telapak kaki super kecil yang bakalan jadi bencana kalau dibuat mainannya karena akan sulit mengatur keseimbangannya, dan lain-lain.

Entah apakah desain-desainnya sengaja dibuat setidak menarik ini, tapi sebagai penggemar seri mecha dari yang super jadul sampai yang baru, jujur saja seri ini memiliki salah satu desain mecha terburuk dari semua anime-anime mecha yang ada.

3erkrmkr2a

Bahkan robot ASIMO aja kelihatan jauh lebih canggih daripada ini

Sayangnya tidak hanya desain mecha-nya yang memiliki kekurangan. Kuromukuro menggunakan animasi hybrid, di mana karakter dan background-nya adalah gambar 2D sementara robot-robotnya adalah model 3D. Seperti kebanyakan (sekali lagi, KEBANYAKAN, bukan semua) anime serial TV mecha yang menggunakan 3D untuk robotnya, Kuromukuro tidak berhasil membawakan animasi yang “wah” untuk pergerakan robotnya. Hal ini sangat terlihat di episode 2-nya yang menampilkan pertarungan antara robot Kennosuke, sang tokoh utama, dengan salah satu musuh besar pertamanya.

Jika dilihat secara koreografi, pertarungannya menarik dengan flow yang jelas, dan gerakannya tidak asal-asalan. Sayangnya animasi dan sudut pandang kameranya sama sekali tidak menggambarkan energi dan impact-nya sama sekali (atau malah mengurangi impact yang seharusnya). Saya malah menjadi kesal karena saya mengerti apa yang ingin disampaikan oleh para staf tapi eksekusinya sangat kurang.

Yukina tembem

3erkrmkr3a

Chubby ach <3

Verdict: Bagus banget selain aspek mecha-nya/Tapi ini anime mecha

Mungkin aneh juga di satu sisi saya memuja-muja anime ini, tapi di aspek lain malah menghujat-hujat. Secara overall, saya pribadi sih suka banget anime-nya dan bakalan merekomendasi untuk ditonton cuma karena karakter-karakternya dan interaksinya. Tapi kalau kamu nyari anime mecha yang robotnya keren dan battle-nya seru, sayangnya ini sama sekali bukan anime yang cocok untuk Anda. Setidaknya di aspek selain mecha-nya, anime ini terhitung sangat bagus. Tapi saya tetap ga bakalan beli mainannya (kalau keluar).

3erkrmkr4a

Note: male nudity-nya hanya muncul di ep 1 saja. Penulis naruh 2 gambar Kennosuke bugil cuma buat nge-troll aja kok 😡

Signum: Pertama-tama saya ingin meminta maaf karena banyak gambar Kennosuke bugil dimasukkan oleh bukan_randy dalam artikel ini. Kedua, saya ingin bertanya kepada P.A. Works ‘kenapa mereka membuat anime mecha. Mungkin mereka ingin memperluas horizon mereka, bosan membuat drama, kini mereka ingin mencoba membuat anime genre lain. Tapi tetap saja yang bagus dari anime ini bukan mecha-nya, tapi keseharian dan interaksi para karakternya.

Episode 4 kayanya dia bugil lagi dah.

Episode 4 kayaknya dia bugil lagi dah.

It’s not necessarily bad, setidaknya saya masih sangat tertarik dengan anime ini karena banyak pertanyaan yang belum terjawab. Siapa itu Kennosuke, apakah benar Yukina itu reinkarnasi putri, bagaimana mereka mendapat teknologi mecha di jaman samurai, dan masih banyak lagi. Hanya saja, karena aksi mecha-nya yang (masih) jelek, ada bagian dalam hati saya yang membuat saya malas menontonnya. Mari berharap P.A. Works akan terus belajar memperbaiki kekurangannya itu sembari berjalannya anime ini.

Seragam sekolahnya juga agak eroi, tapi kayanya gak mungkin sekolah di Indonesia seragamnya bakal bisa begitu.