[3 Eps Rule] Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu

April 28, 2016 6:00 pm
[3 Eps Rule] Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu

Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu, atau yang akan selanjutnya disingkat dengan Re:Zero adalah salah satu anime yang pada awalnya tidak masuk dalam daftar tontonan saya. Karena selain tidak membaca source material-nya, anime ini juga sekilas memiliki tema NEET terperangkap di dunia fantasi. Rada mirip dengan sebuah anime yang tayang di season lalu. Tapi ternyata, keduanya berbeda jauh…

JOI - 3 eps rule re zero (2)

Keeping my expectation as low as possible is the key to enjoy every anime I’ve seen so far, bahkan sampai membuat beberapa kolega saya terkadang memanggil saya maso. Mungkin gara-gara saya menonton Cross Ange sampai tamat. Karena itu saya juga menekan ekspektasi saya mengenai Re:Zero supaya pengalaman menonton jadi lebih menarik, dan itu pilihan yang tepat.

Diangkat dari sebuah light novel yang ditulis oleh Tappei Nagatsuki, Re:Zero merupakan sebuah adaptasi yang sudah ditunggu cukup lama. Selain itu, anime ini juga tayang selama 25 episode membuat saya cukup tenang dengan harapan mereka tidak akan terlalu banyak memotong cerita. Re:Zero dibuat oleh studio White Fox yang sudah mengerjakan Akame ga KillSteins;Gate, dan Jormungand, sehingga saya rasa tidak akan ada masalah di hal kualitas.

It starts fairly slow

Episode pertama anime ini akan ditayangkan selama 1 jam, dan ada 2 cerita yang diceritakan dalam episode tersebut. Menurut saya, walaupun Subaru, protagonis anime ini secara tiba-tiba berpindah dunia, saya sama sekali tidak tertarik dengan episode pertamanya. Karena Subaru masuk ke sebuah petualangan yang penuh dengan cerita klise seorang karakter utama membantu heroine yang mungkin bisa menjadi love interest-nya. Setiap karakter juga banyak bicara hal-hal klise yang membuat saya berpikir “Aaaahh cepetan, mana ini ceritanya…” berkali-kali. Seeing cliche stories made my interest dropped a little, but…

Suddenly he’s dead.

Hah.. udah mati aja?

Hah.. udah mati aja?

Kematian Subaru di akhir episode pertama adalah hal yang membuat saya sedikit menaruh perhatian kepada anime ini. Sedikit demi sedikit saya mencoba melanjutkan menonton paruh kedua anime ini dan melihat kembali perjuangan Subaru melewati ‘rute’ lain dari cerita ini. Saya hanya bisa berharap dia tidak mati terus-terusan dan kita akan melihat Endless Eight part kedua. Otaku tua pasti ngerti apa maksud sayaIn the end, ternyata anime ini bisa membuat saya ketagihan menonton sampai kelewatan waktu tidur.

It’s beautiful

Menurut saya, Re:Zero is stunningly beautiful dengan anime-nya. Mulai dari karakter yang tergambar dengan baik, latar belakang yang detil, warna-warna yang cerah, bahkan mereka menganimasikan (mostly) hal-hal kecil seperti karakter figuran. Entah apakah bagimu itu tidak penting, tapi melihat karakter latar dianimasikan dengan cukup niat membuat saya merasa studio White Fox jauh lebih serius dibanding studio lain yang menggambar karakter latar benar-benar sebagai karakter latar. Diam, tidak bergerak, tidak penting, banyak studio yang mengadaptasi cara ini dan cara tersebut membuat saya sedikit kecewa karena mereka seharusnya bisa lebih baik lagi.

JOI - 3 eps rule re zero (4)

Emilia juga cantik…

Mereka juga membuat kota zaman medieval-nya dengan baik, hampir sama dengan bagaimana KonoSuba menggambarkan kota mereka. Gambar yang pas tersebut menciptakan atmosfir yang baik bagi anime ini. Mereka juga banyak menggunakan warna pastel, sehingga walaupun penuh dengan warna, anime ini terasa lembut dan warnanya tidak mencolok mata. Seperti dalam 3 Eps Rule Aokana, saya merasa warna-warnanya lembut dan tidak norak.

JOI - 3 eps rule re zero (6)

Elza juga manis kok….

Namun tidak hanya cantik, tiba-tiba anime ini bisa menjadi sangat gelap dan mencekam, seperti di akhir episode pertama. Mereka juga bisa tiba-tiba menjadi fast-paced action anime saat di episode ketiga, hal ini membuat saya tertegun karena jujur, itu di luar perhitungan saya.

Annoying Protagonist

Sumpah, Subaru banyak banget ngomongnya, mungkin inilah yang paling membuat saya tidak tahan dengannya. Pada awalnya saya menganggap dia adalah seorang NEET yang overproud dan meremehkan dunia fantasi tersebut, ditambah dia juga sedikit bego, jadi tidak sadar-sadar akan keadaan dia yang sebenarnya. Sangat susah menganggapnya serius karena dia juga terlalu banyak ngocol, dan Re:Zero adalah seri yang cukup serius so he’s really getting on my nerves.

JOI - 3 eps rule re zero (3)

That’s actually well posed.

Untungnya, ada yang namanya character development. Kalau dia terus berjalan di tempat yang sama, hampir saya pastikan saya tidak akan lanjut menonton. Untungnya dia berubah menjadi sedikit lebih bearable di episode 3, setidaknya dia sudah tahu apa yang harusnya dia lakukan.

Then again, I’m seeing a bleak future for this poor guy.

Verdict: Please don’t die/again

For the love of God, please don’t die again, Subaru. Setidaknya jangan sampai saya harus menonton episode di hari yang sama berulang-ulang kali, tapi sayangnya saya juga menyadari kalau itu adalah plot utama dari seri ini. Setidaknya saya berharap pengulangan-pengulangan berikutnya tidak akan semenyebalkan yang pertama-tama.

JOI - 3 eps rule re zero (8)

Stop being so imut please.

Selain masalah itu, saya rasa Re:Zero adalah anime yang bagus dan cocok untuk mengisi waktumu. Kamu tidak akan bosan dengannya dan ceritanya juga menarik. Saya benar-benar penasaran apakah Subaru akan selamanya tinggal di dunia tersebut atau dia akan kembali ke dunia aslinya. Saya juga penasaran apakah Subaru dan Emilia akhirnya akan jadian di akhir cerita. There’re lots of things still left unanswered, and the anime itself is moving on quite an enjoyable pace. Ya, mungkin Re:Zero adalah kandidat kuat Anime of the Season kali ini.

ricoricorii: Healing + Dark = Perfect Blend

Sepintas Re:Zero memiliki konsep seperti KonoSuba atau anime sejenisnya, terlempar ke dunia lain. Tetapi tidak seperti KonoSuba, Re:Zero memiliki atmosfir yang gelap pada episode awalnya. Yang saya suka, Re:Zero membuat mood anda menjadi seperti roller coaster karena paling tidak selama 3 episode ini tidak melulu bernuansa gelap dan kadang ada healing moment yang bikin hgnhhhhhhh. Sayang, akhir dari episode 3 ini agak klise menurut saya.

Selama 3 episode ini Re:Zero sukses memukau penonton dengan perkembangan ceritanya. Saya menantikan tiap episode dari anime ini tiap minggunya terutama pada kelanjutan cerita, character development Subaru, dan tentunya Emilia.