Mangaka Kuma Miko Mengakui Tidak Mengecek Skrip Animenya

June 22, 2016 5:00 pm
Mangaka Kuma Miko Mengakui Tidak Mengecek Skrip Animenya

Untuk kalian yang mengikuti anime Kuma Miko, mungkin kalian merasa anime yang awalnya diprediksi sebagai iyashikei alternatif selain Flying Witch ini malah berkompetisi dengan Re:zero sebagai suffering porn season ini memasuki pertengahan masa tayangnya. Hal ini diperparah dengan ending yang mendapatkan banyak reaksi negatif dari para penonton.

Sang mangaka, Yoshimoto Masume, yang nampaknya baru saja melihat akhir dari adaptasi anime karyanya ini, angkat bicara melalui Tumblr miliknya:

Mengenai animenya

Aku sudah menonton episode terakhir animenya.

Terima kasih untuk kerja keras semua staf animenya.

Aku yakin mereka telah melewati banyak cobaan.

Aku sendiri telah merasakan langsung kekuatan dari sebuah anime.

Terima kasih karena telah berjuang hingga akhir.

Sebelumnya aku menolak untuk mengecek naskah yang mereka kerjakan.

Mereka adalah profesional, karena itu semuanya kuserahkan kepada mereka.

Jadi sebenarnya aku tidak berhak untuk mengatakan ini.

Karena itu, aku akan coba untuk merespon sebagai penggemar manga-nya saja,

“Omongannya Yoshio yang itu, parah banget ya”

Mungkin begitu perasaan mereka.

Mohon bantuannya.

Nampaknya Yoshimoto-sensei memilih untuk menghormati para staf produksinya dengan tidak melakukan apapun daripada memberikan masukan yang mungkin dapat mencegah perubahan Machi yang sekedar anak kampungan menjadi seseorang yang sangat butuh bantuan profesional, atau setidaknya perlu ditempatkan ke lokasi yang orang dewasanya lebih waras.

Di sisi produksi sendiri terjadi suatu keanehan, penulis skrip episode akhir, Pierre Sugiura entah kenapa menghapus semua halaman social media-nya. Banyak yang berspekulasi hal ini diakibatkan oleh resepsi negatif episode akhir Kuma Miko (Yang mulai memasuki episode 11 adalah cerita orisinil) dari para penonton. Jujur saja saya sendiri merasa ending-nya lebih cocok untuk sebuah seri horor atau tragedi. Semoga saja sang penulis dapat belajar dari insiden ini, karena fanbase seri yang berikutnya akan dia kerjakanTouken Ranbu, cenderung lebih vokal dalam menyampaikan ketidaksenangan mereka.

Sebenarnya di Manga-nya sendiri semua penderitaan Machi hanyalah mimpi buruk yang segera dilupakan dan bukan paranoia berkepanjangan seperti di anime-nya. Namun nampaknya staf produksi percaya anime ini sangat membutuhkan plot idol dan lebih banyak penderitaan seorang introvert.

kumamiko-raw

Masih banyak komplain yang mau saya sampaikan, namun saya memutuskan untuk menyimpannya untuk Review akhirnya nanti.

Sumber: Yaraon