[Waifu Wednesday] Ayame Yomogawa

July 6, 2016 7:17 pm
[Waifu Wednesday] Ayame Yomogawa

Karena walaupun serinya kurang berkenan di hati, masih ada waifu yang berkilau menanti. Koutetsujou no Kabaneri adalah sebuah seri anime yang pada awalnya dijunjung tinggi oleh para penggemarnya dengan kemungkinan-kemungkinan cerita luar biasa didukung aksi keren penuh pertarungan epik yang sepertinya keluar dari relnya di pertengahan musim. Namun itu tidak berarti mereka tidak punya waifu material yang bagus, karena Ayame Yomogawa adalah waifu yang saya pilih untuk dibahas pada hari lebaran ini.

JOI - waifu wednesday ayame yomogawa (7)

Wanita-wanita dalam seri Kabaneri selalu memiliki charm tersendiri, setiap dari mereka terlihat sangat tegar dan tidak ada yang cengeng seperti di banyak anime lain. Bahkan Ayame yang notabene adalah seorang putri bangsawan nyaris tidak pernah menunjukkan sisi lemah, namun lebih sering menunjukkan sisi samurainya. Putri dari keluarga Yomogawa ini juga sangat dewasa dan tidak gampang terbawa suasana, mungkin jarang sekali kita melihat waifu yang bisa diandalkan seperti ini.

Kenapa saya membahas Ayame-sama dan tidak membahas Mumei mungkin semuanya sudah bisa menebak. Partially karena Mumei itu masih anak kecil, padahal cuma beda 3 tahun dengan Stella. Sayangnya Yukina dan Kajika juga kurang mendapatkan banyak porsi air time sehingga masih banyak yang belum bisa diketahui dari 2 gadis tersebut. Kalau saja ada season keduanya.

Lalu kenapa saya merasa Ayame-sama cocok untuk menjadi waifu? Mari kita bahas di bawah ini:

+ Her maturity through naivety

JOI - waifu wednesday ayame yomogawa (10)

Untuk seorang gadis berusia 17 tahun, Ayame-sama sepertinya dididik dengan baik untuk menjadi seseorang yang berjiwa besar dan memiliki toleransi tinggi. Setidaknya, itulah yang terlihat saat saya menonton seri Kabaneri. Saat semua orang merasa bingung apa yang harus dilakukan, dan ribut apakah mereka harus berjalan bersama Ikoma dan Mumei karena mereka Kabaneri, Ayame-sama tetap tenang dan memutuskan untuk mempercayai mereka. In a way, she’s also a naive but that’s 17 years old for you.

Seiring dengan berjalannya seri Kabaneri, Ayame-sama juga tumbuh semakin dewasa dan semakin bisa untuk diandalkan. Bagaimana dia melakukan negosiasi untuk mendapat bekal di perjalanan, bagaimana dia menghadapi orang-orang lain, juga bagaimana dia rela mengambil keputusan bekerja sama dengan Biba untuk menjaga keselamatan penumpang Koutetsujou.

+ Her looks

Tumbuh sebagai keluarga bangsawan, Ayame-sama juga memiliki perawatan diri yang luar biasa, di beberapa episode awal juga diperlihatkan kalau dia memiliki beberapa asisten yang akan memakaikan pakaiannya untuknya. Saya juga tidak bisa tidak menghiraukan fakta kalau dia sangat cocok dengan gaya rambut ponytail, dihiasi dengan sebuah bunga tersemat di antara rambutnya.

JOI - waifu wednesday ayame yomogawa (4)

17 tahun… 17 tahun… 17 tahun…

Ayame juga memiliki garis tubuh yang memukau untuk seorang gadis berusia 17 tahun, saya tidak heran kalau Kurusu is falling head over heels for her. Hal ini diperlihatkan saat Ayame harus membawa Biba ke Kongokaku dan bertemu ayahnya. Saya tidak tahu itu pakaian atas saran siapa, but it brings the curvature of her body rather well. Juga sedikit eroi.

+ Her martial art prowess

JOI - waifu wednesday ayame yomogawa

Tidak hanya pandai dalam hal diplomasi, Ayame-sama juga pandai dalam hal bela diri. Selain terlihat memiliki kepandaian di atas rata-rata dalam bidang memanah – he shoot a kabane right through the heart with a single jet-propelled arrow, Ayame juga sepertinya pandai dalam memakai Naginata. Walaupun pada akhirnya kita tidak bisa melihat kepandaiannya bermain Naginata karena saya tidak yakin dia bisa menang melawan Bab… Biba.

Keberaniannya di tengah kemelut serta cepatnya Ayame dalam mengambil keputusan sering membuat saya kagum. Saat dia mengancam akan menjatuhkan ‘white blood’ yang bisa menyelamatkan Mumei supaya Kurusu tidak diserang misalnya. Atau saat dia mau tidak mau patuh pada Biba untuk ikut naik ke keretanya, namun dia hanya mau naik bila diperbolehkan merawat Yukina yang terluka karena lemparan jarum Horobi.

+ Her caring nature

Saya yakin dia bisa menjadi seorang ibu yang hebat, karena perhatiannya yang begitu besar kepada semua orang tanpa pandang bulu. Mungkin tidak hanya seorang ibu, I’ll probably even pick her for presidential election, probably. Ayame-sama sepertinya melihat semua orang di Koutetsujou seperti keluarganya sendiri, dia akan memarahi mereka kalau mereka berantem, tapi tidak lupa akan mengayomi mereka bahkan di saat-saat yang susah.

JOI - waifu wednesday ayame yomogawa (3)

Dia juga dengan senyum yang tulus memberikan perbekalan bagi Ikoma untuk belanja barang-barang yang bisa digunakan untuk Tanabata. Menurut ekspresi dan nada bicara Kurusu, uang yang Ayame gunakan adalah uang yang penting bagi Ayame, namun rasa selfless-nya sepertinya jauh lebih besar daripada nilai uang tersebut. Contoh lain adalah saat dia berani memberikan darahnya sendiri kepada Ikoma, walaupun tidak ada orang yang tahu apa yang akan terjadi bila Ayame memberikan darahnya. Semua itu hanya supaya penumpang Koutetsujou selamat dari kabane.

Ayame-sama tentu adalah seorang waifu material yang baik, selama ini setidaknya saya hanya bisa melihat nilai plus saja dari dirinya. Mungkin kenaifan Ayame-sama adalah salah satu kelemahan terbesarnya, namun kelemahan terbesar itu sepertinya menghilang seiring perjalanannya bersama yang lain. Ayame-sama tidak hanya menjadi lebih kuat dan realistis.

JOI - waifu wednesday ayame yomogawa (6)

Lalu apakah ada penghalang kamu untuk meminang gadis santun yang satu ini? Mungkin.

– Kamu sudah bisa lawan kabane belum?

Salah satu ketakutan terbesar saya untuk hidup di dunia Koutetsujou no Kabaneri adalah banyaknya kabane/zombie yang hidup di dunia. I’ve never liked zombies, the prospect of turning into one of them and killing the people dear to me -or worse turning them into zombies- has been one of my biggest; albeit unrealistic fear. Saya bingung kenapa banyak orang yang berharap Zombie Apocalypse segera datang.

JOI - waifu wednesday ayame yomogawa (5)

Lebih parah lagi terkadang kabane bukan zombie biasa, ada bermacam-macam tipe kabane mulai dari yang biasa sampai yang bisa bermain pedang. Artinya mereka jauh lebih berbahaya dari zombie biasa dan sebaiknya dihindari sebisa mungkin. Setidaknya ada kesempatan bagi kamu untuk menjadi seorang kabaneri untuk melawan mereka, tapi itupun kalau kamu punya keberanian sebesar Ikoma yang menggantung dirinya di episode pertama.

– Pilih digigit kabane atau ditebas Kurusu?

JOI - waifu wednesday ayame yomogawa (9)

Episode terakhir memberikan sebuah bayangan bagi para penonton kalau Ayame-sama sepertinya memiliki sebuah perasaan lebih terhadap Kurusu, dan si samurai tsundere juga sepertinya mau dengan senang hati membalas perasaan tersebut. Kurusu adalah seorang samurai yang sejak awal selalu mendampingi Ayame-sama, dia juga sepertinya berani memberikan nyawanya bila untuk melindungi sang putri tersayang. Kalau kamu bisa selamat dari kabane, tidak ada jaminan kamu bisa menghindari tebasan pedangnya.

Sayangnya Koutetsujou no Kabaneri hanya mendapatkan 12 episode saja, dan saya sebenarnya berharap dia bisa ditayangkan lebih lama lagi. Selain karena ceritanya yang terasa terlalu cepat, setiap karakter dan side-chara sepertinya memiliki lebih banyak room for improvement. Termasuk juga waifu minggu ini, Ayame-sama yang saya masih ingin lihat lebih banyak lagi sisi lain dari dirinya.

JOI - waifu wednesday ayame yomogawa (8)

Mungkin dia takut sama kecoak, mungkin dia marah kalau makanannya direbut oleh orang lain, mungkin dia punya kebiasaan lain yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Sekarang saya hanya bisa berharap di dalam film layar lebarnya, masing-masing karakter akan digali jauh lebih dalam lagi daripada sebelumnya dan tidak penuh dengan adegan recap yang membosankan. Saya juga masih berharap adanya season kedua.