[Review] Zutto Mae Kara Suki Deshita

October 8, 2016 3:00 pm
[Review] Zutto Mae Kara Suki Deshita

Dalam gelaran AFA ID 2016 tahun ini, pengunjung diberikan kesempatan untuk menonton sebuah film yang sudah banyak ditunggu oleh orang-orang. Film-film tersebut adalah Kizumonogatari Part I: Tekketsu, Kizumonogatari Part II: Nekketsu, dan adaptasi live-action Ore Monogatari!! Namun mungkin, film yang paling membuat saya hype pada hari itu bukanlah film-film tersebut, tapi film adaptasi dari video klip Honeyworks, Zutto Mae Kara Suki Deshita.

Film yang diangkat dari video klip CHiCO bersama dengan Honeyworks yang menceritakan mengenai lika liku kehidupan cinta SMA yang penuh dengan suka duka. Jujur, alasan saya menonton film ini adalah karena Chico dan bukan karena hal lainnya. Saya hanya berharap film ini tidak akan seperti sinetron di TV lokal yang kebanyakan berubah jadi serigala.

joi-review-zutto-mae-kara-suki-deshita-6

Mengangkat tema kisah cinta SMA, saya tidak berharap banyak. Dari visual dan beberapa gambar sebelumnya yang bergaya shoujo saya tidak heran bila film ini akan lebih berat kepada para wanitanya dibanding kepada para pria. Namun bukan berarti film ini tidak bisa ditonton oleh para prianya.

Bittersweet love story

Zutto Mae kara Suki Deshita basically adalah sebuah cerita kisah kasih masa SMA yang penuh dengan pahit dan manisnya hubungan pelajar SMA. Film ini cukup simpel dan straightforward, dan sepertinya tidak banyak yang bisa saya ceritakan karena sebenarnya ceritanya pun cukup genericIf you’ve read shoujo manga, I bet you’ve read the story somewhere else.

joi-review-zutto-mae-kara-suki-deshita-8

Lucunya, walaupun ini adalah sebuah film yang cukup tipikal, ada pesona yang membuat para penonton tetap tertarik untuk menontonnya. Mungkin karena suara Tomatsu Haruka? Atau gaya gambarnya yang menawan dan menenangkan hati? Bisa juga karena suara lagu Honeyworks dan Chico yang membawa perasaan menonton film ini selalu pas dengan adegan-adegannya.

Film ini mungkin mudah ditebak dan jalur ceritanya pun cukup generic, karakternya tidak jauh berbeda dengan karakter dalam shoujo mangayou’ve probably seen it few times already. Tapi kami semua tetap terhibur dengannya.

Perfectly executed light jokes

Walaupun saya tidak berharap sama sekali film ini akan menjadi sebuah film yang lucu, but it did. Beberapa lelucon yang mereka bawakan bisa dieksekusi dengan baik dan tidak terasa dipaksakan. Mungkin memang ada beberapa lelucon yang sedikit mengarah ke audiens wanita, namun itu bukan masalah. Bila semua penonton pria saat menontonnya bisa tertawa bersama saya, kamu juga pasti bisa.

joi-review-zutto-mae-kara-suki-deshita-9

Lelucon yang disuguhkan pun bukan lelucon-lelucon receh, tapi lebih banyak dari karakter dan sifat mereka masing-masing yang menghidupkan suasana dalam seri ini.

Akarin best gurl

joi-review-zutto-mae-kara-suki-deshita-5

Yang ini memang penuh dengan subjektivitas, namun saya tidak bisa melepas perasaan yang satu ini. Sayang Akarin belum mendapat porsi yang begitu banyak dalam cerita cinta kali ini. Mulai dari perawakan sampai ke sifatnya yang ceria, bukan tidak mungkin bila saya akan membahas Akarin sebagai waifu di rubrik Waifu Wednesday berikutnya.

CHiCO and Honeyworks

Chico merupakan salah satu penyanyi favorit saya seperti yang sudah dijelaskan di dalam artikel Monday Music beberapa bulan lalu. Zutto Mae Kara Suki Deshita merupakan sebuah film yang terinspirasi dari lagu dia bersama dengan Honeyworks, dan tentu mereka menyanyikan lagu-lagu temanya. Bila kamu cukup jeli pun kamu bisa melihat penampakan Chico atau setidaknya gadis yang mirip dengan Chico dalam film ini.

Lagu-lagu yang sedikit ngebeat bisa mengangkat atmosfer film ini satu tingkat, namun tidak berarti Chico tidak bisa menyanyikan lagu-lagu yang pelan seperti balada. Tapi seperti biasa rentang suara dan vibe dari suara Chico dalam lagu Koi-iro no Sake memang selalu bisa membuat saya merinding di luar dan di dalam. Kapan kamu akan datang ke Indonesia? :'(

Banyak cerita dalam 1 film

Kalau kamu penggemar seri romantis, tentu film ini bisa memuaskanmu dengan baik, apalagi dalam satu film ini diceritakan banyak sekali hubungan antar karakternya. Jadi kamu tidak hanya disuguhkan oleh hubungan satu orang saja, tapi tiga pasangan langsung dengan masalah-masalahnya sendiri. Ada yang memperebutkan satu orang gadis, ada juga yang sama-sama tidak mau jujur kepada perasaannya sendiri, dan ada juga yang terlalu malu untuk mengungkapkan perasaannya masing-masing.

joi-review-zutto-mae-kara-suki-deshita-7

Ayo jadian pls.

Film pertama ini memang tidak begitu banyak menceritakan hubungan masing-masing karakter, namun terasa menjadi sebuah fondasi yang baik bagi cerita-cerita berikutnya. Saya benar-benar tidak sabar untuk melihat lanjutan hubungan mereka di film keduanya, karena menurut saya ceritanya masih bisa dikembangkan, dan video-video klip Honeyworks masih memuat beberapa karakter lagi yang belum diceritakan.

Verdict: Manisnya Cinta SMA/10

joi-review-zutto-mae-kara-suki-deshita-4

Walaupun mungkin Zutto Mae Kara Suki Deshita mungkin bukan sebuah film yang bombastis, completely original dan mungkn akan banyak dari kamu yang ragu sebelum menontonnya. Namun saya bisa pastikan kalau kamu senang dengan cerita cinta, this film is for you. Apalagi film ini bisa mengingatkanmu kembali ke masa-masa galau SMA yang tidak penting, dan bagi kamu yang memang masih SMA, film ini bisa menjadi pelajaran yang baik untukmu.

Film ini hidup dari hubungan dan interaksi para karakter, walaupun mungkin tidak akan membuatmu semangat, tapi saya yakin beberapa adegan bisa membuatmu gregetan di ujung kursi. Kamu jadi ingin mendukung hubungan si ini dengan si itu, kamu tidak ingin si anu jatuh ke pelukan si itu, kamu juga gatal ingin menggaruk layar televisi karena kelakuan beberapa karakter.

Bukan tidak mungkin juga kamu akan terharu di akhir cerita, I had to hold my tears back, I admit.

joi-review-zutto-mae-kara-suki-deshita-1

Manis, tapi juga pahit, if you want to see something beautiful, you’re not far off, really.