[3 Eps Rule] Stella no Mahou

November 6, 2016 5:00 pm
[3 Eps Rule] Stella no Mahou

Anime ini adalah sebuah seri slice of life yang mengangkat ceritanya dari sebuah manga 4-koma tentang para karakter yang didominasi karakter perempuan yang berusaha untuk membuat video game, saya tidak membicarakan tentang New Game!, saya bicara tentang “Stella no Mahou”

Apabila Drifters kemarin adalah apa yang saya harapkan dari seri Fate, Stella no Mahou adalah apa yang saya harapkan dari New Game!. Secara teknis seri ini setahun lebih tua dari New Game! dan adaptasi anime sendiri diumumkan bulan Januari lalu sehingga menganggap anime ini ngikut rasanya kurang tepat. Untuk 3 Episode Rules kali ini saya akan memberi impresi awal untuk anime buatan SILVER LINK tentang sebuah developer doujin game yang semoga saja kualitasnya tidak jatuh seperti Shokomeza dulu.

stella no mahou 02

Stella no Mahou adalah menceritakan tentang Tamaki Honda, gadis yang bergabung dengan klub SNS yang berfokus pada game development; sebagai artist walaupun gaya menggambarnya kelewat terpaku pada gaya manga shounen tahun 90an. Klub tersebut berisikan Shiina Murakami, ketua sekaligus programmer yang kemampuan komunikasinya payah; Ayame Seki, penulis yang berusaha keras untuk tidak membuat cerita chuuni yang dibuat sekedar untuk self-insert; dan Kayo Fujikawa, komposer yang selalu frustrasi dengan karya gubahannya.

It’s fully aware the hell that is game development

Satu hal yang membuat saya memberi perhatian lebih untuk seri slice-of-life yang sejujurnya cukup standar ini adalah kesadaran bahwa game development luar biasa sulit. Shiina selaku ketua klub memberitahu Tama bahwa klub mereka bukan untuk “bersenang-senang,” akan ada deadline yang harus dipatuhi, toolset yang harus dikuasai, dan berbagai tuntutan lainnya, walaupun skala buatan game mereka terbilang kecil.

Makanya saya sendiri cukup kagum dengan Shiina yang walaupun skill komunikasinya terbatas, dia sadar bahwa scope pengembangan yang masuk akal dan jadwal yang realistis harus diutamakan untuk membuat game yang berkualitas. Untuk seorang anak SMA dia jauh lebih sensible dibandingkan kebanyakan developer yang saya tahu.

stella no mahou 04

Scheduling? Scope yang realistis? Manajer yang anti feature-creep? developer apaan nih?

Sejauh ini kru SNS diterpa masalah yang menarik untuk seri semacam ini seperti kehilangan jalur distribusi yang menyebabkan perombakan jadwal dan tentunya harus mengalami crunch work yang sangat buruk untuk moral kerja.

More grounded cast

Kemampuan para karakter anime ini sejauh ini lebih realistik daripada seri lain yang sejenis. Biasanya anime tentang klub kreatif semacam ini selalu dipenuhi anak SMA yang super jenius atau pernah memenangkan banyak penghargaan. Kompetensi kru SNS hanya ditunjukkan dengan fakta bahwa mereka pernah berhasil merilis sebuah game dan sepenuhnya sadar bahwa mereka hanya anak SMA sehingga target game mereka cukup realistik, secara pribadi saya jauh lebih kagum dan mudah berempati dengan cast semacam ini.

Saya terutama berempati dengan penulis yang ceritanya jelas-jelas dihasilkan oleh tekanan deadline

Saya terutama berempati dengan penulis yang ceritanya jelas-jelas dihasilkan oleh tekanan deadline

Di berbagai ulasan sebelumnya saya sendiri cukup vokal tentang ketidaksukaan saya untuk karakter yang kelewat “steril,” saya awalnya agak kurang menyukai Tama, namun setelah kru SNS sendiri mengatakan bahwa Tama itu kelewat “murni” dan sedikit merasa bersalah menyeretnya ke Game Development, saya jadi lebih menyukai keberadaannya.

Verdict: The Iyashikei of the season

Ini adalah satu lagi anime tentang Doujin/Indie game, hanya saja Stella no Mahou sepenuhnya sadar bahwa membuat game itu sulit, dan benar-benar menyelesaikan pengembangan sebuah game itu tidak mungkin. Anime ini jelas bukan versi game development dari Shirobako, namun sejauh ini saya jauh lebih menyukai pembawaan seri ini dibandingkan Saekano dan (tentunya) Shokomeza.

stella no mahou 03

Sejauh ini satu hal yang membuat saya kurang menikmati anime-nya adalah efek bloom khas Silver Link yang kesannya malah membuat tiap karakter memancarkan radiasi nuklir. Saya bersedia menolerir hal tersebut karena di berbagai aspek lainnya eksekusinya mencukupi. Stella no Mahou walaupun tidak saya anggap sebagai slice-of-life yang sangat wajib ditonton, sangat saya hargai karena menggambarkan game development dengan lebih baik daripada seri sebelumnya yang pernah tayang.