[JOI Weekend] 6 Penyanyi Yang “Dikutuk” Karena Menyanyikan Lagu Gundam AGE

November 19, 2016 3:31 pm
[JOI Weekend] 6 Penyanyi Yang “Dikutuk” Karena Menyanyikan Lagu Gundam AGE

Meski ada yang mengatakan Gundam AGE merupakan serial Gundam yang paling jelek sepanjang masa, tetapi saya sendiri senang dengan serial tersebut. Bukan karena ceritanya melainkan karena artis yang mengisi lagu pembuka dan penutup serial tersebut.

Kebanyakan artis entah itu band atau penyanyi tersebut merupakan pendatang baru di dunia musik Jepang atau langsung terkenal setelah merilis beberapa single dan album pasca Gundam AGE. Gundam AGE juga menawarkan variasi musik dalam lagu pembuka dan penutupnya entah itu Galileo Galilei dengan semangat afrofunk dan art-pop, Negoto dengan new wave dan indie rock, SPYAIR dengan hard rock sampai Flower dengan polesan R&B dan dance-pop.

Mendengar soundtrack Gundam AGE menjadi pengalaman musikal tersendiri karena saya banyak mengenal musik Jepang bagus untuk pertama kalinya dari sana (Big thanks buat tim Sony Music Japan yang pintar memilih artis dan lagu untuk dipromosikan dalam Gundam AGE.)

Tetapi menurut situs Esuteru ada enam artis yang mengalami semacam kutukan setelah mengisi lagu untuk Gundam AGE entah itu grupnya atau bubar atau penyanyi mengalami musibah. Untuk JOI Weekend kali ini, marilah kita teliti satu-satu siapa saja artisnya.

Galileo Galilei (Pengisi Opening 1, Bubar)

galileo160126b

Band indie pop/indie rock yang populer berkat lagu “Aoi Shiori” mengisi lagu pembuka pertama serial ini dengan “Asu e” (明日へ) dengan musik afrofunk yang berbeda dari lagu pembuka anime kebanyakan. Band yang juga pernah mengisi anime Haikyuu, Ano Hana dan Big Windup ini merilis empat album sepanjang karir mereka. Mereka hanya sanggup bertahan selama sembilan tahun dengan formasi akhir Yuuki Ozaki, Hitoshi Sako, dan Kazuki Ozaki. Mereka merilis album “Sea and The Darkness” dan “Sharin no Juku” sebagai album perpisahan mereka sebelum membubarkan diri dengan melakukan konser terakhir mereka di Nippon Budokan pada 11 Oktober 2016 kemarin.

ViViD (Pengisi Opening 3, Bubar)
vivid

Band visual kei yang diisi oleh Shin, Reno, Ryouga, Iv, dan Ko-ki mengisi lagu pembuke ketiga dengan lagu “REAL” yang sekilas mirip dengan lagu L’Arc~En~Ciel. Semasa perjalanan karirnya band yang merupakan anak didik dari label visual kei ternama PS Company ini mengeluarkan dua album dan dua belas single. Sayang perjalanan mereka terhenti pada tahun 2015 setelah berjalan bersama sebagai ViViD selama enam tahun. Selain mengisi Gundam AGE mereka juga pernah mengisi soundtrack untuk Bleach dan Level E. Mereka melakukan konser perpisahan di Pacific Convention Plaza Yokohama pada 29 April 2015.

Eir Aoi (Pengisi Opening 4, Hiatus Panjang Karena Alasan Kesehatan)

aoi-eir

Penyanyi berusia 27 tahun ini mengawali karirnya dalam dunia anisong dengan mengisi lagu penutup Fate/Zero dengan lagu “Memoria” setelah itu ia mengisi untuk Gundam AGE dengan lagu “Aurora” dan dirilis pada 5 September 2012. Pasca Gundam AGE ia menyanyikan lagu tema untuk serial populer seperti Sword Art Online, Kill La Kill, Arslan Senki, dan Aldnoah.Zero.

Sepanjang karirnya ia telah mengeluarkan empat album dan 13 single. Pada 17 Agustus 2016 Eir mengumumkan bahwa ia akan hiatus dalam waktu yang tidak ditentukan karena alasan kesehatan.Diprediksi tur keliling dunia dan terus menerus mengeluarkan materi baru menjadi penyebab utama kesehatan Eir semakin memburuk. Ia melakukan konser perpisahan kepada para penggemarnya di Nippon Budokan pada 4 dan 5 November 2016 sebelum rehat dari dunia musik.

Minami Kuribayashi (Pengisi Ending 1, Cerai dan Didera Masalah Keluarga)

minami-kuribayashi

Penyanyi anisong yang sudah senior ini juga merangkap seorang seiyuu. Ia pernah mengisi suara untuk anime Kimi ga Nozomu Eien, Mai Otome, dan School Days. Penyanyi yang mempunyai nama lahir Kumiko Murakami juga pernah mengisi lagu tema untuk anime populer seperti Infinite Stratos, Chrono Crusade, Hataraku Maou Sama, dan lain sebagainya. Ia memberi lagu “Kimi no Naka no Eiyuu” untuk menjadi lagu penutup pertama pada serial Gundam AGE.

Ternyata kabar tak sedap melanda penyanyi berusia 40 tahun ini, ia dikabarkan telah bercerai dengan suaminya dan dibebani banyak masalah keluarga. Hal ini membuat ia sempat hiatus untuk beberapa waktu dan kembali dengan nama baru dengan menghilangkan kata Kuribayashi dan menggunakan Minami sebagai identitas barunya.

Spyair (Pengisi Ending 2, Sempat Hiatus Karena Vokalisnya Sakit Parah dan Salah Satu Personilnya Mundur)

spyair

Grup alternative rock asal Nagoya yang diisi oleh Ike, UZ, Momiken, dan Kenta merupakan salah satu nama yang paling panas dalam musik Jepang saat ini. Mereka terkenal berkat mengisi banyak sekali anime seperti Gintama, Samurai Flamenco, dan yang paling memorable ialah lagu untuk anime Haikyuu. Mereka pernah mengisi lagu untuk Gundam AGE dan menjadi penutup kedua seri ini dengan judul “My World”.

Band yang sudah mengeluarkan 19 single dan 4 album ini pernah mengumumkan bahwa mereka akan rehat karena vokalis mereka Ike terkena penyakit tenggorokan yang semakin parah. Mereka juga kehilangan personil mereka bernama Enzel yang mengundurkan diri setelah mereka berhasil menggelar konser di Nippon Budokan pada tahun 2012. Untunglah hiatus mereka hanya berlangsung satu tahun dan mereka mengeluarkan single terbaru mereka “Rage of Dust” yang menjadi lagu pembuka musim kedua Gundam Iron Blooded Orphans.

Faylan (Pengisi Ending 3, Hiatus Panjang Karena Alasan Kesehatan)

faylan

Penyanyi asal Saitama ini adalah salah satu penyanyi anisong kenamaan. Perempuan yang pernah bernyanyi dalam gelaran Ennichisai 2015 ini memasukkan lagunya “White Justice” sebagai lagu penutup ketiga dari seri Gundam AGE dan dirilis pada 23 Mei 2016. Sepanjang karirnya ia telah mengeluarkan empat album dan sembilan belas single dari tahun 2005. Sayang karir ia terhenti untuk waktu yang ditentukan karena penyakit autoimun yang dideritanya sehingga dia harus beristirahat dalam waktu yang panjang. Untungnya sekarang kesehatannya sudah membaik,

Tentu saja semua observasi ini sangat mungkin hanya sekedar kebetulan, karena dengan banyaknya artis yang meninggal atau pensiun, entah dari barat maupun timur; secara umum tahun 2016 bukanlah tahun yang menyenangkan untuk dunia kreatif. Kalaupun “kutukan” ini memang benar ada, semoga saja AGE sudah kenyang dengan penderitaan para artis diatas dan tidak meminta korban lagi.