[First Impression] Sword Art Online: Hollow Realization

November 20, 2016 6:00 pm
[First Impression] Sword Art Online: Hollow Realization

Sword Art Online adalah salah satu seri game adaptasi anime yang mendapatkan sukses yang cukup tinggi. Bagaimana tidak, Bandai Namco sudah merilis 4 game dari seri tersebut dan 3 di antaranya mendapatkan versi Inggris, suatu hal yang sangat jarang terjadi untuk game yang mengadaptasi anime. Game terbarunya yang berjudul “Sword Art Online: Hollow Realization” sudah dirilis dengan jadwal rilis yang tidak berbeda jauh antara versi Jepang dan versi Inggrisnya.

Jelajahi Dunia Baru Bernama Ainground

Game keempat dari seri Sword Art Online untuk konsol ini diluar dugaan banyak orang. Karena Lost Song mengambil setting di ALO, tentunya banyak yang mengira game berikutnya akan mengambil setting di GGO. Tetapi ternyata Hollow Realization mengambil setting di Sword Art: Origin, sebuah VRMMORPG baru yang serupa dengan SAO. Game tersebut mengambil setting di Ainground, sebuah lahan yang serupa dengan Aincrad, tetapi kali ini berupa dataran yang sangat luas. Kirito dan kawan-kawannya diundang untuk mengikuti beta test dari game yang akan diluncurkan tersebut.

first-impression-sao-hollow-realization-3

Ceritanya dimulai ketika Kirito bertemu dengan seorang NPC misterius yang tidak memiliki nama dan setting apa pun. Ketika berbicara dengannya, Kirito mendapatkan quest untuk mengantarnya ke suatu titik dan hadiahnya hanya 1 Col (mata uang game). Tetapi setelah sampai tujuan, sang NPC kembali lagi ke kota. Kirito dan kawan-kawannya pun memutuskan untuk berteman dengan NPC yang diberi nama Premiere. Dalam Hollow Realization, kalian akan mengungkapkan misteri dibalik Premiere yang berhubungan dengan dunianya.

Peningkatan Sistem Pertarungan yang Cukup Baik

Hollow Realization dikerjakan oleh Aquria, studio yang mengerjakan Infinity Moment dan Hollow Fragment. Karena itu, gameplay-nya lebih mirip dengan kedua game tersebut daripada game SAO sebelumnya, Lost Song yang dikerjakan oleh Artdink. Sistem pertarungan di Hollow Fragment cukup “unik.” Karakter akan otomatis menyerang, jadi kalian hanya perlu mengatur skill saja. Tetapi kalian juga tetap bisa melakukan serangan manual yang memakan gauge khusus. Hal ini cukup mengganggu pertarungan. Untungnya untuk Hollow Realization, Aquria menghadirkan peningkatan yang terasa lebih luwes.

first-impression-sao-hollow-realization-4

Sekarang, kalian akan menyerang dengan menggunakan kotak. Untuk mengaktifkan Sword Skill kalian bisa menggunakan segitiga dan menangkis dengan lingkaran. Tombol segitiga dan lingkaran bisa diubah sesuai keinginan kalian, bahkan masing-masing tombol memiliki kombinasi alternatif untuk mengaktifkan kemampuan yang berbeda.

Sayangnya, kombinasinya cukup aneh. Untuk melakukan kombinasi, kalian menggunakan analog kiri dengan variasi dorong ke depan, dorong ke depan 2 kali, atau diputar menjadi lingkaran. Hal ini membuat kontrol sedikit tidak enak, karena kadang salah mengaktifkan Skill. Untuk cara lain, kalian bisa membuka Pallete yang sama dengan game-game sebelumnya. Sayangnya hal ini cukup tidak efisien juga karena kini pertarungan jadi lebih penuh aksi, sulit untuk memilih Skill sambil memperhatikan pertarungan.

first-impression-sao-hollow-realization-2

Hal lainnya yang cukup menganggu ketika bertarung adalah animasi serangan. Animasi terasa kaku jadi cukup sulit untuk melakukan evade yang akan memberi kalian buff apabila menghindar di saat yang tepat. Sayangnya melakukan evade dengan timing yang tepat cukup sulit karena animasi serangan lawan juga kadang sering “menipu” hingga timing menghindar berantakan. Belum lagi kalau ukuran musuh kecil atau setara karakter, kalian tidak akan bisa melihat animasi lawan karena tertutup oleh serangan kalian.

Terjemahan yang Lebih Baik, Tapi…

Salah satu hal yang dikritik dari game-game sebelumnya adalah proses terjemahan yang kurang bagus. Selain ada salah ketik, terjemahannya terasa sangat “Engrish.” Untungnya kali ini terjemahan jauh lebih baik. Tetapi entah kenapa terjemahan yang digunakan untuk masing-masing karakter terasa berlebihan. Hal ini membuat karakter terasa lebih hiperaktif atau penuh semangat. Hal ini terasa sangat janggal apabila kalian mengerti bahasa Jepang karena voiceover game ini hanya menggunakan bahasa Jepang saja.

first-impression-sao-hollow-realization-5

Dua hal yang kurang bisa dinikmati dalam Hollow Realization adalah sistem komunikasi dan ukuran peta. Untuk komunikasi, kalian bisa mengajak karakter ke tempat-tempat tertentu untuk mengobrol, termasuk di atas ranjang. Kalian akan bisa memberi respon berupa “iya atau tidak” dan jawaban kalian akan mempengaruhi tingkat kedekatan karakter. Sayangnya dialog yang dihadirkan selalu serupa, jadi cepat bosan. Belum lagi proses menambahnya tingkat relasi cukup lambat, jadi kalian harus rajin menghabiskan waktu di kota untuk meningkatkan relasi. Hal ini cukup mengganggu pace permainan dari yang tadinya penuh aksi menjadi sangat pelan dan hanya mengobrol saja.

first-impression-sao-hollow-realization-6

Memang fitur ini bisa dibilang opsional, tidak akan mempengaruhi cerita utama. Tetapi yang membuat saya kesal adalah sistem ini dikaitkan dengan sistem equipment karakter rekan kalian. Contohnya adalah kalian bisa mengganti senjata karakter rekan pada tingkat relasi 4 dan armor pada tingkat relasi 5. Untungnya karakter tetap akan mengganti equipment secara otomatis apabila naik level tertentu. Tetapi hal ini akan sangat menggangu kalian apabila ingin mengganti ke armor DLC berupa kostum maid, nightwear, dan lainnya.

Hal kedua adalah ukuran peta yang cukup besar. Di satu sisi, ukuran peta yang sangat besar ini memang cukup memuaskan karena kalian bisa menjelajahinya dengan bebas. Meski sudah dibagi-bagi, ukuran masing-masing segmen peta cukup besar. Ukurannya cukup mengganggu ketika kalian harus melakukan backtracking atau salah jalan.

Verdict: Perubahan ke Arah yang Benar

first-impression-sao-hollow-realization-7

Meski masih ada beberapa kekurangan, peningkatan di Sword Art Online: Hollow Realization bisa dibilang menuju ke arah yang lebih baik. Gameplay terasa lebih ke action RPG meski masih ada beberapa hal yang terasa kurang memuaskan. Apabila kalian penggemar Sword Art Online, game ini pantas kalian koleksi. Tetapi kalau kalian ingin JRPG yang penuh aksi, game ini mungkin kurang cocok karena pacing yang kadang terasa lambat.