Pendapatan Kota Hida, Inspirasi ‘Kimi no Na wa’ Meningkat Milyaran Yen
by signum
November 27, 2016 10:48
Kota Hida yang terletak di prefektur Gifu mendapatkan kejutan yang tidak disangka-sangka tahun ini. Beberapa tempat dalam kota ini menjadi inspirasi yang dipakai untuk film terbaru buatan Makoto Shinkai, Kimi no Na wa yang kini sedang sukses di pasaran. Karena film tersebut juga, pendapatan kota ini meningkat sampai milyaran Yen!
Dilaporkan kota Hida berhasil mendapatkan 18,5 milyar Yen atau sekitar 200 milyar Rupiah tahun ini. Dipercaya pendapatan tersebut adalah hasil prestasi film tersebut dan pemasaran yang dilakukan oleh para penggemarnya.
Kota tersebut juga baru-baru ini menawarkan “Tur Napak Tilas Kimi no Na wa” untuk memanfaatkan momentum yang didapatkannya, dan para penggemar tidak membuang-buang waktu. Banyak turis yang datang untuk melihat-lihat isi kota, dan mengabadikan momen-momen mereka di lokasi-lokasi yang menginspirasi film tersebut. Salah satu tempat yang paling terkenal adalah Perpustakaan Kota Hida yang memperbolehkan penggemar untuk mengambil foto interiornya menjadi tujuan yang sangat populer.
飛騨市図書館へ巡礼。
綺麗だし、応対も丁寧な素晴らしい図書館です。 #飛騨市図書館きたよ pic.twitter.com/Lch8XD3qcg— 山内鉄也 (@tecchi510) November 19, 2016
高速出るとこでめっちゃ警察おって止められてびびった😩お母さんシートベルトしとってよかった😊#飛騨市図書館きたよ #一応場所みてきたよ pic.twitter.com/cY2G52piBg
— えだまめ ななせ (@tamxn02) November 22, 2016
#君の名は 聖地巡礼(❁˙ ˘ ˙❁)✧‧˚
受付で撮影許可証を申請すれば館内で撮影が出来ます(ˊ˘ˋ*)#飛騨市図書館きたよ pic.twitter.com/f7FxzaEj4y
— 野呂 陽菜 (@noronorochan) November 24, 2016
Ini memang bukan pertama kalinya sebuah seri anime membuat sebuah kota menjadi populer dan menambah pendapatan daerahnya. Seri-seri seperti Love Live!, Haifuri, dan Girls und Panzer juga berhasil membantu kota-kota yang menjadi inspirasi mereka menjadi lebih terkenal dan meningkatkan pendapatannya dengan berbagai macam cara.
Sumber: Rocketnews
Jurnal Otaku Indonesia adalah sebuah media yang membahas berita-berita yang berkaitan dengan Jepang, baik itu culture maupun pop-culture, mulai dari yang unik, aneh hingga yang luar biasa penting.
Copyright 2013 - 2020 © Jurnal Otaku Indonesia. All rights reserved, unless otherwise indicated.
Comments