[Celebrity Sunday] Rumiko Takahashi

December 4, 2016 2:49 pm
[Celebrity Sunday] Rumiko Takahashi

Celebrity Sunday kali ini akan membahas tentang Rumiko Takahashi, mangaka legendaris yang menjadi inspirasi banyak mangaka yang kalian sukai.

Rumiko lahir pada tanggal 10 Oktober 1958 dan berasal dari keluarga bidan yang terkenal di wilayah Niigata. Dia adalah anak bungsu dari 3 bersaudara. Waktu kecil, dia sering membaca shonen manga milik kakaknya dan menyukainya. Rumiko pun mulai sering mengirimkan manga karyanya ke berbagai majalah seperti Weekly Shonen Sunday dan Monthly Manga Garo pada saat SMP. Begitu masuk SMA, Rumiko mendirikan klub manga bersama teman sekelasnya yaitu Youko Kondou yang menjadi mangaka juga.

celebrity-sunday-rumiko-takahashi-5

Pada saat SMA ini, Rumiko menikmati novel-novel karya Yasutaka Tsutsui yang terkenal mengarang The Girl Who Leapt Through Time (Toki wo Kakeru Shoujo). Karena itu, manga yang dibuatnya pun jadi terpengaruh dengan gaya cerita Yasutaka yang berupa slapstick comedy dengan tema science-fiction. Pada saat kelas 2 SMA, Rumiko mengirim manga setebal 40 halaman ke Weekly Shonen Magazine tetapi ditolak. Hal ini membuat Rumiko menyerah mengejar mimpinya menjadi mangaka.

Setelah lulus SMA, Rumiko pindah dari Niigata ke Tokyo karena ayahnya mengatakan, “Karena kau adalah anak yang tidak baik, kalau ada di rumah maka keluarganya jadi tidak baik juga.” Pada saat kuliah, dia membangun klub manga lagi bersama mangaka Hanako Mejiro. Tepat setelah tahun pertama selesai, Rumiko berguru dengan Kazuo Koike yang baru saja bergabung dengan tempat belajar menjadi mangaka bernama Genga Sonjuku. Kazuo mengatakan kepada Rumiko bahwa dia bisa menjadi mangaka profesional dan langsung memberi latihan khusus.

celebrity-sunday-rumiko-takahashi-1

Pada saat sibuk kuliah, tepatnya pada tahun 1978, Karya Rumiko yang berjudul Katte na Yatsura berhasil memenangkan Shogakukan Newcomer Comic Award kedua dalam divisi shonen. Manga karyanya mendapatkan pujian dari mangaka Hideo Azuma yang sering mendapatkan pengawasan ketat dari editornya. Dia terkenal mengarang manga shonen yang bertemakan science-fiction. Setelah membaca manga karya Rumiko, Hideo mengatakan “manga telah kembali lagi.” Dia sampai membeli majalah Weeekly Shonen Sunday yang dilengkapi dengan manga Katte na Yatsura hingga 3 kali.

Setelah debut, Rumiko meluncurkan serial Urusei Yatsura yang bertemakan science-fiction comedy. Tentunya serial ini sangat terkenal, bahkan menginspirasikan banyak anak-anak untuk menjadi mangaka. Selama setengah tahun pertama, Urusei Yatsura terbit secara tidak teratur karena Rumiko masih sibuk kuliah. Tetapi setelah lulus pada tahun 1980, manga tersebut jadi rutin terbit pekan. Di tahun yang sama, Rumiko meluncurkan serial baru yaitu Maison Ikkoku yang ditujukan untuk demografi seinen. Keduanya berjalan secara bersamaan dan tamat di tahun 1987.

celebrity-sunday-rumiko-takahashi-2

Setelah keduanya tamat, Rumiko langsung meluncurkan serial baru yaitu Ranma 1/2 yang ditargetkan agar bisa dinikmati oleh anak-anak. Serial tersebut rilis pada tahun 1987 hingga tahun 1996. Masih di tahun 1996, Rumiko meluncurkan serial baru lagi yaitu Inuyasha yang berjalan hingga tahun 2008. Di tahun berikutnya, Rumiko meluncurkan Kyoukai no Rinne yang masih berjalan hingga saat ini. Seluruh serial yang dikerjakan oleh Rumiko diadaptasi menjadi anime dan sukses semua.

celebrity-sunday-rumiko-takahashi-4

Rumiko terkenal sebagai “iblis pekerjaan” karena sangat menjunjung tinggi profesionalisme. Selain itu, dia juga terkenal bisa menggambar dengan cepat. Menurut mangaka Hanako, Rumiko pernah menyelesaikan 1 chapter Urusei Yatsura dalam waktu 27 jam saja. Rekor lainnya adalah menyelesaikan 16 halaman Ranma 1/2 dalam waktu 2 hari untuk setiap chapter. Rumiko juga terkenal sebagai pelopor mangaka perempuan yang membuat manga shonen.