[Interview] Fansubber yang Memperbaiki Subtitle Kimi no Na wa di Indonesia

December 11, 2016 5:13 pm
[Interview] Fansubber yang Memperbaiki Subtitle Kimi no Na wa di Indonesia

Begitu kabar Kimi no Na wa atau Your Name (YN) masuk ke Indonesia pada 7 Desember 2016 semua langsung larut dalam euforia. Menurut statistik JOI artikel tentang jadwal rilis film YN di Indonesia mencapai 10 ribu direct share dan 24 ribu view hanya dalam waktu satu bulan. Euforia ini menandakan bahwa YN memang ditunggu-tunggu di Indonesia dan sukses membawa enam ribu penonton dalam waktu 4 hari dan akan terus bertambah.

Tetapi sebelum YN tayang ada keresahan yang muncul dan berkembang luas di internet yaitu the infamous yellow Indonesia sub atau sub kuning Indonesia yang ngaco dan tidak sesuai dengan diksi yang ada. Hal ini sempat membuat euforia YN menurun dan rentetan kekecewaan muncul di berbagai media sosial dan mengeluhkan subtitle tersebut.

Untungnya ada orang baik yang secara sukarela memperbaiki subtitle bahasa Indonesia dari YN agar penonton merasa puas melihat filmnya dan semakin mengerti apa maksud dari film tersebut. JOI berbicara dengan Fathi Anshory yang dengan senang hati memperbaiki subtitle atau takarir dari YN melalui fansub yang ia dirikan Se~No!! Fansubs pada hari peluncuran YN di Bandung. Selain berbicara tentang YN kita juga berbicara tentang kultur fansub di Indonesia.

Kenapa mau memperbaiki subtitle YN?

Saya prihatin dengan kualitas subtitle yang kacau dan rancu dari segi bahasa Indonesia. Hal ini tentunya bisa menurunkan semangat penonton dalam menonton film ini ketika diputar di bioskop.

Ceritain kronologi kenapa subtitle buatan kamu diterima dan dimasukkan dalam trailer YN di Indonesia

Ketika saya liat trailer pertama kali tanggal 26 November 2016 saya langsung prihatin dan cemas. Saya mikir film kualitas tinggi kaya gini kalau sub-nya berantakan sayang dan ke depannya ngeri nggak bagus lagi. Lalu saya posting di kolom komentar CGV Blitz pakai Se~No!! Fansubs dan bikin petisi kalau ada 1000 like dalam komentar ini maka saya akan mengedit sub YN. Dalam waktu 26 jam 1000 like terkumpul.

Lalu saya mulai mengerjakan sub filmnya dan sumber film yang saya ambil adalah versi bajakan yang beredar di internet terus saya timing dan kerjain sendiri. Besoknya saya kirim melalui page contact us yang ada di laman distributornya beserta keluhan saya atas sub-nya sambil menawarkan solusi.

Tiga hari kemudian pihak distributor memberikan lampu hijau untuk membuat sub trailer YN versi Indonesia dan boleh diedit sebanyak mungkin. Saya dikasih trailer raw dan diminta tolong untuk menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Untuk subtitle filmnya katanya dipertimbangkan untuk dipakai.

Menurut kamu bagusan mana film yang di-dub atau di-sub?

Sub

Kenapa?

Mempertahankan konteks dari bahasa aslinya. Kalau pake dub maknanya suka hilang dan kadang joke atau kata khusus yang muncul didalamnya jadi tidak tersampaikan, belum lagi kalau suaranya tidak cocok dengan karakter yang dimainkan dalam film/serial tersebut.

Awal mula masuk ke dunia fansub gimana?

Awalnya saya suka sama Silky Sub KAORI yang terjemahin K-On!! Season 1 tahun 2009. Saya mikir “Wah keren ya ada sub lokal tapi gak resmi”.

Salah satu screenshot anime Kanon yang dikerjakan oleh fansub KAORI

Salah satu screenshot anime Kanon yang dikerjakan oleh fansub KAORI

Kepikiran buat bikin Sen~no Fansub gimana ceritanya

Waktu K-On!! Season 2 mau rilis saya langsung inisiatif buat nerjemahin per minggu dan menjadi debut dari Sen~no. Saya mikir bahwa fansub lokal ini bisa jadi tren baru. Terakhir aktif nge-sub 2012 karena membernya transisi dari Cirebon ke Bandung dan anime terakhir yang di-sub adalah musim kedua Yuru Yuri.

Suka duka pas jadi fansubber?

Banyak pengorbanan terutama waktu dan internet. Waktu itu internet belum secepat sekarang dan numpang ke orang lain juga. Senengnya pas tanggapan orang dengan sub K-On!! positif. Saya juga melatih ilmu bahasa Jepang melalui fansub yang saya kerjakan mungkin kalo saya dulu ga nge-sub ilmu bahasa Jepang saya cetek kali. Fansub juga membantu saya untuk melatih ilmu bahasa Indonesia saya terutama dalam mencari kata dan merangkainya.

Pengerjaan fansub berapa lama hingga bisa ditonton oleh banyak orang?

Satu episode bisa memakan waktu 4 jam dan belum termasuk upload dan saya meng-upload biasanya besok siang.

Ada kaitannya nggak antara fansub dan kultur anime atau Jejepangan di Indonesia?

Pastinya ada. Kalau nggak ada fansub mungkin kultur anime di Indonesia nggak berkembang pesat seperti sekarang.

Faktor apa yang bisa menyebabkan hal tersebut?

Biasanya anime dari situs download luar itu ukurannya bisa 300 – 500 MB untuk satu episode dan hal tersebut memberatkan penggemar karena di Indonesia koneksi internet masih lelet pada waktu itu dibanding sekarang. Saya coba mengecilkan data dari anime tersebut menjadi 50 – 100 MB supaya bisa ditonton oleh khalayak ramai.

Menggunakan sub bahasa Indonesia juga membantu penggemar anime di pelosok yang kemampuan bahasa Inggrisnya masih rendah makanya saya bisa bilang bahwa kultur fansub di Indonesia membantu perkembangan kultur anime di Indonesia.

Gimana kamu melihat fansub Indonesia sekarang?

Fansub di Indonesia sudah mulai banyak tapi sayangnya fansub dengan kualitas yang bagus seperti dulu sudah mulai berkurang. Saya juga melihat fansub sekarang mengejar keuntungan dan kecepatan tapi kualitasnya tidak diurus. Saya melihat gara-gara hal ini orang jadi banyak nuntut dan ujungnya ga mau beli karya original-nya sambil berkata “ah, kan udah ada bajakannya”. Padahal fansub itu bukan pekerjaan enteng dan tujuan awalnya adalah membantu penonton untuk memahami maksud anime tersebut.

Kamu selama ini mengerjakan pekerjaan yang nggak dibayar dan banyak pengorbanannya. Apa yang membuat kamu masih lanjut jadi fansubber?

Karena saya belajar banyak hal terutama kemampuan bahasa asing dan banyak bertemu orang baru saya masih lanjut dengan pekerjaan yang tak dibayar ini.

Soal Your Name lagi nih. Berarti mereka tahu dong kalau misalnya kamu nge-sub pakai materi bajakan?

Hahahahaha iya tapi saya nggak ngambil keuntungan karena tahu saya ngambil materi awalnya dari bajakan aja udah salah. Ini cuma pekerjaan sukarela dari fans untuk semua penonton di Indonesia yang mengeluh soal kualitas sub film Jepang disini.

Kamu merasa nggak apa yang kamu lakukan sebenarnya ilegal bagi orang Jepang?

Pasti. Tapi selama kita di Indonesia nggak dikasih solusi sub legal seperti Crunchyroll atau situs streaming anime lokal yang membumi, katalognya lengkap, dan sesuai dengan kantong otaku di Indonesia, maka fansub di Indonesia akan selalu ada dan berkembang untuk melayani otaku yang haus akan anime baru dan lama.

Fathi juga membuat light novel bernama ALLBLACK. Kamu bisa membaca karya Fathi disini dan like FB page ALLBLACK pada tautan ini.