AEYAC: “Lebih dari Setengah Animator Jepang Tidak Bisa Menghidupi Diri Sendiri”

December 14, 2016 11:05 am
AEYAC: “Lebih dari Setengah Animator Jepang Tidak Bisa Menghidupi Diri Sendiri”

Resesi yang mengakibatkan orang Jepang kesulitan mendapat cukup nafkah untuk hidup tidak hanya menyulitkan para salaryman saja. Animator, profesi yang sangat penting untuk memproduksi anime yang kita idamkan juga sangat diberatkan oleh kualitas upah yang buruk.

AEYAC, sebuah organisasi yang bertujuan untuk mendukung karir para animator muda baru saja melakukan survei pada para animator tentang gaya hidup mereka selama tahun fiskal 2016. Lebih dari setengah responden mengatakan bahwa mereka mendapat dukungan finansial keluarga selama mereka bekerja.

Demografi survei terdiri dari animator yang bekerja selama setidaknya tiga tahun. Respon dikumpulkan dari 153 orang, yang terdiri dari 29% pria, 69% wanita, dan 2% “lainnya”.

53% responden mengatakan bahwa mereka mendapat semacam dukungan finansial dari keluarga. Persentase ini terdiri dari 35% orang yang tinggal bersama keluarga dan 18% orang yang tinggal sendirian namun diberikan uang saku dari keluarga. Semua responden juga mengatakan bahwa mereka bukan sumber penghasilan utama keluarga.

58% responden yang tinggal sendirian mengatakan bahwa mereka harus menggunakan tabungan mereka untuk mendukung kehidupan sehari-hari. 32% animator yang menyewa tempat tinggal juga dikatakan menghabiskan 30.000 Yen sampai 50.000 Yen (Sekitar 3,5 juta sampai 6 juta Rupiah). Mayoritas dari responden, terutama yang tinggal sendirian; menjawab bahwa mereka hanya menghabiskan 30 menit atau kurang untuk pergi bekerja.

33% dari responden juga mengatakan mereka tengah melunasi hutang dari program beasiswa Jepang. Menurut Organisasi Asosiasi Pelajar Jepang, 37,7% pelajar mengambil pinjaman beasiswa di tahun 2012. Melihat dekatnya persentase tersebut nampaknya selain upah yang sangat rendah, proses pelunasan hutang juga membebani para animator muda,

AEYAC merencanakan untuk merilis hasil survei yang lebih lengkap pada Februari tahun depan.

Sumber: ANN