Produser Bahas Popularitas ‘Dragon Quest’ di Luar Jepang

January 4, 2017 10:07 am
Produser Bahas Popularitas ‘Dragon Quest’ di Luar Jepang

Majalah Edge edisi terbaru dilengkapi dengan artikel wawancara bersama Yu Miyake, executive producer dari seri “Dragon Quest.” Dia membahas tentang popularitas game ini di luar Jepang dan juga memberi sinyal tentang versi Inggris dari “Dragon Quest XI.”

Menurut Miyake, hal ini ini sudah lama dipikirkan oleh Square Enix secara internal. Dia menjelaskan bahwa sumber rasa nostalgianya berbeda antara di Jepang dan di luar Jepang.

“Kami masih terus mencoba! (tertawa),” ujar Miyake kepada Edge. “Ini adalah topik yang sudah kami sering bahas secara internal: pertanyaannya adalah kenapa Final Fantasy lebih terkenal di luar Jepang daripada Dragon Quest. Salah satu kesimpulan yang kami dapatkan adalah timing sejarahnya. Ketika Famicom rilis, Dragon Quest adalah game penting yang dimainkan semua orang. Tetapi ketika PlayStation rilis, Final Fantasy VII adalah game yang dimainkan semua orang. Jadi sumber rasa nostalgia berbeda untuk masing-masing grup. Di Jepang game-nya adalah Dragon Quest, sedangkan di luar Jepang game-nya adalah Final Fantasy. Sebenarnya apabila kami berusaha lebih keras untuk proses lokalisasi Dragon Quest pada saat itu, kami mungkin tidak akan menghadapi masalah ini. Mungkin saya seharusnya tidak mengatakan hal ini, tetapi kami membuat kesalahan pada saat itu.”

Miyake melanjutkan alasan lainnya, “Satu hal yang menonjol: target pasar Dragon Quest di Jepang sangat luas, mulai dari murid SD hingga orang-orang yang berumur 50 tahun. Gaya gambar Akira Toriyama telihat seperti kartun, tetapi hal ini tidak mengganggu di Jepang yang tidak menganggap desain tersebut kekanak-kanakan. Tetapi di luar Jepang, saya rasa ada stigma untuk gaya gambar seperti itu. Padahal ketika orang dewasa mencoba game-nya, mereka akan melihat bahwa tema game-nya cukup dewasa. Meski begitu, pemain akan masih merasa hal yang tidak berhubungan dari tampilan game dan cara bermainnya. Hal tersebut tidak terjadi di Jepang. Apa yang sedang kita lihat saat ini adalah umur orang yang bermain meningkat. Minat juga terus meningkat. Kami berusaha lebih keras untuk mempromosikan game-game spinoff di luar Jepang seperti Dragon Quest Builders dan Dragon Quest Heroes untuk membuat fondasi Dragon Quest XI.”

dragon-quest-xi-wawancara-1

Edge juga membahas tentang bagaimana desain Final Fantasy sering berubah dan harus menghadapi resiko mengasingkan fans, sedangkan Dragon Quest selalu menghadirkan pengalaman tradisional sambil memastikan pemain tidak bosan dengan formulanya.

“Daripada mengubah game-nya, kami berfokus mengubah cara bermainnya di dunia ini,” ujar Miyake menanggapi hal tersebut. “Sebagai contoh, Dragon Quest IX kami buat sebagai game handheld karena pada saat itu orang-orang lebih banyak bermain game handheld. Dragon Quest XI kami buat sebagai game online agar serinya tetap segar. Bahkan sebenarnya, kami beresiko mengasingkan fans ketika kami mengganti gaya dari pixel-art menjadi 3D ketika mengerjakan Dragon Quest VIII. Dan ketika kami membuat game ke-10, banyak pemain yang mengatakan seri ini seharusnya jangan dibuat jadi game online. Tetapi ternyata, ketika kalian memainkan masing-masing game-nya, kalian akan masih mengalami perasaan Dragon Quest yang khas.”

Saat ini ada 3 game seri ini yang akan dirilis. Dragon Quest XI: In Search of Departed Time akan rilis di Jepang pada tahun 2017 untuk PlayStation 4 dan Nintendo 3DS. Versi Nintendo Switch juga sudah direncanakan. Dragon Quest VIII: Journey of the Cursed King akan rilis pada tanggal 20 Januari untuk Nintendo 3DS. Dan yang terakhir adalah Dragon Quest Heroes II versi Inggris akan rilis pada tanggal 25 April untuk PlayStation 4.

Sumber: Gematsu