[JOI Music] 32 Musisi Jepang yang Patut Kalian Simak di Tahun 2017

January 12, 2017 4:20 pm
[JOI Music] 32 Musisi Jepang yang Patut Kalian Simak di Tahun 2017

Tahun 2016 yang katanya dipenuhi dengan hal-hal yang tidak mengenakkan dari segi politik dan sosial sudah berlalu dan sudah 10 hari kita meninggalkan tahun tersebut. Tahun baru tentunya selalu diisi dengan hal-hal yang baru mulai dari resolusi tahun baru (yang mungkin tidak akan pernah tercapai seperti tahun-tahun sebelumnya) , rencana baru, waifu baru (hey, siapa disini yang masih meributkan siapa best girl diantara Rem dan Emilia. Move on guys) dan musik baru.

Musik Jepang memang selalu memberikan sesuatu yang baru tiap tahunnya dan perputaran artis mereka juga terhitung cepat. Kali ini kru JOI yang bertugas memberikan informasi musik mulai dari yang mainstream sampai yang baru pertama kali kamu dengar bernama ikarifseiei akan memberikan 32 musisi Jepang yang patut kamu simak di tahun 2017. Siapa tahu mereka akan menjadi bintang berikutnya dan kamu akan terus memuja-muja mereka di tahun ini sekalian buat playlist di awal tahun kan.

Ini dia daftarnya:

1. Uru

uru

Uru adalah penyanyi yang sebelumnya melejit berkat men-cover lagu Jepang dan diunggah ke YouTube. Uru merupakan salah satu penyanyi lagu cover terpopuler di Jepang, video cover-nya berhasil ditonton sebanyak 57 juta kali dan mendapatkan 159 ribu subscriber. Berkat kepopulerannya di dunia maya ia dikontrak oleh Sony Music dan merilis single pertamanya di bawah major label pad15 Agustus 2016. Uru akan menyanyikan lagu penutup kedua dari Gundam Iron Blooded Orphans Season 2 berjudul “Freezia” dan siap untuk mengenalkan suara lembutnya kepada pecinta anime di seluruh dunia.

2. Polkadot Stingray

31708-polkadotstingray-777e

Polkadot Stingray merupakan band yang terdiri dari Shizuku, Harushi Ejima, Yuuki Uemura, dan Kazama Mitsuyasu. Kuartet ini menggemparkan dunia indie Jepang berkat musiknya yang cepat, vokalisnya yang manis, dan nada rock yang ritmis. Video klip mereka “Polkadot Stingray” mendapat atensi di media sosial berkat keimutan Shizuku dalam memakai bunny suit yang mengingatkan akan Haruhi Suzumiya dalam adegan band. E.P. pertama mereka berjudul “Honenuki E.P.” berhasil menyentuh posisi 50 besar di Oricon Album Chart dan membawa mereka mengisi iklan untuk Google Photos di Jepang.

Video kolaborasi mereka bersama Google sudah diputar sebanyak 3 juta kali di YouTube dan membuat Polkadot Stingray menjadi band indie yang paling panas saat ini.

3. Marquee Beach Club

20160628-marqueebeachclub

Marquee Beach Club adalah band alternative rock/electronic rock yang terdiri dari Masahiro Koibuchi, Asuka Shimada, Masanori Miyake, Kazuya Kawamata, Wakamoto Nishida, dan Hirohisa Ishikawa. Mereka sudah mengeluarkan debut album mereka dibawah P-Vine Records pada 10 Agustus 2016 kemarin berjudul Flavor dan mendapat respon positif dari media musik Jepang.

Mereka memadukan musik alternative yang kencang dengan lapisan synth dan layer musik electro yang atmosferik. Penampilan live show mereka yang misterius menambah nilai dari Marquee Beach Club.

4. Chise Kanna

Chise Kanna pertama kali dikenal berkat menyanyikan lagu tema untuk live action Boku dake ga Inai Machi melalui lagu “Hear ~Shinjiaeta Akashi~”. Ia langsung mendapat highlight ketika mengisi lagu tema untuk dorama NTV berjudul Jimi ni Sugoi! Kouetsu Girl Kouno Etsuko. Penyanyi yang mempunyai suara yang renyah dengan lagu-lagunya yang catchy ini sudah mengeluarkan album pertamanya blue moon. Karena berada di manajemen Horipro sepertinya tinggal menunggu waktu ia akan tampil di Indonesia.

5. Yabai T-Shirts Yasan

yabai-tshatsu-yasan

Trio pop punk/alternative rock asal Osaka yang terdiri dari Takuya Koyama, Aribaba Shibata, dan Morimoto Mori ini langsung melejit berkat liriknya yang nyeleneh serta musiknya yang enerjik dan memasukkan semua unsur mulai dari technopop sampai screamo. Debut album mereka dibawah bendera Universal Music berjudul We love Tank-top mampu menembus posisi tujuh di Jepang dan memberikan tank-top limited edition bagi yang membeli album limited edition mereka. Ditunggu kegilaan Yabai T-Shirts Yasan berikutnya di tahun ini.

6. Sangatsu no Phantasia

%e4%b8%89%e6%9c%88%e3%81%ae%e3%83%95%e3%82%a1%e3%83%b3%e4%bb%96%e4%ba%8b%e4%ba%9c

Jika kamu mendengar lagu penutup Kiznaiver maka kamu sudah tidak asing dengan Sangatsu no Phantasia. Sama seperti Honeyworks, grup kolektif ini terbentuk dari pertemuan di internet ketika Mia mengunggah karyanya di internet dan disambut baik oleh komunitas internet. Sangatsu no Phantasia terdiri dari vokalis Mia yang suaranya mirip Yanagi Nagi dan beberapa ilustrator serta komposer seperti Asami Natsu, loundraw, bob, Scoop, n-bunal, yuuyu, 40mP, buzzG, dan satu orang novelis bernama Minori.

Selain membawakan lagu penutup Kiznaiver mereka juga mengisi lagu untuk OVA Kubikiri Cycle: Aoiro Savant to Zaregototsukai yang diadaptasi dari light novel karya Nishio Ishin. Mereka juga mengisi lagu untuk anime Ajin-chan wa Kataritai yang tayang pada Winter 2017. Cocok untuk kamu yang suka mendengar doujin ongaku dan beberapa karya Honeyworks serta supercell di era awal.

7. Yahyel

yahyel

Sekilas grup yang terdiri dari Shun Ikegai, Miru Shinoda, Wataru Sugimoto, Kento Yamada, dan Kazuki Ooi tidak terdengar seperti band Jepang dan terdengar seperti band Inggris. Wajar saja karena mereka membawakan alternative R&B serta dream pop sebuah genre yang jarang dimainkan di Jepang. Yahyel pertama kali mendapat kepopuleran di Inggris dan ketika kembali ke Jepang mereka mendapat sambutan luar biasa dari pendengar musik Jepang berkat musik minimalis dan soulful-nya. Album pertama mereka Flesh and Blood berhasil mendarat di posisi 69 di Oricon Album Chart. Sudah siap untuk mendapat relaksasi telinga dari Yahyel?

8. Nulbarich

nulbarich

Nulbarich adalah proyek musik yang dipimpin oleh JQ dan populer berkat musik soul, R&B, jazz, funk dan pop yang dibawakan. Anggota dari Nulbarich selalu berubah dan menyisakan JQ sebagai vokalis dan personil tetapnya. Album perdananya berjudul Guess Who? berhasil masuk ke posisi 50 besar di Oricon Album Chart dan berhasil menjadi album indie terlaris di Tower Record Shibuya selama tahun 2016. Dua lagunya “New Era” dan “Hometown” berhasil menduduki posisi tiga dan delapan di chart J-Wave Tokio Hot 100. Sebuah grup soul yang serba ada.

9. Questy

questy

Questy terbentuk dari hasil pencarian bakat yang diadakan oleh Toei Animation, avex trax, dan Exile Professional Gym (EXPG). Mereka mencari grup baru untuk mengisi lagu tema film anime terbaru berjudul Pop In Q yang dibuat dalam rangka hari jadi ke-60 Toei Animation. Audisi ini memakan waktu setengah tahun dan di 2 Oktober 2016 Questy terbentuk dengan personil bernama RION, MARIA, RENA, MARIN, HINANO, FUKA, dan HARUNA dan mengeluarkan debut single mereka “Fantasy” yang menjadi lagu penutup untuk Pop In Q. Karena dicari oleh EXPG maka ketujuh personil yang ada di dalam grup ini mampu bernyanyi dengan enak dan mempunyai gerakan dance yang bagus.

10. Girlfriend

girlfriend-band

Jika menurut kamu Scandal terlalu tua untuk melakukan musik yang kawaii maka kamu harus mendengarkan junior mereka bernama Girlfriend. Girlfriend merupakan junior dari Scandal ketika masih berada di Caless Vocal & Dance School di Osaka. Awalnya band ini beranggotakan Sakika, Mina, dan Mirei lalu Nagisa melengkapi formasi band dan menjadi berempat.

Pada Maret 2016 mereka direkrut oleh manajemen TV Asahi Music dan mengeluarkan debut mini album mereka “Hello” pada Agustus 2016. Mereka sekarang berada di bawah naungan major label Avex Trax dan mengeluarkan single pertamanya “15/Hide & Seek”. “Hide & Seek” menjadi lagu penutup dari serial anime Sousei no Onmyouji dan semakin membuat Girlfriend diberikan gelar sebagai “The Next Scandal”.

11. BiSH

bish

BiSH bukanlah idol group biasa. Mereka adalah grup anti-idol dan memainkan musik punk rock, alternative rock, alternative metal, ska punk,dan hardcore dengan image yang lebih dewasa dan lebih militer. BiSH merupakan kepanjangan dari Brand-new idol SHiT. BiSH terbentuk setelah BiS dinyatakan bubar oleh Watanabe Junnosuke sang manajer. Mereka seolah menjadi antitesis untuk idol dengan berpakaian sehitam mungkin dengan dandanan segarang mungkin. Mereka merilis major album dibawah Avex Trax berjudul KiLLER BiSH dan langsung mendarat di posisi ketujuh di Oricon Album Chart. Berani coba idol group yang tidak biasa?

12. DYGL

dygl

Salah satu band Jepang yang tidak terasa seperti band Jepang setelah yahyel dalam daftar ini. DYGL merupakan band indie rock dari Tokyo yang terdiri dari Nobuki Akiyama, Kohei Kamoto, Yosuke Shimonaka, dan Yotaro Kachi. Akiyama, Kachi dan Kamoto juga personil dari band indie rock Ykiki Beat. Banyak yang terkecoh dengan band luar karena vokal Akiyama terdengar sangat british dengan pengucapan Inggris yang jelas dan tidak terlihat “jejepangan”. Mereka telah merilis satu album Don’t Know Where It Is dan single Waste of Time yang masuk ke posisi 15 besar di Spotify Indonesia Viral Top 50.

13. Lozareena

lozareena

Lozareena adalah seorang penyanyi perempuan yang mempunyai vokal yang unik dan terdengar seperti anak kecil yang menginjak dewasa. Vokalnya yang empuk tersebut dibalut dengan musik pop yang terpengaruh musik klasik dan orkestra seperti Sekai no Owari. Ia merilis mini album pertamanya berjudul Lozareena dan telah membuat lagu untuk iklan tas ransel bernama Clarino Bag.

14. Official Higedandism

official-higedan-dism

Meskipun namanya mengandung kata kumis tetapi semua personilnya tidak mempunyai kumis sama sekali. Official Higedandism merupakan grup piano pop dengan pendekatan musik klasik dan pop rock yang catchy serta melodius. Band yang terbentuk dari alumni Universitas Shimane ini telah mengeluarkan dua mini album dan satu EP. Mini album kedua mereka MAN IN THE MIRROR berhasil masuk ke posisi satu di iTunes Album Rock Chart di Jepang.

15. Rei

rei

Solois perempuan ini bukan solois sembarang, ia juga pawai memainkan gitarnya dan melakukan banyak teknik gitar hanya dalam satu lagu. Penyanyi yang lahir di tahun 1993 ini menghabiskan masa kecilnya di New York dan telah belajar gitar dari empat tahun. Penyanyi yang tergila-gila dengan blues music ini pernah berkunjung ke Jakarta pada gelaran Java Jazz Festival Indonesia pada tahun 2016. Ia telah mengeluarkan tiga mini album dibawah bendera Space Shower Music dan masuk manajemen Sony Music Artists membuatnya dia bisa banyak tampil di festival musik internasional.

16. Vickeblanka

vickeblanka

Penyanyi yang bernama asli Junya Yamaike ini mengawali karirnya sebagai penyanyi indie yang malang melintang di sekitar Shibuya. Penyanyi yang lahir di Perfektur Aichi mendapat kepopuleran berkat mini album pertamanya TUBERKULIN yang sering diputar di FM802Osaka. Kepopulerannya terus berlanjut dan membawanya mendapatkan kontrak dengan Avex Trax dan mengisi lagu iklan untuk Google Play Music.

Ia menjadi artis Jepang yang paling sering disorot Spotify Jepang pada tahun 2016. Vickeblanka sering disebut “Mika dari Jepang” karena kesamaan falsetto suaranya yang tinggi serta musik piano rock yang dibawakan. Coba dengar “Slave of Love” dan “Grace Kelly” secara bersamaan maka kamu akan setuju bahwa ia adalah Mika dari Jepang.

17. Mahou Shoujo ni Naritai

news_header_mahousyoujoninaritai_art201609

Band yang terdiri dari Hitera Basir, gari, Ui Biton, dan Meiji ini menyatakan dirinya sebagai band dengan genre “RPG-kei”. Band ini memadukan unsur wotagei, anisong, metal, electronic, techno, chiptune dalam satu lagu dan mempunyai live performance yang mampu membuat penontonnya menggoyangkan light stick. Mahou Shoujo ni Naritai telah dikontrak oleh Sony Music Japan dan menyatakan siap untuk berpetualang lebih jauh lagi.  

18. Bentham

bentham_aphoto_omg_web

Bentham adalah band power pop yang terdiri dari Takashi Suzuki, Tatsuya Ozeki, Reiji Tsuji, dan Motoki Suda. Mereka terbentuk dari tahun 2010 dan telah mengeluarkan empat EP. Salah satu EP mereka OMG berhasil masuk ke peringkat 16 Oricon Rock Album Chart. EP keempat mereka ExP berhasil duduk di posisi 57 di Oricon Album Chart dan membawa mereka mendapatkan kontrak bersama major label Pony Canyon. Rilisan pertama mereka dibawah Pony Canyon akan dirilis pada musim semi nanti.

19. Skirt

20160413-skrt-thumb-950x633-25359

Skirt merupakan proyek solo dari Wataru Sawabe. Sawabe yang terkenal berkat badannya yang besar ini telah bermain di banyak band sebagai musisi pendukung. Skirt sering disebut sebagai “Spitz versi indie” dan memainkan musik guitar pop/pop rock yang jangly dan syahdu untuk didengarkan ketika ingin melepas lelah. Kekuatan ritme dan melodi dari Skirt membuat album keduanya CALL berhasil masuk ke posisi 46 di Oricon Album Chart dan bertahan selama empat minggu disana.

20. Taichi Mukai

taichi-mukai

Taichi Mukai adalah seorang penyanyi merangkap model yang menjadi “the next star in urban music”. Solois ini mendapat kontrak major label dengan Toy’s Factory yang juga berhasil menerbitkan Bump of Chicken, Sekai no Owari, dan Babymetal. Ia menerbitkan EP perdananya berjudul 24 dan mendapat atensi positif di kalangan pecinta musik R&B. Taichi Mukai memainkan musik alternative R&B dengan paduan electro yang emosional dan menampilkan vokal yang mirip dengan grup R&B populer Chemistry.

21. Tentenko

%e3%83%86%e3%83%b3%e3%83%86%e3%83%b3%e3%82%b3

Tentenko merupakan versi hardcore dari Kyary Pamyu Pamyu. Solois yang sebelumnya merupakan personil dari idol group BiS ini memilih untuk memainkan musik pop yang jauh dari apa yang sudah ia lakukan. Tentenko dengan mantap memilih jalur avant-garde/experimental pop/noise pop dan merangkumnya dengan gemuruh synthesizer, beat industrial serta vokal yang imut lewat mini albumnya Kougyou Seihen. Ia berada di bawah major label Toy’s Factory dan menjadikan album Kougyou Seihen menjadi album paling eksperimental yang dirilis oleh major label Jepang untuk tahun 2016.

22. Maison Book Girl

maison-book-girl

Maison Book Girl terdengar seperti grup alternative pop ketimbang sebuah idol group. Grup yang terdiri dari Yui Inoue, Rin Wada, Aoi Yagawa, dan Megumi Coshoji diproduseri oleh seorang musisi merangkap model Kenta Sakurai. Maison Book Girl selalu memberikan image yang dark dibalik keceriaan musik pop mereka dan tidak pernah menampilkan muka di semua cover album dan single-nya.

Musik mereka yang mencampurkan musik electropop yang cepat dan tidak membuat pendengarnya beristirahat dengan kesan kawaii membuat nama mereka cepat dikenal di luar dunia idol dan berhasil membawa mereka meneken kontrak bersama major label Tokuma Japan dan merilis single “river” dibawah label tersebut.

23. sui sui duck

sui-sui-duck

sui sui duck merupakan grup pendatang baru yang berasal dari Tokyo. Mereka memainkan musik citypop, funk pop dengan balutan indie pop yang modern. Mereka telah mengeluarkan dua EP berjudul WALK dan RUN. Band ini baru terbentuk pada tahun 2015 kemarin dan diprediksi akan menjadi sensasi pop berikutnya.

24. Creepy Nuts (R-Shitei & DJ Matsunaga)

creepy-nuts

Creepy Nuts merupakan duo hip hop yang terdiri dari MC R-Shitei dan DJ Matsunaga. DJ Matsunaga sendiri pernah menjadi DJ di live Hilcrhyme dan menjadi juara dua di kontes DMC JAPAN DJ CHAMPIONSHIPS. Mereka telah merilis EP berjudul Tarinai Futari yang berhasil masuk di posisi 20 di Oricon Album Chart. Mereka memainkan musik hip hop old school yang cepat dengan vokal R-Shitei yang khas.

25. The Floor

the-floor

The Floor merupakan grup pendatang baru dari Hokkaido yang memainkan musik guitar rock/alternative rock. Band ini terdiri dari Hayato Sasaki, Ryouji Nagata, Youji Miyatsuta, dan Tarou Kou. Mini album pertama mereka Lightup direkomendasikan oleh Tower Records. Mereka juga pernah tampil di RISING SUN ROCK FESTIVAL 2016 dan telah mengeluarkan EP pertama mereka Re Kids pada 14 Desember 2016 kemarin. Sound dari band ini mengingatkan akan Kana-Boon.

26. Shout it Out

news_header_shoutitout_art201609

Duo alternative rock Shout it Out terdiri dari Shuuma Yamauchi dan Chihiro Hosokawa. Mereka awalnya terdiri dari empat orang namun sekarang mereka berformat dua orang dengan mengisi posisi drummer dan gitaris. Mereka telah merilis 2 single dibawah major label Pony Canyon dan lagu terbaru mereka “DAYS” menjadi lagu penutup dari anime “DAYS”.

27. Never Young Beach

never-young-beach

Grup surf rock/indie pop ini merupakan salah satu nama yang paling sering diperbincangkan di scene indie Jepang. Band yang terdiri dari Yuuma Abe, Satoshi Anna, Makou Matsushi, Keigo Tatsumi, dan Kento Suzuki ini telah merilis dua album berjudul YASHINOKI HOUSE dan fam fam. Kedua album ini berhasil mendapatkan nominasi CD Shop Awards sebagai album terbaik pada tahun 2015 dan 2016. Musik mereka yang santai cocok untuk didengarkan setelah beraktivitas yang berat-berat dan menginginkan musik yang ringan.

28. Ivy to Fraudelent Game

ivy-to-fraudelent-game

Ivy to Fraudelent Game merupakan grup alternative rock yang terbentuk di tahun 2010 dan terdiri dari Nobuaki Teraguchi, Tomoki Oshima, Ryotaro Kawai, dan Yuya Fukushima. Keempat orang ini membuat musik alternative yang ritmis dengan jalinan musik funk rock yang eksperimental. Mereka telah merilis mini album pertama mereka Gyokannite pada 20 April 2016 dibawah Space Shower Music.

29. Halo at Yojohan

halo-at-yojohan

Halo at Yojohan merupakan kuartet alternative rock yang berasal dari Chiba dan diisi oleh Shouta Watai, Kouhei Saiki, Masato Shirai, dan Ryou Katayama. Mereka telah merilis 4 mini album yang mendapat respon positif dari pendengar musik Jepang. Musiknya yang simpel dan gampang dicerna membuat EP terbaru mereka Banyuu Shingou no Housoku mendapat posisi 50 besar di Oricon Album Chart.

30. Not Wonk

not-wonk

Not Wonk merupakan band indie rock/melodic punk/lo-fi besutan label indie paling panas saat ini yaitu KiliKiliVilla. Mereka terus mendapat highlight dari Spotify Jepang dan telah mengeluarkan dua album berjudul Laughing Nerds And A Wallflower dan This Ordinary. Lagu “This Ordinary” telah diputar sebanyak 100 ribu kali di Spotify dan menjadikan mereka artis indie Jepang yang paling populer di dunia musik digital saat ini. Mereka membawakan musik keras dengan nada yang catchy dan gampang diingat, pantaslah jika mereka mendapat kepopuleran yang besar di Spotify Jepang apalagi mereka menyanyikan liriknya dalam Bahasa Inggris yang fasih.

31. Aimyon

aimyon

Aimyon merupakan penyanyi asal Jepang yang lahir pada 6 Maret 1995. Ia berkarir sebagai penyanyi di tahun 2015 dan telah mengisi lagu untuk boyband populer di Jepang Johnny’s West. Setelah merilis dua indie mini album Aimyon dikontrak oleh Warner Music Japan melalui sublabel unBORDE yang juga menjadi rumah musisi nyentrik Jepang seperti Yasutaka Nakata, Capsule, tofubeats, Kyary Pamyu Pamyu, Gesu no Kiwami Otome, dan Shinsei Kamattechan. Ia merilis single “Ikite Itandayona” pada 30 November 2016. Ia menggabungkan musik pop rock dengan lirik yang padat disertai vokal yang powerful.

32. Siamese Cats

siamese-cats-band

Siamese Cats merupakan grup alternative rock. Mereka telah merilis 3 album dan 1 mini album. Single terbaru mereka “Kimi no Machi ni mo Ame ha Furunokai?” menunjukkan kemampuan musik mereka yang santai dan terpengaruh musik rock 60’an yang unik dan bisa menghanyutkan pendengarnya.

Kira-kira itulah 32 musisi yang menurut ikarifseiei akan bersinar di tahun 2017. Jika kamu ingin mengecek lagu-lagu dari mereka kita menyedikan playlist lagu-lagu mereka di YouTube dan Spotify yang bisa kamu cek dibawah ini. Selamat mendengarkan dan siapa tahu ada yang nyantol di telinga.

Selain menulis untuk Jurnal Otaku di bagian musik, ikarifseiei juga seorang blogger yang kerjaannya mengulas anime, music dan terkadang movie di RE:PSYCHO. Ia dipilih sebagai Duta Musik Jepang di Indonesia oleh Recording Industry Association of Japan (RIAJ) berkat terus memberikan rekomendasi musik Jepang yang enak ke teman-temannya dan ke pendengarnya melalui program radio Zora Japan Beat di Zora Radio Bandung