[Review] Episode Pertama ‘Kuzu no Honkai’

January 17, 2017 5:43 pm
[Review] Episode Pertama ‘Kuzu no Honkai’

Review episode pertama Kuzu no Honkai ini bebas dari spoiler. Jadi untuk kalian yang belum menontonnya bisa dengan aman membacanya.

Introduction

Kuzu no Honkai berkisah mengenai siswi SMA bernama Hanabi Yasuraoka yang menaruh hati kepada sang kakak. Ya, Hanabi ini brother complex namun sayangnya hal tersebut tak tersampaikan alias bertepuk sebelah tangan. Suatu hari muncul seorang siswa SMA yang mengalami hal serupa dengan Hanabi, bedanya si cowok ini hanya menderitai cinta yang bertepuk sebelah tangan. Keduanya pun terlibat sebuah hubungan yang bisa dibilang rumit. Penasaran seperti apa? Tonton anime atau baca manga-nya bila tidak ingin terkena spoiler.

First Look

Kualitas grafis dan animasi yang dihadirlkan diluar ekspektasi saya, saya tak menyangka kualitas grafis dan animasi yang ditampilkan Kuzu no Honkai sangatlah bagus. Dengan mengambil perbandingan dengan anime-anime berwarna yang diproduksi oleh KyoAni, Musaigen no Phantom World contohnya. Kuzu no Honkai mengambil tingkat warna yang lebih lembut dan enak dilihat dibandingankan dengan Musaigen yang sangat warna-warni dan terang dimana itu terkadang membuat saya tidak nyaman.

Kemudian saya baru mengetahui bahwa seri ini dibuat oleh studio Lerche, dimana studio Lerche telah memproduksi berbagai anime seperti Ansatsu Kyoushitsu s1 & s2, Gakkougurashi, Machine-Doll wa Kizutsukanai, dan Danganronpa, serta didukung oleh seiyuu-seiyuu seperti Chika Anzai, Aki Toyosaki, dan Haruka Tomatsu. Semua hal itu menjadikan anime ini menjadi salah satu anime yang bakal saya ikuti terlepas dari alasan karena saya telah membaca manga Kuzu no Honkai hingga chapter terakhir.

Aki Toyosaki pada seri ini tampil berbeda, menghadirkan jenis suara yang berbeda dari seri anime yang pernah melibatkan dirinya. Kemudian saya menantikan suara Haruka Tomatsu yang akan berperan sebagai Sanae Ebato.

Lalu saya coba mengali info mengenai Chika Anzai yang merupakan seiyuu Hanabi Yasuraoka, ternyata Anzai merupakan seiyuu dari Reina Kousaka (Hibiki Euphonium). Ini jelas mengejutkan saya, karena sifat Reina Kousaka sangat sangat bertolak belakang dengan karakter Hanabi Yasuraoka, namun Anzai sangat pandai dalam memerankan Reina dan Hanabi.

Music

Anime yang bagus itu tidak hanya dinilai dari grafis, animasi, dan seiyuu. lagu tema yang dihadirkan sangat cocok. Lagu opening berjudul “Uso no Hibana” yang dibawakan oleh 96neko sangat pas untuk Kuzu no Honkai. Awalnya saya mengira lagu untuk anime ini akan akan berirama pelan dan mellow, namun justru kebalikannya, lagu “Uso no Hibana” memiki beat yang cukup menghentak.

Lalu lagu ending yang berjudul “Heikousen” yang dibawakan Sayuri tampil secara akustik dan mellow dengan menampilkan animasi penuh warna walau beberapa detik kemudian, beat lagu ini berubah menjadi lebih menghentak. Jadi saya bisa bilang kalau kedua lagu mewakili perasaan Hanabi yang naik turun dalam mencintai sang kakak.

Verdict

Anime ini bisa dibilang sangat tak biasa karena dengan mengusung tema cinta yang tak terbalas dan open relationship yang sangat kental, jadi tidak ada unsur netorare seperti yang sebagian otaku katakan. Anime ini pantas untuk terus diikuti bagi kalian yang sangat menyukai tipe cerita drama seperti ini, dan bagi kalian yang hatinya seperti kaca sebaiknya hindari anime seperti ini.

Lalu saya ingin mengingatkan bagi kalian yang belum menonton Kuzu no Honkai agar lebih berhati-hati karena terdapat adegan eksplisit pada episode pertama.

kuzu-no-honkai-hanabi
Saya menobatkan Hanabi sebagai karakter wanita favorit saya musim ini, sebagaimana yang pernah saya tuliskan pada artikel review Konobi dimana saya sangat menyukai wanita rambut pendek khususnya dengan model bob. Selain Usami dan Hanabi, karakter lain dengan gaya rambut serupa adalah Shimako, yang tak lain adalah maskot JOI.

Sekian review episode pertama Kuzu no Honkai, sampai ketemu di review episode kedua Kuzu no Honkai!