Dikejar Deadline, Shinkai Masih Belum Menulis Apa-apa untuk Karya Berikutnya

January 25, 2017 3:50 pm
Dikejar Deadline, Shinkai Masih Belum Menulis Apa-apa untuk Karya Berikutnya

Dalam sebuah acara bincang-bincang di “Huawei Presents Starry Sky Illuminations” di Roppongi, Tokyo, Makoto Shinkai diundang sebagai salah satu pembicara mengenai karya dia yang berikutnya. Namun beliau menjawab, “Walaupun deadline untuk proposalnya sudah dekat, aku belum menulis apa-apa.” serunya dengan tawa, “Rasanya ini semakin buruk.” Saat ini, dia sedang membaca novel, manga, dan buku-buku dongeng serta menonton film untuk mencari sesuatu yang bisa menggugah emosinya.

Saat ditanya mengenai film Kimi no Na wa, Shinkai mengatakan kalau dia ingin [spoiler: harap highlight teks berikut supaya bisa dibaca] film tersebut memiliki akhir yang bahagia [/spoiler] Dia ingin film tersebut menjadi film yang berbeda dari film-film sebelumnya, dan membuat karya mengenai “tidak pernah menyerah dan menghancurkan halangan-halangan yang ada di depan mata”. Dia berbicara juga mengenai struktur filmnya, kalau dia membuat film dengan struktur 3 bagian, dan menyebutkan konsep penceritaan tradisional Jepang, johakyuu.

shinkai anime baru 2015

Dia memaparkan cerita film buatannya dalam sebuah grafik, dan berpikir roller coaster macam apa yang ingin diperlihatkannya pada para penonton. Dia juga menambahkan kalau dia ingin semua bagian menjadi menarik seperti yang sudah semua karya-karya sukses seperti Frozen milik Disney lakukan.

Shinkai mengatakan di Busan International Film Festival pada bulan Oktober kalau dia ingin membuat karya baru di TOHO dalam 3 tahun. Dia juga menambahkan kalau karya berikutnya akan mengenai masa puber dari remaja pria dan wanita.

iklan shinkai baru taisei

Di festival film Busan tersebut dia juga menepis kritik dari para penggemar yang menyanjungnya sebagai “Hayao Miyazaki baru” dengan mengatakan itu berlebihan. Dia menambahkan kalau “Film Miyazaki memiliki nilai dan kekuatan sebagai sebuah brand. Aku akan terus membuat film yang bisa dinikmati orang-orang.”

Sumber: ANN