[JOI Music] Kinoko Teikoku

February 2, 2017 3:42 pm
[JOI Music] Kinoko Teikoku

Setiap hari kamis Jurnal Otaku akan memberikan rekomendasi musik dan membahas artis Jepang yang bisa kamu cicip dalam segmen JOI Music. Artis tersebut bisa terdengar baru di telinga kamu atau bahkan kamu sudah pernah mendengarnya dan mendapat featured di sini. Untuk edisi minggu pertama Februari 2017, JOI Music akan menampilkan kuartet alternative rock/shoegaze yang lagunya cocok untuk membuat kamu berpikir tenang ataupun bergalau ria bernama Kinoko Teikoku.

Siapa Kinoko Teikoku?

kinoko joi 2

Kinoko Teikoku adalah sebuah kuartet yang berisikan Chiaki Sato (vokal, gitar), A-chan (gitar), Shigeaki Taniguchi (bass), Kon Nishimura (drums). Grup yang mempunyai arti “Kerajaan Jamur” ini terbentuk pada tahun 2007 melalui pertemanan di kampus. Ketika membuat nama band A-chan terpikir untuk menyatukan penampilan A-chan pada saat itu yang mirip jamur dengan band yang ia suka yaitu Yura Yura Teikoku sebuah grup alternative rock yang menjadi cult hit di Jepang dan akhirnya terbentuklah nama Kinoko Teikoku.

Mereka memulai karir mereka sebagai band dengan memainkan musik post-rock dan shoegaze dan berkeliling di sekitar Shimokitazawa dan Shibuya. Sebelum menjadi personil Kinoko Teikoku, Chiaki Sato dulunya merupakan seorang aktris remaja jebolan Horipro Talent Scout Caravan ke-27 dan telah memerankan banyak dorama di berbagai macam televisi.

Setelah melakukan aktivitas band selama 5 tahun pada 2012 mereka dikontrak oleh label dan manajemen independen bernama UK.PROJECT yang pada waktu itu berhasil menelurkan [Alexandros] ke jajaran band papan atas Jepang dan merilis mini album perdana mereka Uzu ni naru pada 5 September 2012. Mini album ini berhasil masuk ke posisi 110 di Oricon Album Chart dan diedarkan di seluruh Jepang. Berkat respon positif atas mini album pertamanya mereka mengeluarkan album penuh pertama berjudul eureka yang dirilis pada 6 Februari 2013 dan dilanjutkan yang masuk ke posisi 66 di Oricon Album Chart.

Pada 4 Desember 2013 mereka merilis EP berjudul Long Goodbye dan melaksanakan tur keliling Jepang yang pertama yaitu di Tokyo, Nagoya, dan Osaka yang dinamakan Hanataba wo Motte Kimi ni Ai ni Ikou. Pada 9 September 2014 Kinoko Teikoku merilis single “Tokyo” yang bisa didapatkan dengan harga 100 yen (Rp. 12.500) di Tower Records, diskunion dan HMV dan langsung merilis album kedua mereka dengan nama Fake World Wonderland sebulan berikutnya dan mendapatkan posisi 25 di Oricon Album Chart. Fake World Wonderland berhasil mendapatkan nominasi Album Terbaik dalam gelaran CD Shop Awards ke-7.

Nama Kinoko Teikoku yang terkenal di YouTube dan mampu menarik perhatian pendengar dunia membuat major label Universal Music tertarik untuk merekrut mereka. Kinoko Teikoku meneken kontrak dengan sublabel Universal Music yaitu EMI Records tempat dimana Radwimps, Sheena Ringo, Silent Siren, AI, dan Base Ball Bear bernaung.

Mereka merilis karya pertama mereka dibawah EMI dengan single kedua mereka Hana ga Saku Mae ni pada 29 April 2015 dan dilanjutkan dengan album ketiga dan pertama di bawah major label yaitu Neko to Allergy yang dirilis pada 11 November 2015. Album ini berhasil masuk ke posisi 21 dan cover art untuk album ini yang berisikan empat personil yang memegang kucing menjadi populer di media sosial dan menaikkan nama mereka. Selesai melakukan promosi untuk Neko to Allergy mereka kembali masuk studio dan menelurkan album Ai no Yukue pada 2 November 2016 dan berhasil duduk di posisi ke 18 dan merupakan pencapaian tertinggi mereka di Oricon Album Chart.

Apa yang membuat mereka menarik?

Tentunya vokal mistis nan lembut dari Chiaki Sato yang membuat Kinoko Teikoku spesial. Bukan hanya itu musik shoegaze dan dream pop yang mereka bawakan dengan buaian buaian reverb gitar mampu membuat hati seseorang tergugah ketika mendengarnya apalagi di beberapa lagu mereka memaksimalkan kapasitas musik mereka sehingga menciptakan suasana mellow yang membuat kita menangis tanpa sadar.

Selain musik mereka yang deep mereka juga mampu bermain di nomor-nomor alternative rock yang cepat dan terlihat tidak canggung. Mereka bisa bermain sangat cepat dan sangat pelan tergantung mood dan suasana lagu itu dari apa. Kinoko Teikoku cocok untuk didengarkan ketika kamu ingin merasakan sesuatu yang emosional dan cocok untuk pecinta band seperti toe, Number Girl, My Bloody Valentine, Ride, Supercar, 65daysofstatic, dan Sigur Ros. Ah, jangan lupa bahwa Chiaki Sato mempunyai muka yang cantik dan mampu membuat kamu terpana.

Chiaki Sato sang vokalis

Chiaki Sato sang vokalis

Lagu mana aja yang direkomendasikan?

Ketika kamu mendengarkan Kinoko Teikoku kamu bisa memilih tiga rute yaitu: rute mellow, rute shoegaze, atau rute alternative rock.

Jika kamu memilih rute shoegaze maka kamu dapat mencoba lagu mereka seperti “WHIRLPOOL”, “Ai no Yukue”, “Cry Baby”, “Taikutsu Shinogi” atau “Natsu no Kage”. Kamu juga dapat mendengarkan mini album perdana mereka Uzu ni Naru dan Ai no Yukue untuk mendapatkan esensi shoegaze dari mereka.

Jika kamu suka dengan musik alternative rock yang cepat dan “Umi to Hanataba”, “Tokyo”, “School Fiction”, dan “Hitohira”. Kamu juga bisa mencoba album Long Goodbye, dan Neko to Allergy untuk mendalami sisi keras mereka.

Jika kamu memilih rute mellow maka kamu dapat mencoba lagu “Hana ga Saku Mae ni”, “Kaijuu no Ude no Naka” yang bisa kamu cicip untuk menikmati kesenduan bersama Kinoko Teikoku

Dengarkan Kinoko Teikoku di Spotify di bawah ini:

Website

Twitter

Instagram

JOI Music diasuh oleh ikarifseiei dan terbit tiap kamis. Selain menulis untuk Jurnal Otaku di bagian musik, ikarifseiei juga seorang blogger yang kerjaannya mengulas anime, music dan terkadang movie di RE:PSYCHO. Ia dipilih sebagai Duta Musik Jepang di Indonesia oleh Recording Industry Association of Japan (RIAJ) berkat terus memberikan rekomendasi musik Jepang yang enak ke teman-temannya dan ke pendengarnya melalui program radio Zora Japan Beat di Zora Radio Bandung.