Mainichi Shimbun: Kurang dari 1 Juta Bayi Lahir di Jepang pada Tahun 2016

February 3, 2017 5:51 pm
Mainichi Shimbun: Kurang dari 1 Juta Bayi Lahir di Jepang pada Tahun 2016

Seperti yang sudah kita tahu selama ini, penduduk di Jepang memiliki piramida penduduk yang berbentuk piramida terbalik, artinya, angka kematiannya jauh lebih besar dibandingkan dengan angka kelahirannya. Tidak heran bila orang Jepang yang datang ke Indonesia akan kagum bila melihat banyak anak-anak di mana-mana. Karena di Jepang sendiri kamu akan cukup jarang melihat anak kecil berkeliaran seperti di Indonesia.

Koran Mainichi Shimbun kemudian mencoba untuk menjawab beberapa pertanyaan dari para pembacanya, dan kali ini, pertanyaan yang dilontarkan terkait dengan jumlah penduduk yang ada di Jepang.

Pertanyaan: Ada berapa banyak bayi yang lahir di Jepang pada tahun 2016?

Jawaban: Kementerian Kesehatan, Pekerjaan, dan Kesejahteraan mengumumkan kalau angka kelahiran di Jepang di tahun lalu adalah 981.000. Angka ini berdasarkan data yang dikumpulkan sammpai bulan Oktober tahun lalu dari survei populasi. Ini adalah pertama kalinya sejak tahun 1899 pemerintahan mengumpulkan data statistik dari angka kelahiran yang jatuh di bawah 1 juta. Setelah sekitar 40 tahun sejak angka kelahiran menembus 2 juta anak saat baby boom, angka kelahiran sekarang berkurang sampai lebih dari setengahnya.

Sebagai perbandingan, di Indonesia rata-rata lahir 3 juta bayi per tahunnya. (sumber)

Pertanyaan: Aku dengar angka kelahiran bertambah belakangan ini, tapi kenapa jumlah anak-anak malah berkurang?

Jawaban: Ini terjadi karena wanita yang berada di masa subur untuk mengandung juga berkurang. Saat wanita yang duluya berada di baby boom kedua kini sudah mencapai umur 40-an, wanita yang berumur 20-30 dan bisa mengandung malah berkurang.

“Angka Kesuburan Total”, yang mengacu kepada rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh satu orang ibu Jepang turun menjadi 1,45 anak per ibu pada tahun 2015 lalu. Namun, walaupun angka rata-rata tersebut memang bertambah sedikit demi sedikit, namun angka tersebut tidak bisa menutupi kekurangan dari wanita yang bisa mengandung. Terlebih lagi, banyak orang yang semakin menunda-nunda pernikahannya sampai di usia tua. Faktor umur saat mengandung anak pertama dan keputusan orang-orang untuk tidak menikah menjadi faktor kenapa angka kelahiran di Jepang turun.

Pertanyaan: Jadi apa yang akan terjadi pada angka kelahiran di masa depan?

Jawaban: Saat ini, ada 14 juta wanita di usia 20 dan 30. Angka tersebut diperkirakan jatuh menjadi 10 juta di dalam 20 tahun mendatang dan tidak perlu ditanya kalau angka kelahiran akan menjadi semakin surut dengan figur tersebut. Angka kematian juga akan bertambah, sehingga penurunan populasi di Jepang akan terus berlanjut untuk waktu yang cukup lama.

Pemerintah telah mencanangkan program bantuan bagi mereka yang mengandung dan mengasuh anak untuk mencegah jatuhnya angka kelahiran, namun butuh kerja sama dari masyarakat supaya program tersebut pun bisa berjalan sukses. (Jawaban dari Taizo Yamada, Departemen Berita Medis dan Kesejahteraan)

Sumber: Mainichi
Gambar: Latitude News