Survei Mengungkap Naiknya Kasus Calon Idol yang Diminta Melakukan Adegan Seks

February 9, 2017 1:04 pm
Survei Mengungkap Naiknya Kasus Calon Idol yang Diminta Melakukan Adegan Seks

Pemerintah Jepang pada hari Rabu kemarin mengeluarkan hasil survei yang cukup mencengangkan, survei ini mengungkapkan bahwa para wanita yang menjalani kontrak dengan sebuah agensi untuk menjadi model atau idol dimintai untuk melakukan adegan seks didepan kamera, dan beberapa wanita tidak mampu menolak permintaan tersebut.

Survei yang dilakukan secara online ini dilakukan pada akhir Desember 2016 oleh pihak kementrian Jepang dengan melibatkan 197 wanita yang menjalani kontrak dengan sebuah agensi. Angka menunjukkan 53 responden atau 26,9% mengatakan bahwa dirinya pernah dimintai untuk melalukan adegan seks untuk gambar atau video porno, dimana mereka tidak mengetahui apakah hal tersebut ada atau tidak ada didalam kontrak yang mereka tandatangani, sebagai tambahan 17 responden atau 8.6% menuruti permintaan tersebut. Angka tersebut diambil dari 2.575 wanita yang memiliki kontrak dengan agensi model dan hiburan lainnya.

Ini merupakan survei pertama yang dilakukan pihak kementrian dalam menanggulangi kasus seksual yang melibatkan wanita muda yang terlibat pada bisnis pertunjukkan. Pihak pemerintah juga mengatakan bahwa hasil survei ini hanya sampel kecil dari wanita-wanita yang menjadi korban dari kasus seksual, dimana mereka tidak bisa berkonsultasi dengan orang lain mengenai permasalahan yang menimpa mereka.

“Kami hendak meningkatkan sistem pelayanan dan menciptakan suasana yang baik sehingga korban bisa bebas berbicara kepada seseorang mengenai permasalahan ini,” tambah pihak pemerintah.

Hasil survei ini mengikuti sejumlah kasus yang melibatkan gadis muda yang mengakui bahwa diri mereka dipaksa untuk melakukan adegan seks dengan aktor pria dalam sebuah video porno. Jepang sendiri telah menarik kritik internasional terkait permasalahan pornografi ini.

Human Rights Now, sebuah grup advokat untuk hak asasi manusia mengatakan bahwa jumlah korban kasus ini meningkat menjadi 81 orang pada tahun 2015 dimana pada tahun 2014 hanya 32 orang.

Saat ditanyakan kenapa mereka setuju melakukan adegan seks, laporan milik pejabat Dewan mengatakan bahwa 35,3% mengatakan bahwa mereka membutuhkan uang; 29,4% mengatakan mereka diberitahu bahwa pembuatan adegan tersebut ada pada kontrak yang mereka tandatangani; 23,5% mengatakan bahwa bila mereka menolak permintaan tersebut mereka akan menyusahkan orang lain termasuk sang manajer.

Banyak responden yang mengatakan bahwa mereka tidak dapat berkonsultasi dengan orang lain karena mereka berpikir hal tersebut memalukan, atau mereka tidak ingin keluarga atau teman-teman mereka mengetahui permasalahan tersebut.

Berdasarkan usia yang menjalani kontrak sebagai model atau idol, tercatat 36% berusia 18 atau 19 tahun; 32,5% berusia antara 20-24 tahun, dan 32% dibawah usia 18 tahun.

Sumber: JapanToday