[3 Episode Rule] Little Witch Academia

February 10, 2017 3:42 pm
[3 Episode Rule] Little Witch Academia

Secara pribadi, Little Witch Academia memiliki tiga episode pembuka terkuat untuk season ini. Setelah tayangnya kedua OVA-nya di tahun 2013 lewat Anime Mirai dan 2015 berkat Kickstarter, banyak timbul ekpektasi tinggi terhadap adaptasi serial TV buatan Yoh Yoshinari dan Trigger ini.

Sebelum kita mulai 3 Episode Rule kali ini, sebagai disclaimer saya akui saya akan sedikit “curang” karena untuk menjabarkan worlbuilding dan karakterisasi, dua hal favorit saya dari sebuah cerita; saya akan membicarakan 5 episode yang sudah tayang.

Little Witch Academia - 02

Seri TV Little Witch Academia adalah soft-reboot dari seri OVA-nya agar lebih sesuai dengan penayangan TV. Bila OVA-nya langsung menceritakan keseharian Atsuko Kagari di sekolah sihir Luna Nova, seri TV ini menceritakan dari awal bagaimana Akko bergabung dengan Luna Nova dan bertemu dengan kedua temannya Lotte Jansson dan Sucy Manbavaran. Premisnya sendiri masih sama, Akko yang terinspirasi oleh Shiny Chariot ingin menjadi penyihir sepertinya walaupun dia sama sekali tidak memiliki bakat sebagai penyihir.

Anime ini seringkali dibandingkan dengan kartun barat, dengan kata lain ini adalah seri semua umur yang sangat kompeten. Agak aneh juga melihat seri buatan veteran Gainax yang sejauh ini tidak memiliki adegan fanservice sama sekali, namun dua hal penting yang sangat saya sukai dari studio Trigger yaitu energi dan kreativitas dunianya sangat bersinar disini. Tiga episode awalnya sejauh ini bisa menandingi kualitas produksi OVA-nya.

Little Witch Academia - 03

There might not be any overt fanservice, but there’s still Ursula

Hanya saja saya mulai memperhatikan beberapa “penghematan” di dua episode selanjutnya. Namun berhubung Netflix dan Goodsmile sendiri mensponsori seri ini, saya cenderung optimistis tidak akan ada terlalu banyak campur tangan dari komite produksi selama penayangannya berlangsung.

The characterization change is for the better

Dengan jatah 25 episode, Little Witch Academia mendapat lebih banyak screentime untuk mengembangkan karakternya dan memberi mereka kepribadian yang lebih mendalam dibandingkan OVA-nya. Akko adalah karakter yang harus diberitahu kalau dia berbuat salah karena dia kesulitan menyadarinya (dengan kata lain, seorang Luffy), Lotte secara menakjubkan bisa menjadi Fujoshi yang tidak menyebalkan, sementara Sucy, well, you can’t improve perfection.

Little Witch Academia - 28

Namun perubahan favorit saya adalah untuk karakter Diana Cavendish, di OVA-nya sendiri dia adalah seorang “Popular Bully” yang cukup standar untuk setting sekolahan, namun untuk seri TV-nya dia bisa dengan mudah dibandingkan dengan Hermione Granger dari Harry Potter, hanya saja latar belakangnya malah membuatnya dihormati disini. Dia disini hanyalah seorang murid yang sangat serius dengan profesinya, “konflik” dengan Akko sendiri hanya sebatas pemberian saran yang cukup tegas.

Hanya saja satu hal yang cukup saya sayangkan adalah anime ini seringkali membuat karakter lain lebih bodoh agar dia terlihat lebih jenius. Episode kelimanya sendiri merupakan contoh terburuk dari aspek ini.

The worldbuilding is very on-point

Satu plot-point baru yang ditambahkan seri anime-nya adalah Luna Nova merupakan sekolah yang kesulitan mendapatkan pendanaan. Hal ini jugalah yang membuat murid seperti Akko bisa masuk ke sekolah ini, dan kesulitan dana ini juga menjadi penggerak berbagai konflk dari episode yang tayang.

Little Witch Academia - 01

Begitu juga dengan fakta bahwa para penyihir dan mahluk supernatural dunia ini kesulitan hidup dan kehilangan tempatnya di dunia yang semakin modern. Salah satu tema favorit saya untuk karya fiksi adalah “dunia fantasi yang fantasinya mulai mati” seperti Discworld dan Garret PI, sehingga saya saat menghargai pendekatan ini.

Awalnya saya menakutkan bahwa progresi cerita anime-nya hanyalah “Akko belajar sihir Chariot baru untuk episode ini”, untungnya Trigger cukup berdedikasi agar tiap episodenya dapat mengembangkan dunia dan karakter yang bukan Akko, jadi setting terasa lebih hidup.

Little Witch Academia - 09

Staf produksi juga cukup kompeten untuk memperlihatkan bahwa Luna Nova adalah sekolah internasional, jadi tidak ada kejanggalan seperti huruf Jepang di sekolah yang berada di Inggris ini, ataupun murid blasteran Jepang yang dibuat karena penulis sama sekali tidak paham dengan budaya negeri lain.

Verdict: A very safe and competent show in all front

Little Witch Academia 34

Little Witch Academia adalah anime yang sangat mudah untuk direkomendasikan ke siapapun, bahkan untuk mereka yang tidak tertarik dengan anime berkat energi dan kreativitas animasinya. Kritik bahwa penceritaan anime ini terlalu “simplistik” memang cukup valid, hanya saja saya lebih menghargai premis yang sederhana dan klise yang dieksekusi dengan baik, dan sejauh ini Little Witch Academia dapat melakukan hal itu dengan baik.