Presiden AT-X: “AI Bisa Menggantikan Manusia dalam Membuat Anime”

February 17, 2017 10:51 am
Presiden AT-X: “AI Bisa Menggantikan Manusia dalam Membuat Anime”

Keisuka Iwata, presiden dari channel televisi AT-X, menjadi pembicara pada Digital Hollywood University Tokyo pada hari Kamis. Dia berpendapat bahwa “AI bisa sepenuhnya menggantikan manusia dalam memproduksi anime”

Iwata sebelumnya bekerja sebagai produser seri besar seperti Pokemon, Shaman King, dan Prince of Tennis. Dia melihat bahwa perkembangan dari teknologi AI memungkinkan hasil yang sama realistiknya dengan karya manusia. Teknik ini dinamakan Deep Learning, dimana tahun lalu sebuah AI berhasil membuat lukisan bergaya Rembrandt setelah menganalisa 346 lukisan miliknya.

_89104292_rembrandt

Iwata percaya di masa depan, hal yang sama bisa dilakukan pada karya Hideaki Anno seperti Evangelion dan membuat anime dengan gaya yang sama. Dia menambahkan bahwa berbagai aspek anime lainnya seperti membuat musik, desain karakter, dan storyboard bisa dikerjakan dengan metode ini. Namun dia juga menyadar bahwa otak manusia bisa terus berkembang dengan pengalaman dan disiplin sehingga keberadaan mereka akan terus dibutuhkan.

Sejak 2009, Iwata telah memprediksi bahwa pasar anime akan terus menyusut dari tahun 2010. Sehingga perkembangan yang berarti pada industri ini akan diperlukan. Dengan banyaknya berita tentang buruknya kualitas tempat kerja dan praktik bisnis industri ini. Penggunaan teknologi mungkin bisa digunakan untuk menopang kelemahan ini.

Untuk saat ini, AI sebenarnya sudah “bisa” membuat cerita dan film, hanya saja bagus atau tidaknya sebuah produk kreatif lebih ditentukan dengan eksekusi yang bagus dibandingkan materi yang berkualitas, dan saya tidak yakin AI memiliki pengalaman, “hati”, ataupun kecintaan pada materi tersebut; yang dapat membuat karya tersebut lebih mengena di hati penontonnya.

Namun di sisi lain, melihat kualitas beberapa anime akhir-akhir ini, saya tidak terlalu kaget bila kedepannya orang-orang kesulitan membedakan karya AI dan Manusia karena adaptasi tersebut terlalu “mekanikal” eksekusinya.

Sumber: ANN