[Review] Nioh

March 1, 2017 5:27 pm
[Review] Nioh

Selain The Last Guardian dan Final Fantasy XV, game yang sudah lama ditunggu sejak pengumuman PS3 hingga akhirnya rilis di PS4 adalah “Nioh.” Setelah menghadapi banyak perubahan, game ini akhirnya tampil serupa dengan seri Souls tetapi menghadirkan banyak perbedaan.

Gameplay yang Sadis

Secara garis besar, gameplay dari Nioh mirip dengan seri Souls yang sulit, Kesalahan yang kalian lakukan akan bisa berakibat fatal, bahkan ketika melawan musuh biasa. Lebih detilnya, strukturnya lebih mirip dengan Demon’s Souls. Dari world map, kalian akan bisa memilih stage yang ingin kalian tantang. Tentunya ada markas yang berisikan blacksmith untuk memperkuat atau mendapatkan senjata dan armor baru, dojo untuk berlatih, hingga Torii Gate untuk masuk ke permainan orang lain.

Ketika kalian sudah memasuki stage, kalian harus mencari jalan menuju boss dengan desain stage yang penuh jalan bercabang dan jalan pintas, serupa dengan seri Souls. Tetapi untungnya ukuran stage-nya tidak begitu besar, jadi kemungkinan kalian salah jalan bertemu dengan musuh yang sangat sulit kecil. Di stage, kalian akan bisa menemukan banyak benda yang tersembunyi seperti Kodama yang akan membuat item-item tertentu jadi lebih sering drop dan harta karun.

review-nioh-4

Sedangkan untuk sistem pertarungannya, Nioh bisa dibilang memiliki sistem yang mendekati Ninja Gaiden. Tidak aneh, mengingat game ini dibuat oleh Team Ninja. Struktur game-nya memang serupa dengan seri Souls. Setiap aksi kalian ditentukan oleh Ki yang cara kerjanya serupa dengan stamina. Tetapi Team Ninja menambahkan fitur unik berupa Ki Pulse yang bisa digunakan untuk memulihkan Ki dengan cepat apabila kalian menekan R1 dengan tepat. Manajemen Ki sangat penting karena bila kehabisan kalian akan sangat rentan dengan serangan musuh, untungnya aturan Ki ini juga berlaku pada para musuh.

Terdapat juga Guardian Spirit yang bisa kalian temukan di dunianya, selain memberikan efek pasif mereka juga dapat memberikan efek Living Weapon yang bisa membuat kalian lebih kuat. Living Weapon bisa diaktifkan setelah kalian mengalahkan beberapa musuh, jadi saat bolak-balik dengan boss ada insentif untuk melawan musuh dijalanan untuk mengaktifkan kemampuan ini saat Boss Battle.

Aksi dari Nioh sangat fluid dan cepat, membuat kalian ingat kembali dengan Ninja Gaiden. Sorotan utama lainnya adalah apabila kalian bisa menghindar dengan timing yang tepat, kalian akan bisa menghindari serangan meski serangan tersebut mengenai tubuh karakter. Hal ini membuat kalian bisa bertarung dengan menggunakan teknik tinggi.

Grafis yang Detil

Nioh menampilkan grafis yang detil, terutama pada bagian wajah karakter yang terasa sangat nyata. Detil armor dan senjata pun terlihat jelas sesuai dengan suasana Jepang. Setiap lekukan armor di-render dengan detil. Meski grafisnya cukup detil, game ini bisa berjalan di 60 fps, sehingga seluruh aksi terasa luwes dan cepat.

review-nioh-5

Sayangnya untuk mencapai frame rate tersebut, Koei Tecmo melakukan banyak pengorbanan. Secara visual, memang tidak terlalu terlihat jelas, apalagi bagi orang awam. Tetapi yang terlihat jelas adalah dari jumlah karakter musuh dan jarak pandangan. Kalian jarang sekali menghadapi musuh yang banyak sekaligus. Paling hanya sekitar 1-3 musuh saja. Sedangkan masalah jarak pandang itu khusus untuk musuh yang jaraknya jauh. Apabila kalian melihat musuh yang jauh, kalian bisa melihat musuhnya bergerak dengan frame rate yang lebih rendah sehingga gerakannya terlihat kaku.

Cerita Perang yang Sederhana

Nioh mengambil setting pada tahun 1600, tepat pada saat perang Sekigahara terjadi. Jadi kalian akan bisa melihat apa yang menyebabkan perang itu terjadi. Dari segi cerita, Nioh menghadirkan cerita yang sama dengan sejarah nyata, tetapi bedanya ditambahkan dengan elemen Yokai. Jadi, kalian akan bisa melihat berbagai tokoh sejarah dan juga latar belakang mereka.

review-nioh-3

Tetapi sayangnya untuk cerita utama yang mengisahkan William Adams dan tokoh antagonis Edward Kelley terasa sangat sederhana. William yang berasal dari Inggris harus pergi mengejar Kelley yang pergi ke Jepang untuk mengumpulkan Amrita yang digunakan untuk membangkitkan Yokai. Kelley menggunakan kekuatan Saoirse, Guardian Spirit yang dimiliki oleh William tetapi kemudian diculik. Keduanya dibuat berdasarkan dari tokoh sejarah juga, tetapi mengalami banyak modifikasi.

Verdict: Penuh Tantangan

Secara sekilas, Nioh memang bisa dibilang terlihat seperti seri Souls. Tetapi saya merasa game ini bisa disebut sebagai Ninja Gaiden dengan struktur Souls. Di Nioh, keahlian kalian akan bertambah seiring kalian bermain. Dengan memanfaatkan aksi dan mempelajari gerakan musuh, kalian bisa menghadapi berbagai tantangan yang ditawarkan oleh game ini. Kalau kalian merasa kesulitan, kalian bisa memanggil pemain lain melalui sistem Visitor yang akan membantu kalian.

review-nioh-2

Kalau kalian juga menyukai sejarah Jepang, game ini sangat cocok. Tokoh-tokoh sejarah tampil dengan detil dan berbagai perlengkapannya benar-benar kental dengan suasana Jepang. Kalian juga tidak perlu takut soal tingkat kesulitannya. Meski gameplay menyerupai seri Souls, saya berhasil menamatkan game ini. Saya bermain Dark Souls atau Bloodborne selalu kesulitan dan masih berada di paruh awal game karena kesulitan menghadapi musuh-musuhnya.