Dirasa Kelewatan, Game yang Mengubah Kuil Jadi Gadis Moe Diprotes Orang Jepang

March 21, 2017 12:28 pm
Dirasa Kelewatan, Game yang Mengubah Kuil Jadi Gadis Moe Diprotes Orang Jepang

Mengubah semua menjadi moe adalah sesuatu yang sepertinya sudah lazim di Jepang, mulai dari pedang sampai kapal perang, perabotan rumah tangga, jamur, pesawat tempur, you name it, they got it. Namun memang, tidak semua usahanya berhasil, karena banyak game senada yang lama-lama membosankan, bahkan ada yang sudah tutup karena tidak bisa bertahan.

Game terbaru dari DMM, Yashiro ni Hoheto adalah sebuah game di mana kuil-kuil di Jepang berubah menjadi gadis-gadis moe yang dipanggil Shamiko untuk melawan kejahatan di jaman Heian. Skenario game ini dikerjakan oleh Kazunari Suzuki yang sebelumnya mengerjakan seri Shin Megami TenseiSeiyuu dalam game ini juga cukup mengagumkan, ada Nana Mizuki dan Sakura Tange. Mereka sedang membuka sesi pre-registrasi, kamu akan mendapatkan sebuah shamiko bila kamu mendaftar sebelum gamenya rilis.

Berikut ini adalah PV dari game tersebut:

Namun, sepertinya penerimaan netizen terhadap game ini kurang baik, seperti pendapat-pendapat yang mereka utarakan di bawah ini:

  • “Aku sih sebenarnya tidak ada masalah, tapi aku bisa lihat komplain datang dari mana-mana.”
  • “Aku mengerti perubahan senjata jadi moe, tapi kalau kuil dibuat jadi moe, bingung juga.”
  • “Secara pribadi, bermain dengan ‘kuil moe’ membuatku tidak nyaman”

JOI - yashiro ni hoheto diprotes penggemar (2)

Salah seorang netizen juga menjelaskan penggunaan kuil-kuil ini mungkin memang bisa booming seperti Kantai Collection atau Touken Ranbu, namun tidak semua orang bisa menerimanya. Terutama karena yang digunakan adalah kuil keagamaan, tentu banyak orang yang nantinya tidak merasa nyaman untuk memainkan game ini, se-moe apapun kuil yang mereka gambarkan.

Apakah menurutmu kali ini Jepang sudah kelewatan?

Sumber: Yahoo.co.jp