Penjualan Video Anime Jepang Turun 15,8% pada Tahun 2016

March 21, 2017 8:28 pm
Penjualan Video Anime Jepang Turun 15,8% pada Tahun 2016

Asosiasi Video Software Jepang (JVA) telah merilis laporan pada bulan Maret ini mengenai penjualan DVD dan Blu-ray (BD) anime dari Januari hingga Desember 2016.

Total penjualan BD dan DVD anime, termasuk rental, adalah 54.4 Milyar Yen, turun 15.8% dari tahun lalu. Apabila animasi internasional juga dihitung penjualan telah mencapai 61,8 Milyar Yen, turun 15% dari tahun lalu. Pasar animasi mencakup 31,9% pasar DVD dan BD, serta 26,1% pasar rental.

chart

Bila rental tidak dihitung, total penjualannya adalah 41.8 Milyar Yen, turun 14.7% dari tahun 2015. BD untuk anime sendiri mencakup 38,3% penjualan BD Jepang, sementara DVD mencakup 14,1%. Apabila rental tidak dihitung, penjualan video anime untuk anak turun menjadi 2,17 Milyar Yen, turun 41% dari 2015. Segala Penurunan ini juga berimbas pada harga DVD dan BD anime, dimana rata-rata harga DVD adalah 3.385 Yen (naik 8,4%) dan rata-rata harga BD adalah 5.137 Yen (naik 4,1%).

Penurunan ini terjadi juga secara menyeluruh di industri video Jepang, dimana hasil penjualan dan rental adalah 204,7 Milyar Yen atau turun 6,1% di tahun 2016. Penurunan terus terjadi sejak tahun 2004 dulu, dimana industri ini bisa menghasilkan 375,3 Milyar Yen.

Saya melihat penurunan ini diakibatkan oleh streaming, yang walaupun populer margin pendapatannya lebih kecil dan hanya menagih biaya langganan; dan fokus yang lebih besar dalam pembuatan anime layar lebar yang mempunyai promosi lebih besar, merchandise yang bisa langsung dijual di bioskop, durasi yang lebih pendek, dan tentunya bisa menagih penontonnya tiap penayangan.

Perusahaan seperti Aniplex, Kadokawa Shoten, Media Factory, dan Bandai Visual juga mulai bereksperimen dengan merampingkan paket video mereka, dimana BD/DVD yang biasanya menampung 2 episode per volume sekarang menampung 4-6 episode sehingga kuantitas volumenya turun. Jadi situasi ini sebenarnya menghasilkan efek positif untuk kalian yang suka mengoleksi sebuah seri atau menyukai film anime. Setidaknya situasinya tidak seburuk pasar media cetak kemarin.

Sumber: ANN