[Review] NieR: Automata

March 22, 2017 3:21 pm
[Review] NieR: Automata

Saat NieR: Automata” terungkap pada E3 2015 dan Yoko Taro serta Keichi Okabe akan kembali mengerjakan game-nya dengan bantuan Platinum, saya langsung menjerit. Untuk kebanyakan orang pengumuman itu hanyalah sekedar memberitahukan bahwa Platinum dan Square Enix mengerjakan game baru dan seseorang yang terlihat eksentrik menjadi sutradaranya, they’re in for a surprise.

Sebelum kita benar-benar mulai, perlu diketahui bahwa saya akan banyak menggunakan “Yoko Taro” baik sebagai subjek ataupun kata sifat.

The thing on the left

Setelah demo dan berbagai materi promosi (yang juga termasuk drama panggung), baik yang dibuat oleh fans atau bahkan dari “kharisma” Yoko Taro; mendapat respon yang baik. Ekpektasi terhadap perilisan utuhnya cukup tinggi karena salah satu figur paling eksentrik di industri Jepang bertemu dengan salah satu developer paling nyentrik di industri game. Dengan senang hati saya bisa menjawab bahwa game ini berhasil mengungguli ekspektasi saya.

An introduction to Automata & Yoko Taro brand of madness game

Yoko Taro sejak mengerjakan Drakengard/Drag on Dragoon, telah mendapat reputasi sebagai developer yang gamenya sangat tidak menyenangkan untuk dimainkan, namun memiliki cerita, tema, dan karakter yang tidak bisa ditemukan di game lain. Lalu dia merilis NieR Gestalt/Replicant yang dikenal memiliki gameplay kreatif namun “kasar”, serta memiliki cerita yang hanya bisa diceritakan oleh medium video game.

nier autosave

Bila game lain menyuruh untuk tidak mematikan game saat autosave, Automata mengatakan ini

Singkatnya Yoko Taro adalah developer yang lebih suka membuat sebuah pengalaman baru dibandingkan dengan membuat game yang “baik” dan tidak akan takut membuat pemain menderita (yang mewajbkan mengumpulkan semua collectibles dan banyak sekali grinding) bila hal itu bisa memperkuat pengalaman bermain, pendekatan ini kadang sukses dan kadang tidak. Yang jelas hal inilah yang memberikan namanya sebuah cult following. Fansnya sendiri sadar gameplay buatannya adalah sesuatu yang harus dideritai untuk menikmati cerita yang benar-benar unik.

Cerita Automata terjadi 7000 tahun setelah kejadian NieR pertama. Para Android buatan manusia dan Machine Lifeform buatan Alien saling berperang untuk memperebutkan bumi, dan kalian akan memainkan berbagai karakter dalam konflik ini. Kalian tidak harus memainkan prekuelnya untuk menikmati ceritanya, namun kalian akan diberikan banyak sekali fanservice bila kalian melakukannya. Cerita NieR: Automata sendiri sebenarnya adalah sekuel dari drama panggung YoRHa (yang untungnya diceritakan di dalam NieR: Automata) buatan Yoko Taro.

NieR:Automata_20170309224407

Cerita NieR: Automata berfokus pada peperangan ke-14 konflik ini, dimana kalian akan memulai cerita dari perspektif 2B, satu-satunya combat android yang berhasil selamat dalam sebuah misi penghancuran. Dia lalu bertemu dengan 9S, seorang scanner yang bertugas untuk mendukung misinya.

It got Platinum Quality Action, but it still have problems

Harapan dari saya untuk NieR: Automata adalah untuk terciptanya sebuah game dengan gameplay yang dipoles dengan baik yang bisa menampung kegilaan Yoko Taro. Prekuel game ini, NieR Gestalt/Replicant memiliki gameplay yang masih perlu banyak diperbaiki, namun berkat banyaknya tipe tantangan dan pendekatan yang bisa dilakukan, gameplay-nya terasa segar, Automata juga melakukan hal yang sama dengan mengubah & menggabungkan genre secara seamless untuk tiap encounter game ini, yang walaupun memang di beberapa boss hal ini SANGAT menyebalkan, masalah kamera khas Platinum masih ada juga di sini. Untuk kalian yang kurang ahli dengan genre Danmaku/Shoot-em-up juga akan cukup kesulitan di beberapa tantangan game ini.

NieR:Automata_20170312214617

Protip: Lockon masih berfungsi di segmen seperti ini

Bila kalian mengharapkan aksi yang setingkat seri Bayonetta atau Metal Gear Rising, kalian akan kecewa. Gameplaynya sayangnya tidak sedalam game action Platinum lainnya ataupun memiliki variasi sebanyak Wonderful 101, karena game ini adalah Action RPG yang lebih berat ke RPG. Perubahan Difficulty sendiri hanya mempengaruhi Damage (yang pada awal game difficulty Hard bisa membunuh dalam satu serangan) dan besar HP musuh, tidak ada perubahan signifikan pada AI, Moveset, ataupun timing untuk parry/dodge sehingga pilihan difficulty Automata terasa mubazir. Hal ini juga nampaknya alasan dari kenapa tidak ada ranked fight khas Platinum.

Hard mode sendiri nampaknya didesain untuk dimainkan setelah kalian mendapatkan cukup banyak Plugin yang berguna. Plugin sendiri secara teknis adalah sistem equipment dari game ini, beberapa plugin bisa dibilang sangat overpowered dan bisa menekan tingkat kesulitan game ini secara drastis. Begitu juga dengan Pod Program yang merupakan sistem “Magic” dari game sebelumnya yang sayangnya kurang bagus balancing-nya, beberapa program baik yang ofensif maupun defensif dapat dengan mudah melumat mayoritas boss game ini.

NieR:Automata_20170312211202

Bagian Openworld juga sayangnya terasa seperti padding karena tidak banyak hal menarik yang bisa ditemukan dan kebanyakan quest/collectible juga dapat relatif mudah ditemukan bila kalian mendapatkan plugin/program yang tepat. Terdapat juga performance hit di beberapa area, terutama di area yang memiliki banyak tumbuhan. Untungnya isi tiap area akan berubah sesuai dengan progresi cerita dan kalian juga akan mendapat fast travel, jadi eksplorasi tiap playthrough seharusnya tidak terlalu melelahkan.

Satu lagi sistem yang memiliki fungsi yang tidak disangka-sangka adalah Sistem peninggalan “mayat”. Bila kalian mati kalian akan meninggalkan jasad kalian dan kehilangan plugin yang terpasang, apabila kalian gagal mencapai mayat tersebut atau mati sekali lagi, semua plugin yang terpasang akan hilang. Kalian juga bisa menemukan mayat player lain yang bisa kalian “perbaiki” untuk mendapatkan party tambahan atau mengambil plugin mereka untuk durasi tertentu, player lain juga akan mendapatkan bonus seperti saat kalian memberi rating di seri Souls. Namun jujur saja kegunaan paling efektif dari sistem ini adalah memberi area boss lebih banyak atmosfir.

61y8y6l

Sidequest yang ada juga sangat pantas untuk diselesaikan karena hadiahnya kali ini cukup sepadan, tidak seperti game Yoko Taro sebelumnya, penyelesaiannya juga bahkan akan mengubah dialog cerita kedepannya. Kalian tidak usah takut melewati sidequest karena beberapa memang terlalu sulit dilakukan pada playthrough pertama dan kalian akan memerlukan berbagai skill yang baru bisa diakses di playthrough selanjutnya. Nantinya juga kalian akan diberi metode dimana sidequest bisa mudah diakses dan kalian hanya perlu sekali melakukannya

smart bot

Keichi Okabe juga kembali menggubah lagu seri ini, penggunaan musik yang mengikuti situasi pertarungan seperti Metal Gear Rising sayangnya hanya terjadi untuk satu boss saja, namun bila saya ditanyakan apakah soundtrack dari game ini bisa menandingi prekuelnya, saya akan menjawab dengan “Ya”.

Untuk gameplay-nya, secara keseluruhan Nier: Automata adalah game Yoko Taro yang (akhirnya) menyenangkan untuk dimainkan dan tidak mewajibkan kalian untuk mencapai 100% game untuk menamatkannya (akan ada “hadiah” lain bila kalian berhasil melakukannya), namun sayangnya masih belum sebaik character-action game buatan Platinum lainnya akibat fokus yang lebih besar ke aspek RPG dibandingkan Action.

The Story still can’t beat the previous NieR, but the way it tells it is the finest in the medium

Kalian akan perlu “menamatkan” game ini setidaknya 5 kali untuk menyelesaikan cerita utamanya, namun tenang karena tiap playthrough akan lebih pendek berkat berbagai sistem baru yang terbuka. Ada total 26 ending untuk game ini namun 21 diantaranya hanyalah Joke ending yang lebih pantas disebut sebagai “Game Over Spesial” daripada ending.

Dengan berat hati saya harus mengatakan cerita dari Automata tidak sebaik Replicant/Gestalt, tanpa menjabarkan spoiler saya hanya bisa bilang cerita Automata tidak serapih ataupun memiliki fokus yang kuat seperti pendahulunya. Cerita dari Automata lebih “terbebani” oleh misteri dan konspirasi yang cukup kompleks, beberapa plotpoint juga harus kalian cari sendiri dan bahkan tidak masuk ke hitungan sidequest/collectibles sehingga mudah sekali terlewati bila kalian tidak menyadarinya dari awal.

Weapon storynya bahkan bisa menampung plot FFXV dalam 4 paragraf

Weapon storynya bahkan bisa menampung plot FFXV dalam 4 paragraf

Begitu juga dengan para karakter sentral, Replicant/Gestalt memiliki karakter yang sangat likable dan cukup jelas motivasi dan kepribadiannya dari awal, Automata sayangnya baru mengungkapkan informasi vital dari tiap karakternya setelah masuk ke penghujung akhir game ini, sehingga karakterisasi terasa dangkal pada awal permainan.

Mungkin kalian melihat pandangan saya diatas terlalu negatif, namun tenang karena Automata tetap memiliki cerita dan tema yang benar-benar bagus, bahkan saya melihat game ini sebagai “pengalaman video game terbaik” saya untuk 2017 ini berkat cara mereka menyampaikan cerita dan pesan yang benar-benar menyentuh hati saya sebagai manusia.

Bila kalian tidak keberatan dengan spoiler atau sudah memainkan game ini sampai tamat, silahkan blok beberapa paragraf di bawah karena saya akan mendiskusikan tema “kesadaran” game ini dan berbagai plotpoint penting.

NieR:Automata_20170309194143

Dengan banyaknya karakter yang menggunakan nama filsuf (Pascal, Engels, Sartre, Hegel, dsb) sudah jelas bahwa tema yang ditekankan kali ini adalah tentang “kesadaran sebagai manusia”, di sebuah dunia dimana manusia sudah habis. Para mesin dan android bisa hidup selama ratusan bahkan ribuan tahun sehingga cara mereka merasakan “emosi” berbeda dengan manusia.

Saya melihat Yoko Taro ingin kita berempati pada para mesin dengan cara mereka menerima “kemanusiaan” baik dari sisi baik dan buruknya, berhubung ini game Yoko Taro tentunya cerita ini lebih banyak menggambarkan keburukannya.

“Apa itu manusia?” adalah pertanyaan utama cerita NieR: Automata, ada banyak mesin yang mencoba memahami hal ini, namun hanya menghasilkan sebatas imitasi sehingga mereka mengalami kegagalan yang sama berkali-kali. Fakta bahwa para mesin dan android didesain sebagai senjata adalah alasan kenapa para mesin memerlukan konflik dan targer agar mereka tetap memiliki tujuan hidup dan terus berkembang.

Saya rasa Yoko Taro memilih “Kemampuan untuk membuat koneksi/empati dengan orang/hal lain” sebagai kriteria utama sebuah manusia. Hal ini terlihat jelas dari karakter yang menjadi lebih “manusiawi” berkat jalinan hubungan seperti A2 dengan timnya, 9S dengan 2B, Eve dengan Adam, Pascal dengan anak-anaknya, dan masih banyak lagi.

Ada momen dimana para anak-anak mesin membunuh diri mereka sendiri karena mempelajari apa itu “Rasa Takut”, Pascal (Yang dari deskripsi perkenalannya saja membuat saya yakin dia akan disiksa habis-habisan oleh cerita ini) yang sebenarnya mengajarkan hal itu agar mereka bisa berempati dengan “orang” lain tentunya langsung mengakhiri dirinya, dengan atau tanpa bantuan kalian. Momen tersebut adalah momen yang membuat saya sadar dengan pendekatan Yoko Taro ini.

Untuk para karakternya sendiri, 9S secara keseluruhan adalah protagonis dari cerita ini namun setelah kondisi jiwanya terus memburuk setelah mengetahui kebenaran dari para mesin dan identitas sebenarnya dari 2B, pada akhirnya kedua Pod merupakan sudut pandang sebenarnya untuk para pemain dan secara teknis adalah karakter untuk route terakhir.

2B atau lebih tepatnya 2E cukup sial karena mendapatkan tugas untuk menghukum mati 9S, android yang didesain untuk menjadi lebih manusiawi; yang selalu saja tiap iterasinya menyadari kebenaran dari misi para android. Satu konten yang mudah sekali terlewati (di flooded city, pada puing-puing flight unit 2B) membuktikan bahwa dia mencintai 9S, dan saya mudah sekali membayangkan dirinya menjerit dalam hati setiap kali sidequest yang relevan dengan situasinya terjadi setelah menyadari identitas aslinya.

NieR:Automata_20170306232052

A2 sendiri tidak punya apa-apa selain misinya untuk memusnahkan para mesin, yang lalu mulai belajar untuk mempercayai orang lain lagi lewat interaksinya dengan 042 dan Mesin pasifis. Saya cukup menyayangkan interaksi antara A2 dan 2B yang sebenarnya kurang banyak, dan mayoritas kisahnya sendiri sayangnya berada di drama panggung (yang di gamenya sendiri adalah sebuah novel) dan bukan di game ini.

“Pertarungan” terakhir untuk ending E adalah momen gaming terbaik saya untuk 2017 sejauh ini. Dari semua dukungan yang dikirimkan saya tidak melihat satupun kata-kata yang negatif. saya melihat ini sebagai kesuksesan terbesar NieR: Automata, pesan game ini tentang empati disampaikan bukan lewat sebuah adegan namun dibuktikan sendiri dengan pengorbanan para pemainnya.

Penghapusan save data adalah bukti bahwa sang pemain peduli dengan nasib para karakter dan ingin orang lain yang percaya bahwa dunia ini memerlukan harapan atau setidaknya membebaskan kelima karakter ini dari siklus konflik bisa berhasil juga. Inilah koneksi yang saya maksud, inilah yang membuat para pemainnya menjadi “manusia”. Saya tidak yakin akan ada game lain yang bisa menyampaikan temanya seperti ini dalam waktu dekat.

NieR:Automata_20170305002503

NieR: Automata pada akhirnya memiliki cerita yang positif dan optimistis, setidaknya untuk standar Yoko Taro. Dia tidak bohong saat wawancara dulu bahwa game ini memiliki ending yang membahagiakan, bukan karena cerita dari game ini namun dari bagaimana kita sebagai pemain dan manusia, memutuskan untuk mengakhirinya.

Verdict: Let’s Carry The Weight of The World Together

Sebuah game Yoko Taro yang akhirnya cocok untuk konsumsi mainstream, walaupun masih banyak sistem gameplay dan bug yang masih perlu di poles. “Tonton atau baca saja Let’s Play-nya” adalah jawaban umum saya untuk mereka yang penasaran dengan karyanya, namun NieR: Automata adalah satu game yang sangat, sangat saya anjurkan untuk kalian alami sendiri.

Yoko Taro adalah kreator yang memiliki pandangan bahwa video game seharusnya memberi sebuah pengalaman yang hanya bisa didapat dari video game, dan dengan NieR: Automata dia kembali sukses melakukan hal ini.

NieR:Automata_20170312213458

And now, i shall join the chorus.

ricoricorii:

NieR: Automata adalah game besutan Yoko Taro pertama kali saya mainkan. Tidak ada ekspetasi apapun selain racun dari beberapa kru JOI dan teman yang pernah memainkan game Yoko Taro sebelumnya seperti NieR dan Drakengard. Tapi nyatanya NieR: Automata memberikan sebuah pengalaman yang luar biasa beda dan unik, ditambah dengan cerita yang cukup dalam dan penuh misteri. Pengalaman paling unik menurut saya adalah saat saya frustasi kenapa tidak bisa menuju playthrough 2 dan selalu terlempar ke title screen kembali yang ternyata ada trigger yang menuju salah satu ending lawak atau lanjut playthrough 2.

Kekurangan NieR: Automata menurut saya adalah kurangnya tantangan. Saat kalian sudah mencapai end game dan mendapatkan set plugin chip yang powerful maka semuanya akan terasa sangat, sangat, sangat mudah, seakan equipment itu membuat NieR: Automata menjadi ez mode. Game buatan Platinum yang terakhir saya mainkan adalah Metal Gear Rising dan sayangnya saya tidak menemukan tantangan dan ketegangan seperti saat memainakan MGR terutama saat lawan boss yang seringkali saya akhiri dengan bilang “HAH udah gitu doang???”. Lucunya yang menjadi tantangan justru adalah hacking game 9S terutama saat mulai memasuki chapter terakhir.

Diluar kekurangannya, overall NieR: Automata sangat saya rekomendasikan. Tidak berlebihan jika saya bilang bahwa NieR: Automata merupakan best game sejauh ini di tahun 2017 buat saya.

nier-automata