Diyakini Performa Film ‘Ghost in the Shell’ Itu Jelek Karena Review ‘Whitewashing’

April 6, 2017 2:49 pm
Diyakini Performa Film ‘Ghost in the Shell’ Itu Jelek Karena Review ‘Whitewashing’

Kepala distribusi domestik dari Paramount, Kyle Davies memberitahu CBC News di minggu ini kalau dia percaya bila performa Ghost in the Shell” yang buruk itu disebabkan oleh review menyangkut pemilihan pemeran dalam film ini. “Kami sebenarnya berharap hasil yang bagus di pasar domestik.” pungkasnya.

ghost in the shell FI

Dia melanjutkan, “Film ini sangat penting bagi para penggemarnya, karena didasarkan dari sebuah cerita anime. Jadi kami berusaha untuk selalu meniti jalan yang terbaik di antara menghormati source materialnya, dengan membuat sebuah film yang bisa ditonton oleh orang banyak. Hal tersebut sangat menantang, namun sepertinya review mereka tidak membantu.

Film ini telah menuai kritik mengenai whitewashing sejak pemilihan Scarlett Johansson sebagai pemeran dari Motoko Kusanagi. Sebuah petisi penggemar yang ditujukan pada Dreamworks di tahun 2015 bahkan menuai 28.000 tanda tangan untuk meminta penggantian peran dari film tersebut.

Para pemeran dan staf pun membalas kontroversi tersebut, produer Steven Paul percaya kalau GitS tidak hanya sebuah “cerita Jepang saja” dan pencipta seri orisinal Masamune Shirow dan Kodansha sudah sangat membantu dalam pembuatan film ini. Scarlett Johansson tetap memerankan perannya dan sutradara film orisinal Mamoru Oshii juga membela Scarlett dengan menganggap dia telah memerankannya dengan baik.

Menariknya, YouTuber “That Japanese Man Yuta” sudah melakukan beberapa wawancara langsung dengan orang Jepang mengenai whitewashing dalam film GitS. Banyak orang Jepang yang bingung kenapa banyak orang yang kesal karena pemilihan karakter tersebut. Menurut mereka, seharusnya ini bukanlah masalah yang besar.

Saya sendiri sudah menonton film yang menjadi pertanyaan dalam seri ini, dan dari diskusi saya dengan teman-teman yang sudah menonton GitS pun film ini ‘nggak jelek-jelek amat’. Walaupun beberapa ide orisinal dalam film ini memang bikin cringe, namun ada sisi plus yang masih bisa menutup kelemahan tersebut.

Sumber: ANN