Game Moe ‘Yashiro Nihoeto’ Dianggap Dapat Menurunkan Arti Tempat Ibadah

April 7, 2017 2:22 pm
Game Moe ‘Yashiro Nihoeto’ Dianggap Dapat Menurunkan Arti Tempat Ibadah

Sebelum ini, kami sudah menuliskan mengenai game Yashiro Nihoeto yang dianggap ‘kelewatan’ oleh orang Jepang dalam menggambarkan kuil-kuil keagamaan sebagai peran-peran moe. Menurut para netizen, mereka sudah bisa memprediksi datangnya komplain, kebingungan saat memainkannya, bahkan merasa tidak nyaman saat melihatnya. Mungkin memang tidak semua hal bisa dijadikan moe.

Kali ini, komplain melayang dari Katsuji Iwahashi, kepala dari Hubugan Luar Negeri di Asosiasi Kuil Shinto. Dia berkata, “Aku tidak pernah melihat sesuatu seperti ini. Sebagai seseorang yang religius, ini pasti akan membuatku tidak nyaman. Apa yang ada di pikiran mereka saat membuat sesuatu seperti ini.”

Iwahashi mengekspresikan kekhawatirannya kalau para kuil tersebut digambarkan tanpa memiliki pemahaman yang dalam tentang kuil-kuil tersebut, misalnya kuil Kashima dan Kasuga yang memiliki Dewa yang sama, tapi digambarkan menjadi 2 karakter yang berbeda. Dia juga menganggap ramalan seperti omikuji yang dapat kamu coba di kuil Shinto, adalah sebuah proses yang lebih dari sekedar hoki atau tidak hoki. Menurutnya, omikuji di dalam game tersebut adalah sebuah kesalahan dan terlalu meremehkan proses sebenarnya.

Iwahashi juga berkata, “Mereka yang tidak memiliki pemahaman mendalam mengenai kuil dan Dewa Dewi di Jepang mungkin bisa menikmati game ini. Namun aku takut orang-orang kemudian akan menganggap remeh setting dan karakternya, dan bertindak kurang sopan kepada mereka yang memang ingin datang ke kuil.”

Sebagai balasannya, DMM menyatakan kalau game buatan mereka adalah fiksi dan hanya menggunakan gambar-gambar dari kuil Shinto tersebut tanpa koneksi ke orang asli, tempat, atau organisasi.

Sumber: ANN