Biksu Gadungan di Jepang Mengincar Wisatawan Asing

April 18, 2017 3:45 pm
Biksu Gadungan di Jepang Mengincar Wisatawan Asing

Biksu dan pendeta agama Buddha merupakan pemandangan biasa di Jepang, entah saat mereka bermeditasi, melakukan upacara keagamaan, atau mengendarai sepeda di jalanan Jepang.

Namun belakangan muncul beberapa poster disekitar stasiun Harajuku Tokyo untuk memperingatkan para wisatawan untuk jangan memberikan uang kepada orang yang berpura-pura menjadi biksu. Deskripsi yang bahasa Inggrinya belepotan ini memang mengundang tawa dari turis asing, namun peringatan untuk turis agar berhati-hati dengan penipu ini tetap harus diperhatikan.

JOI-fake-monk

Pada poster tersebut juga terdapat pernyataan provokatif yang mengatakan bahwa biksu gadungan tersebut merupakan warga China. Hal ini menyusul tertangkapnya seorang pria China berusia 54 tahun yang meniru tampilan seorang biksu dan meminta donasi dari wisatawan atau orang asing di taman Ueno dan Akihabara, yang nampaknya ini aksi tindak kriminal perseorangan. Bukan merupakan aksi suatu kelompok atau jaringan sebagaimana yang digosipkan.

Menurut pengakuan pria yang tertangkap tersebut, dirinya mampu mendapatkan 20.000 Yen (sekitar 2,4 juta Rupiah) dengan menjual tasbih atau ucapan terima kasih yang seharusnya hanya dijual di kuil. Ucapan terima kasih tersebut ditulis dalam bahasa Inggris dan diketahui dibeli di China oleh biksu gadungan tersebut dengan harga satuannya sekitar 1 yen (sekitar 123 Rupiah). Uang sebesar 20.000 Yen tersebut didapatkan dari 10 orang asing saja sehingga margin pendapatannya bisa dibilang sangat tinggi.

Menjelang Olimpiade 2020 yang diadakan di Jepang diprediksi jumlah wisatawan asing akan meningkat, begitu juga dengan aksi penipuan semacam ini. Siapa pun yang ingin mendonasikan uang lebih baik memasukkan ke kotak amal yang terdapat di kuil-kuil atau membeli omamori (jimat keberuntungan) yang mungkin bisa membawakan keberuntungan bagi yang memilikinya.

Sumber: Rocketnews