[CSF Interview] Ying Tze

April 30, 2017 5:30 pm
[CSF Interview] Ying Tze

Pada hari Sabtu, 29 April 2017, JOI dan media-media lain mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai dara cantik dari Malaysia yang satu ini. Dia adalah Ying Tzecosplayer yang sudah berkali-kali datang ke Indonesia, dan pastinya sudah menjadi yang ditunggu-tunggu di Jakarta. Tidak percaya? Namanya selalu menjadi yang teratas dalam jajak pendapat cosplayer favorit dari acara AFA.

Kali ini, Ying Tze datang selama 2 hari dalam acara Creators Super Fest di Grand Ballroom hotel Pullman Central Park Jakarta. Dia akan cosplay sebagai Utaha Kasumigaoka dari seri Saekano dan D.VA dari game Overwatch. Namun sebelum kamu melihat cosplay-nya, bagaimana jika kamu baca dulu wawancara JOI dan rekan-rekan media lain dengan Ying Tze.

JOI - ying tze cosplan

Q: What fuels your creativity so that you keep making more costumes?

Q: Apa yang menjadi bahan bakar kreativitas agar kamu kamu terus membuat banyak kostum?

A: Haha, 1st question is difficult already. When I first started cosplaying, because I start cosplaying by making costumes when I was student, I have no money to go tailor my costume. By making your own costume, it’s cheaper and you can cosplay more of your favorite character. I started because I really liked the character, so I want to make their costumes. Then, what fuels my creativity, I would say nice materials. Just like last week, I went to Bangkok to buy fabric and stuff. When I have nice materials, I will feel very inspired and I also makes costume faster. I made this Utaha costume in less than 24 hours.

A: Haha, dari pertanyaan pertama sudah susah ya. Saat aku pertama kali cosplay, karena aku mulai cosplay saat masih menjadi siswi, aku tidak punya uang untuk pergi ke penjahit. Tapi dengan membuat kostum sendiri, harganya jadi lebih murah dan kamu bisa membuat lebih banyak kostum karakter favorit. Lalu, yang menjadi penyemangatku adalah bahan cosplay yang bagus. Seperti minggu lalu, aku pergi ke Bangkok untuk membeli kain dan macam-macam. Saat aku punya bahan yang bagus, aku akan merasa sangat terinspirasi, aku juga jadi membuat kostum dengan lebih cepat. Aku membuat kostum Utaha ini di bawah 24 jam.

Q: You’ve come to Indonesia several times, what do you think about the concept of CSF?

Q: Kamu sudah datang ke Indonesia beberapa kali, apa yang kamu pikirkan tentang konsep dari CSF?

A: I think AFA is more to concert, but I think this is the first time they make an event for content creator and I think it’s very good. Because I don’t think there’re not many events that are focusing on doujin artist. I think there are many talented artist in Indonesia, because I have a friend in Indonesia which also likes to sell her artworks. So I think this is a good time for Indonesian artist to show their talent and also it will invite more people from other countries as well, like Okita from Thailand. So I think this is a very good event.

A: Aku rasa, AFA itu lebih menjurus ke arah konser, tapi ini adalah pertama kalinya kurasa mereka membuat event untuk content creator, dan rasanya itu sangat baik. Karena tidak banyak event di Indonesia yang benar-benar fokus kepada penggambar doujin. Aku rasa banyak artis berbakat di Indonesia, dan aku juga punya teman yang suka menjual gambarnya. Jadi kurasa, ini waktu yang baik bagi ilustrator Indonesia untuk memperlihatkan bakatnya, dan akan menjadi pengundang artist dari luar negeri juga. Seperti Okita dari Thailand. Jadi kurasa ini adalah event yang baik.

Q: About how you choose your cosplay, is it for certain events, or depends on the moment or what?

Q: Bagaimana kamu memilih cosplay-mu, apakah khusus untuk event atau tergantung dengan moment-nya, atau bagaimana?

A: I think for me is what I’m interested in. Because like Utaha, I started cosplaying utaha in February, then I really like the anime, and then I see this costume and I finally want to cosplay as this character. For me, making costume always have a special place in my heart. Maybe sometimes I also cosplay from games I like, tomorrow I would cosplay as D.Va from Overwatch, I’m not good in it (haha), but I always enjoy the game so I am like a casual gamer. I always play for the story.

A: Aku rasa bagiku, adalah apa yang sedang membuatku tertarik. Seperti misalnya Utaha, Aku mulai cosplay Utaha di bulan Februari, dan aku sangat suka anime-nya. Kemudian aku melihat kostum versi ini, dan akhirnya memutuskan untuk cosplay sebagai karakternya. Bagiku, membuat kostum akan selalu punya tempat spesial di dalam hatiku. Mungkin kadang aku juga akan cosplay dari game yang aku suka, seperti besok aku akan cosplay D.Va dari Overwatch. Aku kurang baik dalam memainkannya (haha) tapi aku sangat menikmati game, sebagai casual gamer. Aku juga selalu bermain untuk ceritanya.

unnamed

Q: Do you have any advice for Indonesian cosplayers?

Q: Apakah kamu punya saran untuk cosplayer Indonesia?

A: I don’t think I have any advice, because Indonesian cosplayers are very good and one of my inspiration is Pinky Lu xun from Indonesia. So if you ask me if I have advice, I don’t, because Indonesian are the people that gave me inspiration to cosplay.

When I first came to Indonesia for a cosplay event, I’m surprised that I have to be the judge, and all the contestant are really amazing. Then when I came back to Malaysia, I tell myself to be the best in cosplay. It’s like when you see someone amazing, you also want to be even more amazing at what you do.

A: Aku rasa aku tidak punya saran apa-apa, karena cosplayer Indonesia selalu sangat baik, dan salah satu inspirasiku adalah Pinky Lu Xun dari Indonesia. Jadi kalau kamu meminta saran dariku, aku tidak punya. Karena orang Indonesialah yang memberikanku inspirasi untuk cosplay.

Saat aku pertama kali datang ke Indonesia untuk acara cosplay, aku terkejut karena aku harus jadi jurinya, dan semua kontestannya sangat luar biasa. Jadi saat aku pulang ke Malaysia, aku langsung berkata pada diriku untuk menjadi lebih baik lagi. Seperti saat kamu melihat seseorang yang luar biasa, kamu juga ingin menjadi lebih luar biasa lagi di bidang yang kamu lakukan.

Q: What is the most difficult cosplay you’ve done so far?

Q: Cosplay apakah yang paling sulit menurutmu?

A: I think every costume is hard, because every costume is something new, so every costume has it”s own difficulty. Like this Utaha costume, you see there’s stripe pattern on it, so I buy blue costume, and then embedded the white pattern on it because no one sells this kind of costume.

A: Aku rasa setiap kostum memiliki kesusahannya sendiri. jadi semua kostum itu selalu susah dan selalu baru. Seperti kostum Utaha ini, kamu lihat ada pola strip putihnya jadi aku beli baju biru dan memberikan pola putih di dalamnya karena tidak ada yang menjual baju dengan motif seperti ini.

Q: What do you think is different from Indonesian and Malaysian cosplay.

Q: Apa yang menurutmu berbeda di antara cosplay Indonesia dan Malaysia.

A: I think Malaysian cosplay are more focused on photoshoot, but Indonesian are more focused on actions. We like to go to event, but in Indonesia the cosplayers like to join competition and perform. For example, like in WCS, Indonesia won the competition last year. Indonesian cosplayers are very talented and also very humble.

A: Aku rasa cosplay di Malaysia lebih berfokus pada photoshoot, Sementara Indonesia lebih kearah aksi. Cosplayer kami senang mendatangi event, sementara cosplayer Indonesia lebih suka berkompetisi dan beraksi. Seperti saat Indonesia memenangkan WCS tahun lalu. Cosplayer Indonesia sangat berbakat dan juga sangat rendah diri.

Q: What do you want to achieve in the next 10 years?

Q: Apa yang ingin kamu raih dalam 10 tahun ke depan?

A: I want to have a family, because my parents divorced when I was very young, and when I grow up older I want to have a happy family. I want to have children, because I’m a very simple person, I only want to have a happy family and a happy life. Everyone in life want to be happy right? For me it’s ok to be ‘cukup-cukup’, maybe it’s fine to have holiday once a year, and then I don’t need to worry about house and electricity, and I can do what I like. I also want to have cat cafe in Malaysia.

A: Aku ingin punya keluarga, karena orangtuaku cerai saat aku masih sangat muda dan saat aku mulai tua, aku ingin punya keluarga bahagia. Aku ingin punya anak, dan karena aku orangnya simpel, aku hanya ingin punya keluarga dan kehidupan yang bahagia. Semua orang ingin jadi bahagia kan? Bagiku, ok untuk jadi ‘cukup-cukup’ saja. Mungkin oke untuk liburan satu kali setahun, aku tidak perlu bingung mengenai rumah dan listrik, serta aku bisa melakukan apa yang aku suka. Aku juga ingin membuka kafe kucing di Malaysia.

unnamed (1)

Q: What is the next character you want to cosplay?

Q: Karakter apa yang ingin kamu cosplaykan berikutnya?

A: Persona 5, this month I haven’t made any costume because I’ve spent my time playing this game. This is my first Persona game.

A: Persona 5, bulan ini aku belum membuat kostum lain karena aku menghabiskan waktu bermain game ini. Ini adalah game Persona pertamaku.

Q: What’s your favorite beverage?

Q: Apakah minuman favoritmu?

A: If it’s a tea, it’s earl grey tea. Then I like pearl milk tea, I also drink a lot of Starbucks.

A: Kalau itu teh, itu teh earl grey. Aku juga suka pearl milk tea. Aku juga minum banyak minuman Starbucks.

Q: Please tell us one of your best moments or memories in Indonesia.

Q: Tolong beritahu kami salah satu momen atau ingatan terbaikmu di Indonesia.

A: Most memorable moments? I think it is my first time to Indonesia on 2012 on the first AFA. That time it was my first trip to Indonesia. So I don’t know what to expect, and it was only my 2nd event on Moe Moe Kyuun cafe. I am very nervous that people won’t like me because I’m very tall and I am not sure if Indonesian won’t like tall girl. Plus, I’m not cute, because for me cute is more like short loli girls like Punipun.

But on the first day I’m really surprised and many people come and queue for the cafe. We only have 6 girls and we were very busy but we were very happy.

JOI - ying tze interview

Itulah akhir interview kami bersama sang cosplayer cantik, apakah ada informasi yang bisa berguna untukmu? Semoga kamu tetap mendukungnya untuk terus bisa datang ke Indonesia ya!