Survey Menyelidiki Berapa Banyak Hubungan yang Diakhiri Akibat Penghapusan Save Data

May 4, 2017 11:34 am
Survey Menyelidiki Berapa Banyak Hubungan yang Diakhiri Akibat Penghapusan Save Data

Kehilangan save data dari game yang panjang, baik karena kecerobohan, kerusakan sistem, atau dihapus orang lain; adalah hal yang sangat menyakitkan. Saya masih ingat era dimana saya masih rental konsol melihat orang yang 10 tahun lebih tua dari saya menjerit karena meng-overwrite save data utama dia dengan file game baru. Orang yang sengaja menghilangkan puluhan hingga ratusan jam usaha seseorang seringkali sulit dikasihani oleh mereka yang serius dengan game mereka.

Seorang netizen dengan username @mizutarou00312 baru-baru ini membuka pooling tentang kasus hipotetikal. Dia menanyakan fans game Pokemon yang sudah dewasa “Bila kalian bertengkar dengan pasangan kalian dan dia menghapus save data Pokemon kalian lalu menyesalinya dan minta maaf, apakah kalian akan memaafkan mereka?”



Dalam dua hari 32.988 respon diterima. 65% responden menjawab bahwa mereka tidak akan mengampuni tindakan ini dan memutuskan hubungan mereka. Sisa 35% responden mau memaafkan mereka dan tetap menjaga hubungan.

Di permukaannya, data tersebut mungkin menunjukkan bahwa kebanyakan orang menganggap game mereka lebih penting daripada hubungan dengan manusia lain. Argumen bahwa game bisa dimainkan ulang merupakan alasan yang dungkapkan pihak yang memutuskan untuk memaafkan pasangan. Namun kebanyakan komentar mengatakan bahwa kekecewaan mereka bukan dari kehilangan data, namun dari karakter buruk pasangan mereka.

Mereka menganggap bahwa pasangan yang sengaja melakukan hal ini melecehkan kegemaran mereka dan tidak memiliki niat sama sekali untuk memahami hobi pasangan mereka. Kelakuan ini juga mengungkap kepribadian buruk seseorang.


“Ini bukan masalah memaafkan atau tidak. Apabila seseorang sampai merusak barang berharga orang lain karena konflik, lebih baik putuskan hubungan dengan orang tersebut.”


“Jika alasan pertengkaran adalah Pokemon, hal ini bisa dimaafkan. Bisa saja hal ini dilakukan mereka untuk memperbaiki masalah walaupun caranya buruk. Namun menghancurkan barang orang lain untuk balas dendam itu menunjukkan orang tersebut tidak memiliki empati dan belum dewasa, dan mereka akan melakukan hal ini lagi di masa depan.”

Perlu diketahui bahwa kebanyakan game modern umumnya memberi banyak peringatan bila data akan dihapus untuk mencegah data hilang akibat kecerobohan. Salah satu komentar menekankan bahwa aksi penghapusan sengaja dilakukan dengan sengaja dan dengan kesadaran sepenuhnya sang pelaku.


“Data Pokemon tidak bisa dihapus dengan satu tombol, bila sudah diberi peringatan namun mereka tetap menghapusnya itu tidak bisa dimaafkan.”

Singkatnya, orang-orang relatif tidak keberatan untuk kehilangan puluhan hingga ratusan jam usaha mereka, namun sulit sekali menolerir keberadaan seseorang yang walaupun menyadari waktu dan usaha orang lain di dalam save tersebut, tetap saja menghapusnya.

Sumber: Soranews