Laporan OEDC: “Jepang Adalah Tiga Besar Negara dengan Tingkat Kebahagiaan Remaja Terendah”

May 8, 2017 5:35 pm
Laporan OEDC: “Jepang Adalah Tiga Besar Negara dengan Tingkat Kebahagiaan Remaja Terendah”

Alasan kenapa kebanyakan anime dan manga di Jepang berfokus pada remaja, adalah karena demografi tersebut adalah yang paling “bebas” di sana. Tidak salah bila asumsi bahwa remaja disana tingkat kepuasannya lebih tinggi dibuat. Hanya saja laporan dari Organisasi untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OEDC) menunjukkan bahwa asumsi tersebut salah.

Dari 35 negara yang diteliti, hanya remaja Korea Selatan dan Turki saja yang tingkat kepuasannya lebih rendah dari Jepang. Remaja Jepang memiliki tingkat kegelisahan diatas rata-rata dan motivasi untuk sukses di sekolah juga dibawah rata-rata. Sebuah survey yang melibatkan 72 negara dan 540.000 remaja usia 15 tahun menunjukkan bahwa pemuda di negara dengan ekonomi maju tidak merasa sejahtera walaupun relatif lebih bebas dan kaya.

Data ini juga didukung oleh publikasi dari Varkey Foundation, yaitu “Generation Z: Global Citizenship Survey” yang meneliti remaja umur 15-21 tahun di 20 Negara. Remaja Jepang dikonfirmasi memiliki tingkat kesejahteraan mental terendah dari keduapuluh negara tersebut. Hal ini cukup mengkhawatirkan berhubung pada laporan dari tahun 2014 penyebab kematian terbesar pada usia 10-19 tahun adalah bunuh diri.

Penyebab hal ini sayangnya tidak jelas, karena pada laporan OEDC tidak ditemukan hubungan antara waktu belajar dan frekuensi ujian pada kesehatan mental remaja. Hanya saja laporan menemukan bahwa cara pendidikan dan dukungan diberikan itu lebih penting.

Ditemukan dari data bahwa murid yang setiap hari makan dan bicara dengan keluarganya memiliki 22-39% kemungkinan untuk memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Remaja juga lebih bisa bertahan dari kasus bullying bila mendapat dukungan dari orang tua. Di sekolah juga guru yang mendukung pendidikan anak didik mereka terbukti berpengaruh untuk meningkatkan kesejahteraan mental remaja.

Laporan Generation Z, yang menggunakan metrik pengukur seperti kebahagiaan hidup, kesejahteraan mental, dan kesejahteraan emosional; menemukan bahwa negara seperti China, India, Nigeria, dan Indonesia berhasil mendapatkan nilai tinggi untuk tiga kriteria tersebut.

Hal ini diakibatkan oleh tiga faktor. Pertama China, Indonesia, dan India adalah negara dengan relasi keluarga yang dekat. Kedua China, India, Nigeria, dan Indonesia yang pasarnya terus tumbuh merasa dunia ini kedepannya akan menjadi lebih baik, sehingga optimisme bahwa masa depan akan lebih cerah untuk mereka baik untuk kesehatan mental mereka, Berbeda dengan Jepang yang rentan dengan resesi dan dianggap sulit tumbuh. Terakhir, saat remaja Jepang ditanyakan apa nilai terpenting yang mereka pegang, jawaban yang diterima mayoritas adalah “bekerja keras”. Hanya saja laporan juga menunjukkan “Berkontribusi pada masyarakat” adalah jawaban yang jarang dipilih.

Kombinasi dari pesimisme dengan prospek masa depan dan semakin sedikitnya jalur untuk mendapatkan kesempatan yang lebih baik. Masalah ekonomi memang sulit untuk diatasi, namun dari data yang sudah didapat terungkap bahwa remaja sangat membutuhkan dukungan yang baik dari keluarga.

Setelah membaca laporan yang ada, saya agak kagum juga melihat tokoh utama sebuah seri yang umumnya yatim piatu atau tidak banyak diawasi orang tua bisa tumbuh dengan stabil. Mungkin fantasi terbesar dari anime dan manga bukanlah remaja dengan kekuatan yang tidak masuk akal, namun remaja yang optimistis dengan masa depan mereka.

Sumber: Japantimes