Manajer Izakaya Meracuni Pekerjanya yang Malas

May 12, 2017 1:57 pm
Manajer Izakaya Meracuni Pekerjanya yang Malas

Perundangan untuk perlindungan tenaga kerja di Jepang terkenal cukup kuat, namun sayangnya hal ini membuat beberapa perusahaan menjadi “kreatif” untuk memutuskan hubungan kerja, yang ditujukan agar karyawan tersebut memilih untuk pensiun. Hanya saja saya tidak yakin logika apa yang membuat manajemen Izakaya (rumah makan) berikut memilih untuk mencoba membunuh karyawan paruh waktu dibandingkan dengan memecatnya.

Kasus ini terjadi pada 9 November kemarin, dimana manajer Izakaya berusia 30 tahun memberikan makanan ke staf-nya. Makanan tersebut ternyata dibubuhi bibit Datura/Kecubung, sebuah tanaman yang bisa dipakai untuk obat namun lebih sering digunakan untuk racun. Efek racunnya bisa berupa rasa sakit selama berhari-hari, amnesia, halusinasi, dan pusing berkepanjangan.

datura stramonium

Manajer tersebut mengaku mengetahui efek Datura dari buku dan membeli bibitnya secara online. Dia mengaku pada kepolisian bahwa alasannya meracuni pekerja paruh waktu yang berusia 20 tahun tersebut adalah performa kerjanya yang malas. Sang korban mengaku tidak mampu bergerak saat bangun tidur di rumahnya, dan harus dilarikan ke rumah sakit. Dia baru sembuh setelah seminggu dirawat.

Pemilik Izakaya lalu mencoba menyelidiki toko miliknya, dimana sang manajer mengaku bahwa dia meracuni korban dengan bibit Datura. Pemilik lalu langung menelpon polisi dan menahan manajernya. Walaupun manajer tersebut terbukti mencoba melakukan pembunuhan, dia hanya diberikan hukuman masa percobaan selama 3 tahun. Jadi asal dia tidak meracuni orang lain selama durasi tersebut, dia tidak akan dijebloskan ke penjara.

Respon netizen terhadap hukuman yang sangat ringan untuk percobaan pembunuhan ini dapat kalian lihat di bawah:

“Yang paling parah dari kasus ini itu manajernya agaknya tidak merasa bersalah sama sekali.”
“Sayang nama Izakaya-nya di rahasiakan. Mana mau orang datang ke tempat macam itu”
“Belajar manajemen dari Yakuza ya?”
“Kok bisa cuma diberi masa percobaan saja?.”

Perlu diketahui bahwa catatan kriminal itu sangat memberatkan di negara yang tingkat kriminalitasnya rendah seperti Jepang, sehingga manajer tersebut nampaknya akan kesulitan mencari pekerjaan baru. Ada juga kemungkinan tuntutan dari korban diselesaikan di luar pengadilan, sehingga hukumannya rendah. Yang jelas keributan ini tidak perlu terjadi bila saja si manajer dari awal memecat si karyawan.

Sumber: Soranews