[Review] Little Witch Academia

July 5, 2017 4:32 pm
[Review] Little Witch Academia

Apa yang dilakukan jika kalian mempunyai kesempatan mempelajari sihir? Apakah kalian akan menguasai dunia dengan terror atau menyelamatkan banyak orang. Tapi apa yang terjadi jika sihir tersebut masih ada di jaman serba modern? Itulah sedikit gambaran mengenai Little Witch Academia.

Menceritakan Atsuko Kagari, yang dipanggil Akko, seorang yang tidak mempunyai darah keturunan penyihir dan berniat untuk mempelajari sihir untuk membuat orang tersenyum karena pengaruh idola nya saat kecil, Chariot. Apakah anime ini layak ditonton? Mari simak review berikut ini.

Cerita yang dipenuhi sihir

lwa-3

Menonton Little Witch Academia mungkin akan mengingatkan kita saat pertama kali menonton Harry Potter saat masih kecil dulu. Ya sepintas konsep nya mirip: karakter utama pergi ke sekolah sihir untuk  belajar ilmu sihir. Bedanya karakter utama di Little Witch Academia,  Akko tidak mempunyai bakat sihir sama sekali yang berakhir menjadi bahan ejekan beberapa rekan sekolahnya. Selain itu dunia pada Little Witch Academia juga sudah maju sehingga sihir menjadi sebuah hal yang kuno.

lwa-7

Tentu membicarakan sihir erat kaitannya dengan mantera. Akan banyak mantra sihir yang mungkin akan kita dengar dan membuat kita terngiang-ngiang dan rasanya ingin meneriakan “Metamorphie Faciesse“, “Noctu Orfei Aude Fraetor“, atau menunggangi sapu dan mengucapkan “Tia Freyre” berharap sapu tersebut terbang.

Character development!

lwa-9satu hal yang sangat disayangkan adalah tidak adanya gacin (getaran cinta) diantara mereka berdua

Little Witch Academia mempunyai banyak sekali karakter, mulai dari yang tomboy hingga tipikal ketua osis pintar yang bersikap dingin ada disini. Dan yang saya suka hampir semua karakter mempunyai development yang baik terutama development dengan Akko, sehingga pada episode-episode terakhir akan menimbulkan perasaan lebih pada karakter tersebut.

Yang paling terasa tentu adalah development dari Akko. Saya merasakan sekali Akko yang tadinya terlihat sangat menyebalkan, suka memaksakan kehendak, dan sangat terobsesi dengan Chariot, menjadi karakter yang berjiwa kuat dan saya tidak bisa tidak menyukai nya <3

Khas Trigger banget

lwa-1

Anime ini merupakan anime original besutan studio Trigger yang terkenal dengan Kill la Kill, dan beberapa pentolan studio tersebut adalah ex Gainax yang terkenal dengan Tengen Toppa Gurenn Lagann. Menonton anime ini akan sangat terlihat animasi khas Trigger yang anggun dan terkesan lebay, terutama pada episode terakhir dimana ada adegan pertarungan puncak.

lwa-5saya sempat mengira salah nonton anime

Selain itu yang sangat saya suka adalah adanya parodi dari Tengen Toppa Gurenn Lagann pada episode 18 saat Akko bersama Constantine membuat robot yang mempunyai semacam Giga Drill Breaker. Saya tidak bisa menahan tertawa bahagia saat momen itu.

Kurang-nya konten cerita utama

lwa-4saudara kembar Kamina yang tertukar

Mungkin kekurangan anime ini adalah kurangnya konten cerita utama. Pada cour pertama anime ini kalian akan disuguhi oleh banyaknya episode filler yang tidak berhubungan dengan cerita utama. Inti cerita baru mulai terasa saat memasuki cour kedua saat kemunculan karakter baru, Croix. Secara ekstrem bisa saya katakan kalian bisa men skip banyak episode dan tetap akan mengerti cerita nya.

Untungnya episode filler nya sendiri cukup menarik, meskipun ada beberapa yang cukup membosankan.  Tetapi ada yang sangat erat pula hubungannya dengan character development.

Verdict: Noctu Orfei Aude Fraetoro /100

lwa-8best moment! <3

Little Witch Academia merupakan anime original yang berhasil mencuri hati beberapa orang terutama fans studio Trigger. Anime ini sangat ringan untuk ditonton dan tidak perlu berpikir keras untuk dapat mengerti, sangat cocok untuk ditonton saat lelah menjalani hari.

Jika kalian menyukai anime fantasy, maka Little Witch Academia wajib ditonton.

Kaptain

Ini adalah seri dua cour kedua Trigger setelah Kill La Kill. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya di JOI Spotlight, saya jauh lebih menyukai seri ini dibandingkan Kill La Kill berkat tema dan ceritanya yang lebih punya fokus. Akko adalah penyihir payah yang berusaha untuk menjadi penyihir yang tidak terlalu payah agar bisa menginspirasi lebih banyak orang dari awal sampai akhir. Saya sendiri cenderung suka dengan cerita fantasi dimana fantasi dunia tersebut mulai sekarat, entah karena hilangnya sihir atau teknologi yang sudah mengejar, bahkan melewati utilitas sihir.

Berkat usaha worldbuilding tersebut, Little Witch Academia sebenarnya masih menyimpan banyak potensi cerita. Seperti Chariot yang “lumpuh” dan mulai mencari pewaris, Akko yang mulai bisa terbang, pendalaman latar belakang karakter seknder lainnya, kunjungan sekolah lain, dan masih banyak lagi. Yoshinari sendiri mengatakan perlu 3 season untuk menceritakan semua cerita yang ingin dia sampaikan, jadi saya masih berharap petualangan Akko akan terus berlanjut.

Apabila ada satu hal yang sangat saya sayangkan dari season ini, plotline Chariot yang diburu-buru sehingga build-up terasa tidak mencukupi. Secara pribadi juga saya akan lebih menghargai bila Dream Fuel Spirit dari awal adalah ide Chariot dan bukan tipuan dari Croix, hal ini dapat membuatnya menjadi karakter yang lebih tragis dan menarik.

Little Witch Academia, yang seperti pada 3 episode rules dulu masih saya kritik karena bermain terlalu aman, setidaknya sampai akhir bisa menghadirkan kualitas animasi khas veteran Gainax, ini adalah seri yang dengan senang hati akan saya lihat lebih dari dua kali, karena seri ini sangat paham bagaimana membuat adegan klimaks. 

Little Witch Academia - 25

Always go Maximum Itano