Staff ‘Dragon Quest XI’ Bahas Tidak Hadirnya Voice Acting

July 26, 2017 9:56 am
Staff ‘Dragon Quest XI’ Bahas Tidak Hadirnya Voice Acting

Majalah Weekly Famitsu edisi pekan ini dilengkapi dengan artikel wawancara bersama staff yang mengerjakan “Dragon Quest XI: In Search of Departed Time.” Staff-nya yang dimaksud adalah adalah Yosuke Saito selaku produser, Yuji Horii selaku game designer, dan Takeshi Uchikawa selaku sutradara. Tentunya mereka membahas tentang berbagai detil unik mengenai game ini, termasuk kenapa tidak ada voice acting dalam game ini.

Berikut adalah rangkumannya:

  • Dari awal sudah direncanakan Dragon Quest XI akan rilis di PlayStation 4 dan Nintendo 3DS.
  • Mengenai versi PS4, Horii mengatakan bahwa dia ingin kalian bersama keluarga dan teman di layar besar.
  • Karena spesifikasi hardware PS4 dan 3DS sangat berbeda, mereka dapat dengan mudah memanfaatkan kelebihan dari masing-masing konsol.
  • Awalnya, seluruh musik akan benar-benar baru, tetapi karena ada materi homage, mereka juga menggunakan musik dari game-game sebelumnya.
  • Konsep game-nya secara keseluruhan adalah “kembali ke awal” dan “kisah pahlawan.” Tetapi mereka tidak hanya menargetkan kembali ke awal, Horii juga berharap membuat sesuatu yang baru dan menjadi awal baru.
  • Tema dari Dragon Quest XI adalah “pahlawan yang dikejar.” Sedangkan untuk apa arti dibalik kehadirannya pahlawan, itu akan dijawab melalui cerita game-nya.
  • (Mengenai tampilanya Loto/Erdrick) Munculnya karakter ini bukan berarti kalian yang belum pernah memainkan seri Dragon Quest tidak bisa menikmati Dragon Quest XI. Game-nya bisa dinikmati 100 persen tanpa perlu tahu game-game sebelumnya. Di sisi lain, mereka ingin pemain yang tertarik dengan Dragon Quest XI untuk mencoba game-game sebleumnya. Sedangkan arti dibalik munculnya karakter ini masih rahasia. Mereka tidak ingin memberi prasangka apa pun.
  • Desain dari boss terakhir benar-benar menakjubkan. Ini adalah boss terakhir yang hanya bisa didesain oleh Akira Toriyama.
  • Mereka berhati-hati agar “tidak membuat karakter yang tidak berguna.” Karena mereka membuat karakternya dengan detil, mereka harap kalian menyukai seluruh party.
  • Penentuan hadirnya voice acting adalah debat yang sangat sengit pada saat pengerjaan game-nya. Mereka ingin mempertahankan gaya tradisional dari Dragon Quest. Rekaman voice acting akan memakan waktu lama, dan akan membuat perubahan skrip jadi sulit. Horii juga menekankan untuk melihat ceritanya hingga benar-benar akhirnya. Horii melakukan pengaturan dari detil dialog hingga akhir proses pengerjaan.
  • Ada juga pengaturan agar tidak memisahkan kenyataan bahwa kalian adalah tokoh utamanya. Sebagai contoh, Horii mengatakan bahwa mereka berusaha sebisa mungkin untuk menghindari ekspressi sang tokoh utama. Ketika marah, sang tokoh utama hanya memperlihatkannya lewat gerakan mata, bukan dari gerakan tubuh.
  • Dalam pembuatan Dragon Quest XI menggunakan Unreal Engine 4, mereka awalnya melakukan uji coba teknis. Benua Aliahan (meski tidak seluruhnya) dari Dragon Quest III dipilih sebagai uji coba. Dengan kata lain, mereka membuat Dragon Quest III versi PS4. Mereka membuat model pahlawan, ibunya, Warior, Priest, dan Mage. kastil Aliahan dan kotanya, hingga rajanya yang berkualitas tinggi dan sia-sia, dan memastikan ukuran petanya. Uji coba ini memakan waktu dan tenaga yang cukup besar, tetapi menyenangkan dan memberi hasil yang bagus. Karena ini hanyalah uji coba teknis, mereka tidak melakukan optimasi apa pun. Jika ada kesempatan, mereka ingin memperlihatkan Dragon Quest III versi uji coba PS4 ke publik.
  • Karena tombol L2 dari DualShock 4 berada di dekat tombol untuk menentukan, kalian bisa bermain hanya dengan tangan kiri sambil melakukan aktivitas lain.
  • Tactic juga bisa dipasangkan ke tokoh utama, yang akan memudahkan proses pengumpulan EXP.
  • Tokoh utama bisa dilepas dari party.
  • Restricted Play menarik untuk kalian yang menggunakan fitur Share. Mereka menyarankan batasan Ashamed Curse.
  • Tidak ada rencana untuk DLC.
  • Koneksi internet tidak diperlukan, tetapi apabila kalian terhubung ke internet setelah menamatkan game-nya, akan ada sesuatu yang menarik. Ini bukan berarti ada online play, tetapi ada kejutan apabila kalian terhubung ke internet. Mereka harap ada seseorang yang bisa menemukannya.
  • Mereka ingin semua orang bermain Dragon Quest XI sampai tamat.
  • Horii suka kejutan, jadi akan ada banyak kejutan dari ceritanya.
  • Karena ceritanya akan terus berubah, dan meski kalian berpikir “jadi ini intinya,” sebenarnya ada kejadian di balik layar yang tidak akan kalian sadari hingga akhir ceritanya.
  • Bahkan ketika dibandingkan dengan kejutan dari game-game Dragon Quest sebelumnya, konten dari Dragon Quest XI cukup mengejutkan.
  • Proses pengerjaan dimulai dari PS4, tetapi kemudian mereka memutuskan bahwa pengerjaan versi 3DS sudah bisa dimulai pada tengah pengerjaan versi PS4 (Horii).
  • Di awal pengerjaan versi 3DS, field map-nya lebih besar. Tetapi ketika diubah ke 2D mode, petanya menjadi terlalu besar.
  • Karena ada 2 mode di versi 3DS, tentunya ada beberapa perbedaan, tetapi mereka berhasil menanganinya dengan berbagai ide.
  • Baik versi PS4 dan 3DS, jumlah item yang bisa diambil, baik dari shiny spot atau harta karun, sudah diatur agar sama. Tetapi ada 1 perbedaan mengenai elemen ini. Kalian lebih mudah menemuka harta karun dalam 2D mode di versi 3DS.
  • Delcadar (kota di Dragon Quest XI) namanya mirip dengan Delcondar dari Dragon Quest II (Osterfair di versi Inggris), tetapi kemiripan ini hanyalah kebetulan.
  • Mereka menargetkan Dragon Quest XI mudah dikenali sebagai homage. Akan ada pesta topeng dan saudara pedagang yang bertanding soal potongan harga.
  • Puff-Puff” adalah elemen Dragon Quest yang sudah lama dilakukan, jadi mereka ingin melakukannya kembali.
  • Mahjong awalnya diajukan sebagai casino game, tetapi akhirnya tidak jadi (Uchikawa).
  • Meski ada masalah dengan “Spell of Restoration” karena bisa diguankan sebagai cheat, mereka tetap ingin menghadirkannya. Mereka ingin pemain untuk bermain dengan Spell of Restoration. Mungkin ada hal menarik yang bisa terjadi dari fitur ini.
  • Jika kalian bermain secara normal, hampir tidak ada hal yang membuat kalian harus berhenti untuk meningkatkan level.
  • Mereka tidak ingin pemain untuk buru-buru bermain game ini, tetapi menikmatinya dengan santai. Karena tidak begitu banyak rintangan, mereka ingin kalian menikmati game-nya tanpa membuka guide.
  • Kalian tetap bisa memainkan quest meski setelah menamatkan game-nya.
  • Mereka ingin kalian berbicara dengan anggota party ketika tersesat.
  • Dragon Quest XI bukanlah hanya kompilasi dari serinya sejauh ini, tetapi juga merupakan awal baru.

Dragon Quest XI akan rilis di Jepang pada tanggal 29 Juli untuk PlayStation 4 dan Nintendo 3DS. Game ini juga akan hadir di Nintendo Switch tetapi masih belum ada detil apa-apa. Versi Inggris juga masih belum ada kabar.

Sumber: Gematsu