JASRAC, “Harap lapor kepada kami kalau ada lagu yang diputar di toko.”

August 9, 2017 3:42 pm
JASRAC, “Harap lapor kepada kami kalau ada lagu yang diputar di toko.”

Salah satu yang membuat Akihabara begitu berwarna bagi para penggemar anime selain karena alasan toko dan para cosplayer adalah suasana di jalan-jalannya. Tidak jarang kamu akan mendengar lagu-lagu tema anime yang sedang populer saat itu. Lagu-lagu anime juga kerap diputar sebagai lagu yang menemani kamu saat makan di beberapa kafe dan restoran.

JASRAC sebagai organisasi yang mengatur mengenai hak cipta para komposer dan musik di Jepang pada bulan Juli memberikan denda kepada barbershop di Sapporo dan sebuah restoran di kota Takamatsu karena menggunakan lagu BGM tanpa izin.

Kali ini, dikabarkan kalau mereka akan menggalakkan sebuah program baru, yaitu BGM Tesuzuki Suishin, atau Kampanye BGM Legal di daerah Shikoku pada tanggal 21 dan Hokkaido mulai tanggal 13. Program ini disiarkan lewat iklan televisi yang dibintangi oleh komposer musik Kaneko Hitomi.

Dalam iklan tersebut, Kaneko Hitomi berkata, “Ini adalah permintaan dari JASRAC, dibutuhkan prosedur hak cipta bila ingin menggunakan lagu-lagu di toko. Harap hubungi kami, harap hubungi JASRAC.

Apakah ini artinya toko-toko di Akiba akan kehilangan suasana lagu anime-nya?? Apakah bila lagu yang diputar itu berasal dari CD asli atau dibeli dari iTunes mereka tetap harus dilaporkan kepada organisasi tersebut? Atau apakah setiap lagu yang akan diputar di toko harus dikenai pajak? Kan nggak seru juga kalau kita ke toko-toko tapi tokonya hening banget tanpa ada lagu yang diputar sebagai penguat ambience toko tersebut.

Sumber: Yaraon!