Kritikus Film Mengomentari Bangkitnya Netflix di Jepang

August 18, 2017 11:30 am
Kritikus Film Mengomentari Bangkitnya Netflix di Jepang

Program radio Tama Musubi milik TBS baru-baru ini mewawancarai kritikus film Tomohiro Machiyama (Penulis skrip film Shingeki no Kyojin). Topik wawancara tersebut melibatkan pengaruh Netflix terhadap industri film dan anime di Jepang.

Machiyama kagum dengan respon global terhadap anime Jepang, melihat resepsi dari kesuksesan berbagai film anime, dia mengatakan:

Memang hebat, tapi nyaris tidak ada investasi untuk anime Jepang. Kono Sekai no Katasumu ni saja dibuat selama lima tahun oleh Sunao Katabuchi tanpa penghasilan bersama istrinya. Jepang yang selama ini merendahkan kreator anime akan mendapat balasannya dari Netflix.

Machiyama mengatakan bahwa seri live action Netflix “satu episodenya saja memiliki lima kali lipat budget dibandingkan satu film Jepang”. Netflix mengakibatkan berbagai sutradara dan produser anime membuat karya mereka, begitu juga dengan akses global berkat layanan streaming. Machiyama percaya bahwa “Industri anime Jepang akan berubah total, begitu juga dengan industri film”.

Machiyama mendapat respon bahwa budget yang besar seringkali terjadi karena para aktor seri Netflix mendapat bayaran besar, Machiyama menjawabnya dengan:

Terdapat perubahan besar yang terjadi di industri hiburan. Sampai sekarang, pembuat film dan anime Jepang hidup miskin. Lalu tiba-tiba orang yang bisa menyediakan budget sepuluh sampai dua puluh kali lipat muncul, seakan-akan mengatakan “Silahkan berkarya, tidak peduli uang yang dibutuhkan”

Machiyama juga mengatakan bahwa karya yang tidak disetujui perusahaan film Jepang bisa mendapat persetujuan dari Netflix. Dia memprediksi sebuah “perang” antara media Jepang dengan Netflix, dan perang ini akan seperti “pendudukan militer Amerika”. Dia meminta mereka yang bekerja di media Jepang untuk berhati-hati.

Dia mengambil Perancis sebagai contoh negara yang bertarung dengan Netflix. Dia melihat pemblokiran Netflix sebagai usaha Perancis untuk memblokir “invasi” Amerika. Sekedar info saja Perancis menetapkan bahwa film Perancis yang diijinkan tayang di Netflix harus berusia 36 bulan dari penayangan perdananya di bioskop. Netflix yang tidak setuju dengan keputusan ini membuatnya masih belum masuk ke Perancis.

Machiyama percaya bahwa anime adalah medium yang “menakjubkan” dan diminati di seluruh dunia, hanya saja perkembangannya terbatas akibat investasi yang rendah.

Secara pribadi, saya melihat Netflix sebagai figur yang berhasil membangkitkan seri dan genre lama yang tidak dilirik komite produksi Jepang. Melihat Amazon dan Crunchyroll saja sudah mulai membuat seri anime mereka sendiri, saya rasa “perang” ini akan memberikan efek menarik ke industri anime dan semoga saja meningkatkan kesejahteraan para kreatornya. 

Sumber: ANN

Header: Asiamedia