‘Fate/Grand Order’ Hasilkan 7 Milyar Yen per Bulan, Buat Apa Bikin Game Konvensional?

August 23, 2017 11:34 am
‘Fate/Grand Order’ Hasilkan 7 Milyar Yen per Bulan, Buat Apa Bikin Game Konvensional?

Game Fate/Grand Order sepertinya terus menikmati kesuksesan yang begitu besar di setiap bulannya. Sejak pertama kali perilisannya di bulan Agustus 2015, omzet dari game ini terus menanjak. Sejak tahun 2016, F/GO sudah menyumbang 8% dari omzet milik Sony Musicmengalahkan omzet Pokemon GO 104 hari dari 133 hari penjualannya. Bahkan mendongkrak omzet Sony Music menjadi 1,5 milyar Dolar di Q1 tahun 2017 ini. Tidak aneh bila situs analisis ThinkGaming bisa menulis kalau pendapatan F/GO setiap harinya mencapai 2 juta Dolar, per hari.

Hal ini juga menimbulkan sebuah diskusi baru di antara para netizen: “Dengan pendapatan yang begitu besar, untuk apa lagi membuat game-game konvensional?” Apakah ini artinya semua gaming platform akan bermuara ke arah smartphone? Berikut ini adalah pendapat dari @ki84type4 yang saat ini sudah dibagikan sebanyak lebih dari 15 ribu kali saat artikel ini ditulis.


“Pendapatan bulanan FGO itu sampai 7 milyar Yen (853 milyar Rupiah). Untuk mendapatkan angka seperti itu, kamu harus menjual sebuah game seharga 7.000 Yen sebanyak 1 juta kali. Dan ini hanya pendapatan sebulan, lho. Aku rasa mengembangkan game konvensional itu jadi tidak ada gunanya.”

Pendapat yang cukup menarik, apalagi mengingat game F/GO ini dapat menjadi salah satu game top di kancah dunia hanya dari mayoritas pembelian pemain Jepang saja. Itupun hanya pendapatan dari gacha yang termasuk dalam fitur IAP mereka. Bagaimana bila digabungkan dengan penjualan merchandise yang semakin beragam setiap tahunnya?

Namun secara praktis, cukup sulit menemukan seri yang sudah menghabiskan lebih dari satu dekade untuk membangun fanbase dan terus berdedikasi meningkatkan kualitas gamenya. Membuat “Game seperti F/GO” itu mudah dikatakan namun sangat sulit diwujudkan.

JOI - FGO 7 milyar Yen earning ngapain bikin game biasa (1)

Tentu game-game konvensional pun memiliki pasar-pasarnya sendiri. League of Legends dan Dota 2 masih dapat memberikan hadiah-hadiah jutaan dolar kepada para atlet e-Sport yang mengikuti event mereka. Pemenang TI 2017, Team Liquid, bahkan membawa pulang hadiah 10,8 juta Dolar. Overwatch dikatakan sebagai franchise paling cepat berkembang dengan revenue 1 milyar Dolar. Sedangkan game yang sedang digandrungi banyak orang, Player Unknown Battlegrounds, berhasil meraup 11 juta Dolar di minggu pertama early access mereka.

Melihat dari data-data di atas, game konvensional sepertinya masih berada di atas game-game mobile. Apalagi mereka menawarkan banyak fitur yang tidak atau belum bisa didapat lewat mobage, grafik 4K misalnya, atau fitur open world yang begitu luas dan memiliki banyak kemungkinan.

JOI - FGO 7 milyar Yen earning ngapain bikin game biasa (2)

Menurut saya, keduanya masih memiliki pasar-pasar tersendiri. Pemain yang hardcore dan ingin memiliki kontrol penuh atas karakternya mungkin lebih memilih game konsol, apalagi untuk pengalaman bermain yang lebih immersive. Namun pemain yang lebih casual dan hanya ingin mengisi waktu di sela-sela perjalanan atau waktu kosongnya bisa menggunakan mobage sebagai solusinya. Jadi keduanya tidak akan memakan pasar masing-masing, bahkan bukan tidak mungkin kalau seseorang juga bisa fokus memainkan keduanya.

Hanya saja pastikan dompet kamu cukup tebal untuk memainkan semuanya.

Tapi bagaimana dengan pendapatmu? Apakah kamu lebih condong ke arah game casual seperti F/GO atau kamu lebih suka permainan immersive seperti yang ditawarkan game konvensional?

Sumber: Yaraon!