Peluncuran Rudal Milik Korea Utara di Atas Jepang Menyebabkan Warga Tokyo Ketakutan

August 30, 2017 3:05 pm
Peluncuran Rudal Milik Korea Utara di Atas Jepang Menyebabkan Warga Tokyo Ketakutan

Kamu pasti sudah mendengar mengenai peluncuran rudal milik Korea Utara yang jatuh di perairan dekat Hokkaido baru-baru ini. Peluncuran rudal tersebut dimaksudkan oleh Kim Jong Un sebagai pembukaan kalau mereka ingin menguasai daerah Guam yang dikontrol Amerika. Mengingat target utama mereka adalah Amerika namun yang terancam malah Jepang, Perdana Menteri Abe juga kemudian harus berkomunikasi dengan Trump mengenai masalah yang dibuat Kim Jong Un ini.

Hal ini ternyata juga menimbulkan ketakutan di antara masyarakat Tokyo, mereka takut kalau ibu kota Jepang tersebut masih belum siap untuk menghadapi skenario terburuk. Berikut ini adalah beberapa ketakutan mereka:

  • Kurangnya perencanaan bencana

Walaupun Jepang sudah sering menghadapi bencana alam seperti gempa, namun bagi guru sekolah Yuki Hiwatari, 35 tahun, tes rudal tersebut seperti membangunkannya. “Aku memikirkan anak-anak kami. Kejadian seperti ini membuatku takut akan masa depan mereka.”

Apa yang terjadi hari ini akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kami harus memikirkan rencana darurat saat ada rudal. Aku harap para pemimpin dunia dapat menyelesaikannya dengan kedamaian, bukan kekuatan.”

  • Apa yang harus dilakukan saat ada sirine?

Harumi Yoshida takut bila Tokyo akan menjadi target suatu hari nanti. “Saat itu terjadi dan J-Alert berbunyi, apa yang harus kita lakukan? Pemerintah mengatakan untuk melakukan ini dan itu, waspada dan evakuasi saat ada keadaan darurat, tapi apakah ada sesuatu yang benar-benar bisa kita lakukan? Orang-orang biasa seperti kita tidak punya perlindungan di rumah sendiri.”

Kurangnya informasi mengenai apa yang harus dilakukan saat darurat membuatnya khawatir, “Aku merasa hampa. yang bisa kulakukan hanyalah berdoa supaya ini tidak menjadi perang.”

  • Rasa putus asa

Ryo Shigihara telah merasa putus asa sejak mengetahui kalau Korea Utara punya rudal-rudal yang siap diluncurkan. “Aku takut saat tahu mereka punya rudal. Saat aku menonton berita dan melihat rudal tersebut melewati Jepang dan jatuh di samudera Pasifik, aku langsung merasa ketakutan.”

  • Mengingat trauma masa lalu

Michiko Usui, 71 tahun takut kalau generasi muda tidak menganggap teror nuklir secara serius. “Tidak ada yang mengerti apa rasanya saat terjadi perang dan melarikan diri. Orang Jepang tidak merasakan ketakutan apapun, itu menakutkan.”

  • Krisis yang kian membesar

Menurut seorang direktur perusahaan, Takashi Kumon kemampuan rudal Korea Utara berkembang terlalu cepat. “Aku merasa kalau kita ada di poin di mana kita tidak bisa menyelesaikan masalah ini dengan dialog.” menurut direktur berusia 67 tahun tersebut.

Dia takut Jepang akan menjadi sangat bergantung kepada Amerika dan kemudian tidak bisa berjalan sendirian, “Aku ingin mereka melakukan sesuatu, bila kita terus seperti ini, akan ada masalah yang besar.

  • Kebanyakan drama

Tidak semua orang melihat peluncuran nuklir ini sebagai teror, animator Yoshihiro Tanaka berkata kalau Jepang tidak perlu takut karena target Pyongyang adalah Amerika. Menurutnya orang-orang bereaksi terlalu besar untuk masalah yang tidak mendekati mereka.

Aku rasa Jepang tidak ditargetkan oleh Korea Utara, tapi aku harap para pemimpin yang terlibat tidak mencoba untuk memperbesar ketegangan lebih dari ini termasuk Jepang dan Korea Selatan, jangan sampai terlibat konflik.”

Masalah ini cukup pelik karena menurut netizen, bila Jepang ‘mengganggu’ jalannya rudal dengan menembaknya jatuh, Korea Utara akan melihat Jepang sebagai ancaman dan mulai meluncurkan rudal ke daerah Jepang. Saat hal tersebut terjadi, perang sepertinya tidak akan terelakkan lagi.

Sumber: JapanToday
Gambar: StraitsTimes