Bertahan Hidup dalam Perang Antar Wanzer di ‘Left Alive’

September 21, 2017 1:57 pm
Bertahan Hidup dalam Perang Antar Wanzer di ‘Left Alive’

Kemarin, Square Enix mengumumkan game baru berjudul “Left Alive” yang mengambil setting dalam dunia Front Mission, seri perang menggunakan mecha bernama Wanzer. Kini detil lebih lanjut mengenai game third-person shooter ini terungkap melalui majalah Weekly Famitsu edisi pekan ini.

Berikut adalah rangkumannya:

  • Ke-3 tokoh utama game ini adalah 3 orang yang tampil dalam key visual. Ketiganya terperangkap dalam kota yang menjadi setting game-nya, dan mereka akan beraksi secara terpisah demi bisa bertahan hidup.
  • Kata Kunci: “The One Day Incident”: Setting game-nya adalah sebuah kota di Rusia. Game ini menggambarkan sebuah insiden 1 hari yang terjadi di sana. Sebuah perang terjadi di kota ini, dan para tokoh utama terlibat dalamnya.
  • Wanzer: Karena Left Alive mengambil setting di dunia yang sama dengan Front Mission, senjata mobile tipe berjalan yang bernama Wanzer akan muncul. Meski kalian akan lebih sering menghadapi Wanzer sebagai musuh, kalian juga akan bisa mencuri Wanzer dari musuh.
  • Survival Action: Tujuan utama kalian adalah bertahan hidup. Game ini akan menghadirkan berbagai situasi, seperti memasang jebakan di medan perang. Terdapat juga elemen crafting yang memungkinkan kalian menggunakan materi yang kalian kumpulkan untuk membuat item.
  • Rute yang Bebas: Contohnya, jika kalian langsung menuju tujuan, ada kemungkinan kalian akan menghadapi musuh. Tetapi kalian juga bisa menggunakan rute rahasia untuk sembunyi dari musuh, atau cari rute memutar yang jauh. Kalian bebas menentukan jalannya.

Berikut adalah beberapa kutipan dari tim yang mengerjakan game-nya:

  • Sutradara Toshifumi Nabeshima: “Karena saya ingin menekankan pada hal yang membuat saya puas , kemungkinan game-nya tidak sangat mudah (tertawa).”
  • Mengenai DLC: “Kami ada ide, jadi kami mungkin akan melakukannya jika pengerjaan game utamanya lancar.”

Sedangkan sisa kutipan adalah campuran dari produser Shinji Hashimoto, sutradara Toshifumi Nabeshima, dan desainer karakter Yoji Shinkawa.

  • “Saya ingin membuat Front Mission baru dengan generasi baru.”
  • “Kami tidak membuat sekuel karena kami ingin Front Mission dilihat dari sisi lain, tidak hanya sekedar ‘game mecha.'”
  • Left Alive menggunakan dunia dan setup dari Front Mission tanpa perubahan.”
  • “Genre-nya adalah third-person shooter. Ada elemen menembak, tetapi game-nya akan sulit diselesaikan kalau kalian hanya menembak. Elemen mengenderai Wanzer dan stealth juga dipersiapkan.”
  • “Kalian tidak akan selalu bertarung menggunakan Wanzer.”
  • “Petanya dibuat dengan ruang yang terbatas, tetapi susunannya cukup luas jadi rute menuju tujuan kalian akan lebar.
  • “Settingnya adalah tahun 2127. Secara kronologis, game ini mengambil setting antara Front Mission 5 dan Front Mission Evolved.”
  • (Mengenai desain karakter) “Ketika kami memulai proyek Left Alive, kami berkonsultasi dengan Hideo Kojima, Kenichiro Imaizumi, dan Yoji Shinkawa, dan mendapatkan izin dari mereka.”
  • “Akan ada juga elemen replayability. Ending game-nya hanya 1 macam, tetapi bergantung pada aksi kalian, akhir untuk masing-masing karakter bisa berubah. Contohnya mereka bisa bahagia atau tidak, menemukan solusi dari sebuah misteri atau tidak.”
  • “Akan ada perubahan yang bergantung pada pilihan dialog kalian, atau kalian memutuskan untuk menolong NPC atau tidak.”
  • “Game-nya menggunakan struktur berbasis stage.”
  • “Tidak ada kostumisasi Wanzer.”
  • “Kami tidak mengatakan bahwa game-nya tidak memiliki elemen online, tetapi bagus apabila kami memilikinya.
  • (Mengenai Nabeshima bergabung dengan Square Enix) “Saya dengar ketika dia meninggalkan From Software 3 tahun yang lalu, jadi saya menggunakan kesempatan tersebut untuk mengajaknya membuat sesuatu bersama.”

Proses pengerjaan Left Alive sudah 50 persen selesai. Game ini dijadwalkan rilis pada tahun 2018 untuk PlayStation 4 dan PC.

Sumber: Gematsu