Pasar Konsol & Handheld di Jepang Hanya Sepertiga dari 10 Tahun yang Lalu

September 23, 2017 6:12 pm
Pasar Konsol & Handheld di Jepang Hanya Sepertiga dari 10 Tahun yang Lalu

Saat menyampaikan tingkat penjualan dari game konsol Dengeki Online menemukan bahwa jumlah penjualan telah turun sampai ke titik dimana kuantitas penjualan hampir mencapai sepertiga dari tahun 2007

Musim panas di Jepang seharusnya adalah waktu dimana penjualan game lebih laris, namun tahun ini penjualan konsol dan handheld turun sebesar 24,1 % menjadi 14,2 milyar Yen dari tahun lalu. Penjualan game juga turun 2,1% menjadi 25 milyar Yen. Secara keseluruhan penurunan pasar ini adalah 22,2%

Puncak dari penjualan pasar konsol dan handheld adalah 113,4 milyar Yen pada 2007 dulu. Tahun ini penjualan hanya mencapai 39,2 milyar Yen saja. Para netizen pun mendiskusikan alasan dari penurunan ini:

“Orang Jepang cuek dengan PS4 dan Switch, jadi keduanya lebih fokus dijual ke luar negeri. Orang Jepang lebih cocok dengan Mobage.”
“Makanya gamenya sekarang sampah semua. Kalau mau game bagus ya harus belajar Inggris.”
“Sampai sekarang masih main game dari lima tahun lalu. Sudah tiga tahun belum beli game baru.”
“Sekarang yang dibuat game Pachinko, yang isinya seiyuu tenar dan karakter moe.”
Developer lebih suka bikin sekuel. Nggak ada niat narik pemain baru.”
“Sekarang yang minat dengan game pakai Steam.”
“Memang grafis dan performa game sekarang jauh lebih bagus, tapi nggak ada evolusi dari gameplay. VR itu ide yang bagus namun sekarang belum ada niat untuk keluar duit untuk teknologi yang entah mau kemana.”

Gamer Jepang memang masih banyak, namun minat mereka sudah beralih dari konsol & handheld ke mobage dan Steam. Kalian seharusnya tidak perlu diberitahukan lagi dengan besarnya penghasilan mobagedan semakin mampunya smartphone untuk menjalankan game-game berat. Fakta bahwa tiap orang di jaman sekarang punya smarphone atau Tablet juga mempermudah distribusi gamenya. Melihat di halaman depan Steam saja sudah sering ada game RPG Maker yang gampang di uncensor khas Jepang seharusnya menunjukkan minat dari gamer dan developer dari sana. Harga game yang dijual juga relatif lebih terjangkau berkat regional pricing dan sale.

Tentu saja pasar konsol dan handheld terkena getahnya, pemain kasual sudah direbut oleh pasar smartphone sementara kalangan enthusiast umumnya sudah menginvestasikan uang mereka untuk PC. Game eksklusif yang merupakan daya tarik konsol juga sekarang sudah tinggal masalah waktu untuk mendapat porting, sehingga banyak orang yang merasa ini adalah generasi terakhir untuk konsol dan handheld.

Menurut kalian sendiri masih adakah harapan untuk konsol dan handheld di Jepang?

Sumber: Soranews