Kepopuleran ‘Azur Lane’ Membuat Pemain Patriotik ‘Kantai Collection’ Ini Protes

October 10, 2017 4:14 pm
Kepopuleran ‘Azur Lane’ Membuat Pemain Patriotik ‘Kantai Collection’ Ini Protes

Belakangan ini, JOI sempat mengulas mengenai game Azur Lane” yang kurang lebih memiliki tema yang sama dengan game Kantai Collection. Game ini menggunakan daya tarik para kanmusu-nya untuk menarik para pemain namun memiliki sistem yang berbeda dari game Kantai Collection sendiri. Azur Lane memiliki sistem side-scrolling shooter game yang saya harus akui cukup adiktif.



Game ini mendapatkan popularitas yang cukup cepat dalam waktu singkat, terima kasih kepada gambar-gambar kapalnya yang menjadi eye candy bagi para pemain. Namun ternyata saat dimainkan pun game ini menawarkan pemilihan item, kapal, dan strategi yang cukup ekstensif, jadi saya tidak heran bila banyak yang mulai bermain game ini.

Namun tentu, penggemar dari kedua game juga bisa terbelah menjadi dua, mereka yang melompat ke game baru tersebut, dan mereka yang ‘tidak suka’ dengan kemunculan game baru tersebut. Same old story, new players, biasa lah manusia-manusia internet. Namun sepertinya pemain KanColle Jepang yang satu ini kadar kebenciannya agak lebih tinggi dari yang lain.



Seorang loyalis KanColle membuat akun @YuugumoSendai (you can see what are his/her favorite ships there) untuk ‘melawan’ permainan KanColle palsu tersebut. Dalam bio-nya tertulis kalau akun ini dibuat untuk memburu mereka yang ‘berkhianat’ dan menggambar fanart untuk game-game KW. Mereka juga meminta tolong bagi para pemain untuk membantu mereka melawan ‘para pengkhianat’ tersebut.

Misalnya, dalam ilustrasi Atago yang ada di atas, YuugumoSendai langsung memprotes dan memperingatinya supaya tidak mendukung game Azur Lane. Dia juga memperingati satu orang ilustrator lain yang memperoleh hak untuk menggambar kapal dalam game.


“Maaf menggangu. Azur Lane adalah game China KW dari KanColle, semua transaksi dalam game akan masuk ke dalam kas tentara China. Sebaiknya kamu berhenti memainkan game ini. Terima kasih.”


“Saat kamu bermain Azur Lane, uang bangsa Jepang yang berharga ditarik masuk ke militer China. Daripada membuang uang untuk game ini, sebaiknya kamu berkontribusi ke KanColle saja. Kuharap kamu berhenti memainkan game ini.”

Hubungan antar Jepang dan China memang tidak bisa dibilang cukup sehat, kemelut di pulau Senkaku yang menjadi sengketa kedua negara tidak jarang menjadi alasan untuk membenci satu sama lain. China juga menganggap Shinzo Abe sebagai seorang revolusionis yang ingin kembali membangkitkan militer Jepang (di luar JSDF).

Beberapa netizen juga berkomentar mengenai usaha YuugumoSendai yang begitu keras ini:

  • Apa itu patriotisme? Bukankah itu membuat kamu jadi keras kepala mengenai sebuah game saja?
  • Masuk kas militer lol? nggak mungkin lol.
  • Paling dia cemburu karena orang-orang merusak KanColle. Aku bertaruh demi hidupku dia pasti tipe yang ngomong ‘Gawat kalau jumlah pemain (red: KanColle) berkurang!'”
  • Ah kecemburuan…

Salah satu netizen juga menjelaskan kenapa para pemain ‘bermigrasi’ ke dalam game Azur Lane, menurutnya permainan KanColle saat ini selain gambarnya ‘kalah’, kontennya pun membosankan. Jadi tidak heran kalau banyak yang berpaling.

Sebagai pemain dari kedua game ini, saya rasa keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bagi saya, rasanya konyol untuk menentang sebuah game hanya karena dia berasal dari negara lain, mau main game aja kok repot. Malah saya bersyukur adanya Azur Lane malah menambah kemungkinan munculnya doujin-doujin konyol seperti di bawah ini:



Sumber: Hachima Kikou, Soranews
Gambar: Twitter