[3 Episode Rule] Shoujo Shuumatsu Ryokou

November 3, 2017 2:22 pm
[3 Episode Rule] Shoujo Shuumatsu Ryokou

Apabila ada tren anime yang saya sangat ingin untuk terus berlanjut, saya ingin genre “Cute girls in miserable place” terus diproduksi. Shoujo Shuumatsu Ryokou sendiri dari promo dan premisnya adalah seri yang memenuhi kriteria tersebut dan saya lega setelah Made in Abyss yang depresif di musim lalu, Shoujo Shuumatsu Ryokou adalah sebuah seri yang lebih optimistis.

Misi jangka panjang Yuuri dan Chito adalah menemukan peradaban, misi jangka pendek mereka adalah mendapatkan cukup suplai untuk bisa hidup dan menjalankan Kettenkrad mereka. Chito adalah otak dari grup ini sementara Yuuri adalah ototnya, memang di dunia ini masih ada orang lain selain mereka, namun sejauh ini mereka bisa hidup karena memiliki satu sama lain.

Dari premis saya diatas mungkin kalian menangkap anime ini sebagai anime yuri yang depresif, namun sebenarnya ini adalah anime yang sangat introspektif dan optimistis. Tiap episodenya keduanya menemukan kebahagiaan kecil di dunia yang sudah hancur ini dan mendapatkan berbagai pelajaran dari puing-puingnya.

Charming anachronism

Dunia seri ini memang sudah hancur, hanya saja kita tidak tahu sudah berapa kali dunia ini hancur. Reruntuhan yang dijelajahi seri ini dibangun diatas reruntuhan yang lebih lama dan generasi selanjutnya cenderung sudah lupa dengan bagaimana teknologi lama berfungsi dan dibuat.

Oleh karena itulah kedua protagonis kita ini mengendarai kendaraan buatan Jerman dengan senjata buatan Jepang sambil membawa kamera digital modern. Dari promonya memang seri ini terlihat mengambil setting di perang dunia 2, namun sudah terungkap bahwa keduanya sekarang berada di tahun 3270 planet ini. Penjelasan setting dunia ini adalah sesuatu yang diteteskan sedikit demi sedikit dari observasi keduanya dan observasi kita sebagai penonton yang lebih paham dengan kondisi manusia “modern” dengan peradaban yang cenderung masih fungsional.

A clear sense of progression despite the structure

Tiap episodenya memang formatnya episodik dan sifatnya self-contained akibat fokus topiknya yang berbeda-beda, namun terdapat progresi cerita yang ditunjukkan lewat kuantitas suplai dan kalender kamera mereka. Pada dasarnya keduanya ingin menemukan peradaban agar mereka tidak perlu mengais-ngais suplai tiap harinya, namun mayoritas cerita akan melibatkan berbagai aktivitas untuk membuat mereka terlalu sibuk untuk sadar betapa depresifnya hidup di dunia yang mati.

Untungnya seri ini seperti yang saya bilang di paragraf pertama cenderung memiliki cerita yang optimistik, kedua gadis ini selalu mendapat pelajaran yang positif, bahkan karakter episode ketiga yang saya prediksi akan mati mendapat tujuan hidup baru setelah kehilangan tujuan hidup lamanya hilang. Seri ini dengan menakjubkan bisa membuat dunia yang hancur memiliki atmosfir yang nyaman, sesuatu yang sangat saya apresiasi dari staf White Fox.

A surprising depth on each character personality

Chito adalah “ketua” dari grup ini, berhubung pengetahuan dan kemampuan teknisnya sangat dibutuhkan agar perjalanan mereka bisa lancar, Namun Yuuri secara mengejutkan merupakan seseorang yang insting bertahan hidupnya lebih tajam yang dibutuhkan agar keduanya tetap hidup. Di seri lain karakternya sepertinya seringkali dijadikan orang bego yang perlu diberikan pelajaran dan eksposisi, namun pertanyaan favoritnya yang berupa “itu bisa dimakan nggak?” mempunyai arti “itu bisa buat kita terus hidup nggak?” di dunia ini. Begitu juga dengan cara dia mengajarkan Chito yang lebih diplomatis dan tidak seagresif dirinya kenapa mereka butuh senjata.

Begitu juga dengan Kettenkrad anime ini dianimasikan oleh veteran Girls und Panzer sehingga staf produksi juga sadar dengan pentingnya mesin yang juga merupakan rumah mereka ini. Walaupun kendaraan ini tidak bisa bicara seperti anime tetangga (saya baru nyadar musim ini ada dua motor yang bisa ngomong) kondisi fisik, suara, dan animasinya memberikannya banyak kepribadian.

Verdict: Two Girls One Krad

Shoujo Shuumatsu Ryokou merupakan iyashikei saya untuk musim ini. Saya awalnya khawatir seri ini akan kelewat filosofis, yang cukup wajar terjadi di setting semacam ini karena kekosongan umumnya mengisi otak manusia dengan berbagai ide, namun seri ini juga bisa menyeimbangkan ceritanya dengan berbagai kebahagian yang bisa keduanya temukan di akhir dunia ini.

Saat artikel ini ditulis mereka memiliki cukup stok makanan untuk sebulan, bensin penuh, dan satu sama lain. This journey will be a pleasant one.