[Review] Danganronpa V3: Killing Harmony

November 14, 2017 7:50 pm
[Review] Danganronpa V3: Killing Harmony

Danganronpa V3: Killing Harmony adalah game yang kontroversial. Saat game ini baru rilis di Jepang tahun lalu, dialog yang paling sering dibicarakan adalah mengenai ending-nya yang mendapat reaksi keras dari para fans sampai-sampai halaman Amazon versi Jepang game ini di review bomb. Saya akui saat saya memainkan versi Inggrisnya saya mengkonsumsi cerita game ini dengan ekpektasi tertentu.

Permainan kali ini dilakukan di Ultimate Academy of Gifted Juveniles, seperti biasa para murid harus membunuh murid lain tanpa ketahuan agar bisa bebas dari sekolah ini, atau bertahan hidup sampai ada dua murid saja yang tersisa. Game ketiga ini memiliki setting yang lebih futuristik melihat mecha dan AI yang super maju (tapi tidak modern) bisa diterima dengan mudah oleh para karakter.

 

Review kali ini akan dibagi menjadi tiga segmen, tips dan penilaian sistem yang bebas spoiler, penjelasan konten game yang terjadi belakangan namun sebisanya saya bersihkan dari spoiler, dan diskusi keseluruhan dari apa yang saya suka dan tidak suka dari game-nya yang tentunya berisi spoiler. Jadi mohon berhati-hati untuk kalian yang alergi spoiler dan ingin memainkannya sendiri.

The Spoiler Free Verdict and Tips

Game’s great, walaupun saya bisa paham bila ada yang tidak menyukai ending-nya yang kontroversial sampai-sampai membenci seri Danganronpa secara keseluruhan ini. Game ini bisa dimainkan tanpa memainkan game sebelumnya itu bohong, kalian akan diberikan informasi yang relevan. Tapi kalian yang belum memainkan gamenya karena mengira Danganronpa V3 ini adalah sebuah reboot/stand alone akan ke spoil habis-habisan.

Class Trial kali ini mendapat berbagai segmen menarik, Scrum Debate memberi karakter lain waktu untuk bersinar karena memberikan mereka kesempatan untuk memberikan argumen yang benar, dan memiliki OST yang sangat-sangat bagus. Mass Panic Debate adalah versi lebih kacau (in a good way) dari Nonstop Debate. Saya sangat senang akhirnya kita bisa memberikan kesaksian palsu untuk memajukan debat dan juga memancing murid lain untuk memberikan kesaksian yang lebih relevan, akan ada poin rahasia dimana kita bisa berbohong di segmen tertentu dan membuka rute tersembunyi pada class trial tersebut.

Saya masih tidak senang dengan mini-game yang kesannya lebih seperti padding. Hangman Gambit masih sangat menyebalkan dalam menentukan kata dan susunan yang benar. Psyche Taxi nggak semenyebalkan Logic Dive di game sebelumnya, but not by much. Argument Armamament entah karena framerate PC saya jelek atau ritmenya saja yang aneh, tapi beatnya sering kali tidak sesuai visualnya, berhubung pemain konsol juga melaporkan hal yang sama, mungkin kemungkinan kedua yang benar.

Sama seperti game sebelumnya, setelah tamat kalian bisa memainkan berbagai mini-game untuk membuka event free-time dan melihat aksi para karakter di setting yang lebih damai. Mayoritas waktu kalian kemungkinan akan habis untuk grinding kasino, Talent Development, dan Monokuma Dungeon, sebuah mini-game dimana kalian mengumpulkan karakter Danganronpa lewat gacha untuk petualangan bergaya RPG klasik.

Jangan lihat trading card kalau kalian main di Steam. Karena karakter yang ditampilkan dan judulnya dapat memberikan petunjuk mengenai kasus game ini. Kalian juga tidak diberikan petunjuk kalau kalian bisa mencari Monokuma tersembunyi di chapter pertama, jadi perhatikan baik-baik lingkungan sekitar kalian.

The Spoilery Material

Eksekusi jauh lebih brutal, mungkin akibat kritik bahwa eksekusi game keduanya itu cenderung lembek. Saya akui eksekusi chapter pertamanya itu eksekusi paling brutal dan tragis dari seri ini.

Dialognya juga lebih “sensual”, yang mayoritas datang dari mulut Kokichi (yang saya lihat sebagai kombinasi Nagito dan Togami sebagai biang kerok konflik), Miu (the worst best girl of the series), dan dialog love hotel (which contains PG rated boning). Begitu juga dengan CG yang cenderung lebih yabai dibandingkan game sebelumnya.

Gonta dan Tenko adalah korban dari translasi gamenya. Gonta versi Inggris diceritakan sebagai Tarzan dan bukan orang yang cenderung kekanakan. Tenko sendiri jadinya malah jadi the worst kind of lesbian feminist dan bukan “men is literally kryptonite for her,” hal ini susah disampaikan karena penggunaan kata favoritnya yaitu 男死 (man+death) yang merupakan plesetan dari 男子 (man+child) sulit dicari pengganti bahasa Inggris yang sesuai.

Saya suka endingnya. Karena ini adalah pandangan utama saya dalam penulisan fiksi, “Plot dan subplot sebuah cerita harus mendukung/mengomentari tema utamanya” dan hal ini lebih penting untuk sebuah cerita game. Kebohongan/fiksi dan kebenaran adalah tema yang saya ambil dari Danganronpa V3. Saya akan menjelaskannya lebih lanjut di segmen spoiler dibawah.

The Super Spoiler Material

Di bawah terdapat spoiler dari twist akhir dan ceritanya secara keseluruhan, silahkan langsung scroll ke bawah sampai peringatan selanjutnya bila kalian masih belum memainkan game-nya

 

 

 

 

 

 

Yang paling membuat saya kesal adalah kematian Kaede, saya akan jauh lebih menyukai game ini bila posisi antara Shuichi dan Kaede dibalik. Saya nggak benci Shuichi, cuma setelah dua game sebelumnya yang punya protagonis yang kurang percaya diri, karakter utama wanita yang asertif dan memiliki optimisme yang justru memperkeruh keadaan itu sangat menarik untuk dimainkan. Saya juga udah keburu hyped dari demonya dimana Kaede sadar bahwa dia perlu lebih pandai berbohong. Saya punya ekpektasi bahwa Kaede akan semakin sering melakukan hal yang tidak menyenangkan karena metode khas protagonis terbukti tidak efektif seperti yang ditunjukkan chapter pertamanya.

Juga setting penjara yang sayangnya nggak digunakan sepenuhnya. Memang ini juga akibat setting-nya yang rebutan antara penjara, colony ship, dan panggung reality show. Awalnya sih saya ngira para kontestan itu kriminal yang dihukum untuk bermain di sekolah ini, sayangnya para kontestan (mungkin) “cuma” fans yang kurang waras. Satu aspek yang saya nggak ngerti kenapa bisa diimplementasi itu time limit chapter 6, kenapa nggak sesuain progresi waktu dengan investigasi?

Begitu juga dengan Team Danganronpa yang manajemennya mulai belepotan akibat kehabisan ide setelah tayang selama 53 musim, yang pengungkapannya adalah salah satu momen favorit saya di game ini. Tsumugi sendiri bukan antagonis yang bagus, namun posisi yang dia wakilkan itu menarik. The Ultimate Fangirl, talentanya memuja karya fiksi dan dia sering mereferensikan karya fiksi lain. Hanya saja dia, dari semua orang; malah berpendapat bahwa fiksi hanyalah fiksi.

Just because it’s fiction doesn’t mean it doesn’t matter. Penderitaan yang dialami mereka sungguhan, begitu juga dengan cinta yang walaupun sengaja dimanufaktur tetap saja menyakitkan saat mereka kehilangannya. Gadis yang tidak punya harapan lagi dengan umat manusia sudah tidak ada lagi di dunia, namun Kaede Akamatsu adalah fiksi yang keberadaannya terus akan bertahan. Inilah kenapa saya bisa menerima “penghinaan” kepada para fans, karena pada akhirnya kitalah yang harus meyakinkan fans lain untuk menghentikan segalanya.

Untuk plothook sekuel sendiri Shuichi mengatakan kalau bisa saja Tsumugi berbohong tentang identitas asli mereka dan situasi dunia luar, perlu diingat bahwa Tsumugi hanya bisa cosplay karakter fiktif, namun dia tidak bisa cosplay menjadi Kaede. Hanya saja saya juga merasa adegan itu dimandat pihak eksekutif agar seri terbesar Spike Chunsoft ini terus hidup.

Secara keseluruhan saya menyukai para karakter game ini, Kaito was a Bro to the end, Gonta was too pure for this world, Miu yang didesain untuk jadi karakter yang dibenci was adorable on how much of a wimp she is, Kokichi yang saya khawatir akan jadi Nagito v2 ternyata bisa menjadi karakternya sendiri pada akhirnya, namun Korekiyo bisa dibilang adalah salah satu karakter yang paling saya benci dari seri ini.

ricoricorii spoiler:

Awal mulai permainan pada chapter 1 justru di akhiri dengan sangat tragis, kematian Kaede yang seharusnya jadi protagonis utama. Tidak seperti seri sebelumnya dimana biasanya yang mati pada chapter pertama adalah karakter yang belum kental development character-nya. Sangat disayangkan apalagi di akhir cerita kita mengetahui bahwa Kaede diperlakukan tidak adil oleh pelaku utama. Saya sangat yakin hampir semua menyukai Kaede dan perkembangan cerita nya Kaede itu sungguh, sangat, sangat, kejam sekali.

Shuichi sendiri bukan protagonis yang jelek, bahkan kalau saya bilang Shuichi merupakan protagonis yang paling bisa mandiri dan bisa diandalkan tanpa harus di bantu karakter lain saat class trial dibanding protagonis pada 2 seri sebelumnya.

 

 

 

 

Di atas terdapat spoiler dari twist akhir dan ceritanya secara keseluruhan, silahkan melanjutkan ke poin terakhir yang relatif bebas spoiler.

Verdict: Lies, Damned Beautiful Lies

Kazutaka Kodaka sendiri sudah mengatakan dia ingin istirahat dari seri ini, dan melihat bahwa materi lain seri ini yang tidak ditulis Kodaka itu subpar at best, saya sendiri nggak yakin kita akan bisa dapat game berkualitas lagi dari seri ini lagi dalam waktu dekat. Karena penulis sebuah game itu tidak bisa seenaknya diubah tanpa merubah drastis tone ceritanya.

Jadi itulah Danganronpa V3, sebuah game yang sadar cerita mereka sudah terlalu panjang dan ingin mengakhirinya sespektakuler mungkin. Untuk seri yang absurd semacam ini, game ini adalah penutup yang sesuai melihat besarnya polarisasi dari fans mengenai ending-nya. Saya cuma berharap seri ini benar-benar berakhir di sini, walaupun saya tidak akan menolak game dengan sistem yang sama dengan mini-game yang tidak intrusif.

ricoricorii: But that’s kayayday’s lie, isn’t it / 10

Danganronpa V3 mungkin mengecewakan untuk beberapa orang, saya sendiri butuh waktu lama untuk mecerna ending nya dan akhirnya mulai menyukai konklusi dari cerita seri ini. Tetapi dari segi gameplay, Danganronpa V3 mengalami peningkatan karena penambahan scrum debate, yang menjadi mini game favorit saya, mass panic debate, dan bisa menembakan lie bullet. Untuk karakter, seperti biasa kalian akan menemui karakter yang hobi “membakar” class trial. Sebut saja Togami untuk Danganronpa 1, Nagito pada Danganronpa 2, dan kali ini pada V3, ada Kokichi yang akan membuat permainan semakin panas dengan pikiran twisted dan kebohongannya.

Overall Danganronpa V3 merupakan penutup yang baik dari seri ini. Saya sebenarnya sangat mengharapkan bahwa Danganronpa akan terus berlanjut.