[Waifu Wednesday] Atago

November 15, 2017 2:23 pm
[Waifu Wednesday] Atago

Hai semuanya, kembali lagi di rubrik Waifu Wednesday untuk minggu ini setelah beberapa minggu lalu sempat absen karena ada satu hal dan lainnya. Saya juga tidak sempat untuk menyiapkan artikel backup untuk menyokong keabsenan tersebut, jadi saya minta maaf banget buat yang sudah kehilangan artikelnya. Tapi minggu ini saya punya waifu yang sudah bikin saya nggak bisa lepas dari gamenya di beberapa minggu belakangan ini. Dia adalah Atago, tapi bukan dari KanColle, waifu kali ini datang dari Azur Lane.

Kamu tentu sudah tahu mengenai eksistensi game kapal-kapalan baru yang berjudul Azur Lane dan beberapa menganggapnya ripoff dari KanColle, saya ingin membahas hal tersebut tapi sepertinya bisa dibahas di lain waktu saja.

Kembali ke urusan waifu, Atago dalam game Azur Lane merupakan satu-satunya alasan yang menendang batin saya untuk bermain game ini. Untungnya, port ke bahasa Jepang tersedia 1 bulan lalu dan saya tidak mau buang-buang waktu untuk mendapatkannya. Gadis ‘sehat’ yang satu ini hanya tersedia dalam waktu terbatas dalam gacha, jadi keinginan saya untuk reroll langsung menggebu-gebu, untung rerollnya gak perlu lama.

Sebenarnya tidak jauh dengan Atago yang ada di game Kantai Collection, Atago di Azur Lane memiliki sifat penyayang yang luar biasa. Mereka juga memiliki ‘ciri-ciri fisik’ yang tidak jauh berbeda. Namun design wise, Atago Azur Lane jauh lebih superior dari Atago di KanColle. Tapi apakah dia cocok sebagai seorang waifu? Mari kita bahas karakter baru yang satu ini.

+ Dem fluffy black hairs

Bila ada satu hal yang sangat mengganjal dari desain Atago dalam game Kantai Collection, bagi saya adalah desainnya secara keseluruhan. Dia kan kapal Jepang ya, tapi penampilannya seperti orang Amerika. Namun saat melihat Atago dari game Azur Lane memiliki penampilan yang lebih ‘Japan’ dengan rambut yang begitu fluffy, I remember I talked to myself, “This is the perfect Atago.”

Rambut hitam yang panjang dan fluffy, dengan bonus nekomimi yang ada di semua kapal Jepang serta lirikan mata yang menggoda menjadi final nail of the coffin untuk saya. This girl is a perfect waifu. Saya lebih senang lagi saat akhirnya mengetahui kalau gadis ini memiliki sifat yang paling saya sukai, yaitu seorang onee-san yang nggak bisa ngelepasin admiralnya begitu saja.

+ Her caring nature goes beyond the limits

Normalnya, saya kira Atago hanya sayang kepada admiral saja, namun hal tersebut tidak benar. Hal ini tercermin dari dialog-dialog yang ada di dalam game. Misalnya setelah mereka selesai melakukan commision, Atago akan meminta admiral untuk memberikan pujian bagi para kanmusu yang baru saja pulang. Atago tahu kapan seharusnya dia mengontrol diri untuk bekerja, dan kapan dia harus nempel ke admiral seperti perangko.

Sifat ini juga membuat saya memikirkan prospek Atago sebagai seorang istri yang sayang dengan anak, saya yakin buah hati kamu dan dia akan dimanjain setinggi langit. Tapi saat dia harus memperhatikan kamu, rasa sayangnya juga tidak akan kalah. Atago sepertinya nggak sabar ingin jadi seseorang yang spesial di hati kamu.

+ Ze body

I don’t think any healthy male could resist this charm of hers.

+ Onee-san sangean

Semakin tinggi affection kamu sama Atago, semakin nempel kaya perangko rasanya. Apalagi kalau kamu main-main ke dock untuk mengunjungi Atago saat affectionnya sudah mencapai taraf “cinta”. Berikut ini adalah salinan dialog Atago yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris.

“It’s no good, big sister can’t hold it in anymore… Commander, become my thing, don’t think about anything else, you only have to listen to me, I’ll satisfy all your needs…”

Pelan-pelan atuh mbak sangenya. Selain itu, di beberapa dialog lain juga Atago terkadang menggoda admiral untuk memberinya pijatan, atau memberikannya lampu hijau untuk menyentuhnya lebih banyak lagi. Mengenai metode sentuhan yang akan kamu gunakan untuk menyentuhnya, itu bukan urusan saya.

Melihat betapa caringnya Atago sebagai seorang pasangan, sepertinya saya tidak ragu melihatnya sebagai seorang waifu yang baik. Walaupun di berbagai kesempatan rasanya malah agak sedikit terlalu obsesif, tapi untungnya saya tidak melihat ada kemungkinan yandere dari gadis yang satu ini. Akaginya Azur Lane masih jauh lebih yandere.

Tapi tentu ada hal-hal yang mungkin harus kita perhatikan sebelum meminang Atago sebagai seorang waifu, yaitu:

– Shota magnet

Karena sifatnya yang ingin menjadi onee-san kepada admiral, tidak jarang para ilustrator di internet menggambarkannya tertarik kepada anak-anak. Bahkan dalam level yang ‘kurang sehat’ bila dilihat dalam kacamata moral. Padahal sebenarnya walaupun sudah dewasa pun saya masih ingin sosok onee-san yang mau mengayomi dan memperhatikan saya. Seharusnya tidak perlu banyak-banyak menggambarkan shota, karena saya sudah bukan shota lagi.

Saya tetap yakin kalau dia adalah seorang waifu yang baik. Tingkat penyayangnya bisa dibilang melebihi waifu-waifu pada umumnya, dan hampir masuk level obsesif. Untungnya dia tahu kapan harus obsesif dan kapan harus menjadi profesional. Karena kalau dia sudah mulai masuk mode onee-san, rasanya tidak cocok bila tidak dilakukan di dalam area yang sedikit, private.

Kelemahan satu lagi darinya yang menjadi shota magnet pun sebenarnya cukup mudah untuk diatasi. Bagaimana caranya? Ya buat saja shota baru bersamanya, walaupun sepertinya itu mimpi yang agak susah diraih karena kalian hidup dalam dimensi yang berbeda. Setidaknya kamu tidak memiliki batasan di alam 2D dan imajinasi kamu adalah limitnya, so there’s that.

Setelah Atago, apakah ada waifu Azur Lane lain yang ingin dibahas? Bagaimana dengan Takao? Atau apakah sudah waktunya untuk kembali membahas KanColle?

Gambar: