Hideo Kojima Bahas Cerita & Gameplay ‘Death Stranding’

December 12, 2017 6:14 pm
Hideo Kojima Bahas Cerita & Gameplay ‘Death Stranding’

Meski sudah menayangkan 3 trailer, game terbaru Hideo Kojima yaitu “Death Stranding” masih penuh misteri. Bersamaan dengan PlayStation Experience 2017, IGN bertemu dengan Kojima yang mengungkapkan banyak detil mengenai game-nya.

Berikut adalah rangkumannya:

  • “Salah satu tema dari game ini adalah kehidupan dan kematian,” ujar Kojima. “Jadi saya ingin orang-orang menyadari bahwa jika mereka mati dalam game ini, itu bukanlah akhirnya.”
  • Di tengah trailer terbaru, Sam (diperankan oleh Norman Reedus) melihat ledakan yang menyelimuti raksasa. Setelah itu, dia terbangun di dunia dalam air. Menurut Kojima, ini adalah tempat kalian akan dibawa setiap kali mati. Tempat ini bisa dijelajahi secara bebas dengan sudut pandang first-person. Karena kemampuan unik Sam, dia bisa menjelelajahi di luar tubuhnya dan mengumpulkan item, dan lainnya. “Pada saat ini, kalian tidak mati atau hidup,” ujar Kojima. “Ini setara dengan layar yang bertuliskan ‘Continue?’ dengan counter yang menghitung mundur.”
  • Ketika kalian sudah siap untuk kembali ke dunia hidup, kalian bisa kembali ke tubuh kalian. Ketika continue, biasanya kalian dibawa kembali ke titik sebelum mati. Tetapi dalam Death Stranding, kalian akan dibawa kembali ke dunia setelah kematian kalian, dan aksi kalian sebelumnya akan tetap bertahan. “Seperti yang kalian lihat di trailer, kalian melihat kawah, dan ketika kalian kembali, kawahnya masih ada. ujar Kojima. “Game pada umumnya akan membawa kalian ke titik sebelum kawahnya terbentuk. Jadi bergantung pada pemainnya, kalian bisa melihat banyak kawah di berbagai tempat.” Kojima menambahkan, “Kematian tidak akan membuat kalian keluar dari game-nya.”
  • Trailer terbaru memperlihatkan hujan yang terlihat memiliki kemampuan memanipulasi waktu. Hujannya dapat tumbuhan ketika kena rintikan air, dan tubuh manusia bertumbuh dan rusak dalam hitungan detik. Hujan ini, yang bukan berasal dari dunia ini, bernama Timefall dan dikatakan merupakan pusat dari lore-nya. Kojima mengungkapkan, “Hampir semua orang dalam game-nya tahu tentang hujannya, dan [Sam] sedikit unik dalam hal ini.. Saya rasa saya harus berhenti di sini. Saya terlalu banyak berkata.” Kojima menambahkan bahwa Sam terlihat sering menangis karena “dia benar-benar sedang sedih.”
  • Bayi yang terhanyut di trailer perdana, pindah ke tabung di trailer kedua, dan muncul di kerongkongan Sam di trailer ketiga adalah bayi yang sama. “Bayinya berhubungan dengan mekanisme game dan juga ceritanya secara keseluruhan,” ujar Kojima.
  • Tangan robot yang terhubung pada Sam dan karakter lainnya memiliki nama, tetapi Kojima tidak mau mengungkapkannya. Robotnya terlihat baru bergerak ketika orang yang mengenakannya menyentuh bayinya.
  • Mengenai multiplayer, Kojima mengatakan bahwa ada 1 bagian besar game-nya yang tidak bisa dia ungkapkan, tetapi dia ingin menyoba sesuatu yang berbeda untuk online. Dia menggoda bahwa game-nya lebih berfokus ke single player, tetapi mengatakan, “Saya rasa masih banyak orang yang menikmati game single player, di luar microtransaction.”
  • Mengenai apakah tulisan Porter pada seragam Sam adalah nama keluarganya atau pekerjaannya, Kojima mengatakan, “Ada sebagian yang benar, terdapat juga sebagian yang tidak sepenuhnya benar.”
  • Trailer terbaru terjadi setelah prolog game-nya, dan merupakan bagian paling awal game-nya yang sudah diperlihatkan.
  • Aksi mogok SAG-AFTRA pada tahun 2017 menyebabkan proses rekaman motion capture dan suara jadi terlambat. Kojima menjelaskan, “Saya juga menghadapi kesulitan karena Norman dan Mads terus mengirim pesan ke saya bertanya apa yang sedang kami lakukan dan saya mengatakan “ada aksi mogok, saya tidak bisa melakukan apa-apa soal itu!” Karena aksi mogok sudah berakhir, proses rekaman motion capture sudah dimulai kembali sejak pekan lalu.
  • “Saya membaca banyak hal di internet yang mengatakan saya menghabiskan tahun lalu dengan jalan-jalan keliling dunia dan bersenang-senang,” ujar Kojima. “Banyak orang yang mengatakan saya buang-buang waktu dan uang. Tetapi itu sebenarnya jauh dari kenyataan.” Dia menambahkan, “Kami menunggu waktu yang tepat untuk memperlihatkan gameplay-nya, tetapi saat ini proses pengerjaan proyeknya berjalan lancar sesuai jadwal.”
  • Mengenai pengerjaan di 2017, Kojima mengatakan, “Selama tahun ini, kami mengerjakan Decima [engine game-nya]. Ada berbagai hal yang kami tidak mengerti, kami bertanya kepada mereka [pembuat engine-nya Guerilla Games], dan meminta berbagai hal. Di sisi kami, tentunya kami menggunakan Decima Engine dengan cara yang sangat berbeda dari mereka, terutama pada cutscene. Jadi kami membuat konten di situ, mengirim kepada mereka, memperlihatkannya kepada mereka, dan memberi masukan. Saat ini kami sedang dalam proses itu.”
  • Mengenai reaksi ekstrim dari fans yang kesal harus menunggu lama untuk setiap informasi baru, Kojima mengatakan, “Saat ini banyak hal yang terjadi, jadi saya cukup sedih ketika orang-orang mengatakan ‘Oh, kamu hanya bersenang-senang dan bercanda dan membuang-buang uang.’ Kalian bisa coba tanya banyak orang, tetapi saya merasa saya cukup mengerjakan game ini. Jika kamu memiliki perusahaan, jika kamu sudah memiliki engine, maka kamu sudah memiliki peralatan dan timnya. Meski begitu, game AAA biasanya memakan waktu 3-5 tahun untuk pengerjaannya. Bahkan ada beberapa game yang mencapai 10 tahun.”
  • Jika trailer-trailer-nya masih membingungkan, Kojima memastikan, “Semuanya akan masuk akal. Semuanya akan jelas.”

Death Stranding sedang dikerjakan untuk PlayStation 4.

Sumber: Gematsu